Serial Poligami Sakinah (bagian 8)

 abu zaid 


8. Poligami Itu Urusan Pribadi


Sobat sakinah, saya rasa pembahasan "Menuju Poligami Sakinah" Sudah cukup. Poligami kita kembali posisikan pada ranah pribadi. Karena begitulah dalam syariat Islam. 


Benar, poligami dalam islam memang masuk ranah pribadi bukan ranah publik. Maka seorang suami mau poligami atau tidak itu urusan pribadi bersama keluarganya. Iya bersama istri dan anak anaknya. Bukan urusan orang lain di luar keluarga itu siapapun dia. 


Saat ini pun juga mestinya begitu. Trus kenapa kok dibahas di medsos? Ini tak lain karena kebutuhan dakwah dan informasi saja. Dimana begitu banyak fitnah dan tuduhan miring terhadap poligami sebagai ajaran Islam. Bahkan tak jarang syariat islam ini ditolak dengan berbagai alasan yang tak masuk akal alias ngawur. 


Disisi lain banyak muslim yang melakukan poligami tanpa persiapan yang memadai. Asal akad nikah kedua ketiga dan keempat sah. Sehingga menimbulkan berbagai konflik antar istri bahkan antar keluarga yang tidak bisa dimenej dengan baik karena dari awal tidak dipersiapkan dengan baik. 


Karena itulah, menjadi penting bagi siapapun suami yang bertanggung jawab terhadap dirinya, keluarganya, kaum Muslim dan ajaran Islam harus memperhatikan bagimana membangun keluarga poligami sakinah. Yakni agar betul betul memperhatikan persiapan poligami dengan baik khususnya mempersiapkan Istri pertama sebagai kunci bagi poligami sakinah. Tidak sekedar akad nikah kedua itu sah. 


Sobat sakinah, keputusan mau poligami atau tidak kembali kepada kita masing masing. Ambilah keputusan itu sebagai keputusan bersama istri pertama  sehingga menjadi poligami sakinah. Dan siapapun tak berhak menghalangi suami untuk poligami sehingga sepenuhnya tanggung jawab dan segala akibat poligami memang berada di pundak suami. Karena itulah suami mestinya mengambil keputusan tsb dengan penuh tanggung jawab bukan karena egoisme sesaat yang berakibat hancurnya rumah tangga pertama. 


Akan menjadi problem di kalangan aktifis khususnya bila masalah poligami dianggap bagian dari aktifitas dakwah. Kemudian menjadi topik bahasan di antara para pengemban dakwah. Hal ini telah melampaui proporsi topik ini. Bisa bisa menimbulkan dampak yang tak baik pada sebagian aktifis yang bergigi besar ingin poligami sementara kemampuan tak mendukung.


Maka akan lebih baik tetap menjadikan perkara ini ada dalam ranah personal. Mau dilaksanakan monggo tidak juga Monggo. Bagi Yang serius ingin melaksanakan silahkan dipersiapkan sebaik mungkin semua halnya sehingga akan lebih mudah berhasil menjadi poligami sakinah. Jangan banyak bicara tak ada guna. Hanya memanas manasi kawan kawan senasib yang besar keinginan tapi minim kemampuan. 


Selamat berjuang Sobat semoga kita Istiqomah. Aamiin.[]

0 Comments:

Posting Komentar