Serial Poligami Sakinah (bagian 9)

 abu zaid


9. MENUJU POLIGAMI SAKINAH BEGITU SULIT DALAM SISTEM JAHILIYAH KAPITALIS MATERIALISTIS INI


Sobat Sakinah, setelah kita mencoba memahami tahapan anak tangga menuju poligami sakinah pada saat ini nampaklah itu tidak mudah. Bahkan mungkin untuk sebagian kita menjadi begitu sulit. Sulit karena berbagai faktor penghambat ternyata berkomplikasi menjadi satu. 


Diantaranya yang paling penting antara lain:

1. Istri pertama yang memahami dan menghayati Islam sudah tercampur dengan pemahaman selain Islam khususnya tentang poligami. Maka ini merupakan faktor penghambat paling besar untuk tercapainya poligami sakinah. Jika istri pertama sudah menolak maka langkah berikutnya pastinya terhenti. Kalo dipaksakan maka keluarga yang sudah terbangun lama justru bubar. Banyak juga penolakan istri pertama bukan karena menolak syariat poligami namun karena tidak yakin bisa hidup lebih baik dalam poligami karena melihat banyak fakta buruk poligami. 


2. Keluarga besar baik anak, mertua, adik kakak bahkan kedua orang tua suami pun tak jarang menambah bobot hambatan dengan ramai ramai ikut menolak poligami. Mereka hampir sama juga menolak karena banyak nya fakta buruk poligami. Disamping memang belum memahami bagimana konsep Islam secara kaaffah termasuk poligami. 


3. Kendala ekonomi, poin ini juga menjadi faktor penghambat yang sangat signifikan. Dimana dalam sistem kapitalis materialistis individiualistis ini harta dan kesenangan. adalah tujuan tertinggi manusia. Disisi lain mayoritas keluarga muslim hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga menyulitkan upaya untuk membangun keluarga sakinah monogami. Apalagi untuk poligami. Ditengah banyak muslim sudah tidak meyakini konsep rizki dengan benar maka persoalan ini menjadi jauh lebih rumit lagi. Tanpa solusi syariah maka akan menemui tembok tanpa pintu dan jendela. 


4. Kendala legalitas, ketika legalitas formal mensyaratkan surat nikah yang menjadikan dasar pijakan seluruh konsekuensi hukum pernikahan maka menuju poligami sakinah mendapatkan  tantangan tersendiri. Suami, istri, keluarga besar harus rela "dipermalukan" Di pengadilan agama dengan sidang demi sidang untuk mendapatkan ijin menikah sehingga nikahnya secara yuridis menjadi legal dengan seluruh konsekuensi hukumnya. 


Karena kesulitan inilah akhirnya banyak suami yang merasa perlu poligami akan melakukan  poligami sirriyah, sembunyi sembunyi dari istri pertama dan seluruh keluarganya. Suami sperti ini tidak menyadari atau memang egois bahwa tindakannya itu akan menimbulkan  gempa bumi bagi keluarga yang sudah dia bina sekian lama. Maka akan muncullah berbagai dampak buruk yang intinya terjadinya poligami yang buruk yang jauh dari benar secara syariah. Akhirnya banyak yang niatnya nambah istri eh malah dapatnya ganti istri dan menyisakan keluarga yang berantakan. 


Karena itulah, wahai para suami. Berpoligami lah dengan cara yang ma'ruf. Bukan sekedar nikah dengan istri kedua itu sah. Karena itu sangat simpel. Namun berfikirlah bagaimana menuju poligami Sakinah dan tempuhlah prosesnya. layakkan lah sebagai suami dan sebagai pemimpin untuk poligami maka kebahagian keluarga Sakinah insyaallah milik anda. 


Selamat berjuang Sobat semoga selalu Sakinah.[]

0 Comments:

Posting Komentar