Yuk Hijrah, Istiqomah dalam Ketaatan dan Kebenaran!
Oleh: Aziz Rohman
Sobat, tahun baru hijriyah 1441 H telah datang menghampiri kita. Sudah kita pahami bersama bahwa peristiwa pergantian tahun baru Islam ini adalah sangat penting bagi umat Islam. Kenapa? Karena hal ini berkaitan erat dengan hijrahnya Nabi Saw dari kota Mekkah ke Madinah. Dan peristiwa hijrahnya Rasulullah inilah yang dijadikan patokan dalam penanggalan Islam, yang kemudian dinamakan tahun hijriyah.
Hijrah, ya begitulah kita menyebutnya. Satu aktifitas berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan alasan tertentu, untuk keselamatan dirinya ataupun yang lain. Dan era sekarang ini gelaran atau aktifitas berlabel 'hijrah' menjadi hal yang begitu lumprah dan biasa kita temui.
Alhamdulillah, geliat dakwah Islam yang begitu luar biasa di Indonesia belakangan ini. Kini nampak terlihat hasilnya dan istilah 'hijrah' makin hari makin populer. Terlebih saat banyak publik figur yang begitu populer memproklamirkan diri berhijrah. Mereka yang sebelumnya hidup dalam ketenaran, kegemilangan harta, namun jauh dari Islam. Kini mulai tampak berubah. Di kehidupan sebelumnya jauh dari Islam lalu menerima dakwah, mendapat pencerahan dan sekarang berubah. Kita lihat bagaimana kisah hijrahnya Ust. Hari Moekti (alm), Pegi Melati Sukma, Arie Untung, Tengku Wisnu, dll. Subhanallah wal hamdulillah. Telah banyak menginspirasi masyarakat Indonesia untuk berhijrah, berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Dan satu indikator bagaimana tingginya ghirah umat Islam dalam berhijrah ini adalah ramainya majelis-majelis ilmu. Kita lihat bagaimana fenomena hijrah fest dan gelaran kegiatan sejenisnya. Begitu luar biasa dan selalu ramai dihadiri anak-anak muda Indonesia. Meski terkadang gelaran kegiatan hijrah semacam ini banyak dicibir, penuh tekanan, persekusi dsb. Toh, tetap saja majelis-majelis ilmu seperti ini tetap ramai dan banyak diminati.
Jika kita bicara tentang 'hijrah', maka mari ingat kembali bagaimana kisah Nabi Muhammad saw dalam berhijrah. Betapa kuat tekanan dan ancaman dari musuh-musuh Islam sebelum peristiwa agung tersebut. Bagaimana kondisi sulit Nabi dan para sahabat dalam dakwah di Mekkah saat itu. Di musuhi, dipersekusi, dilempari kotoran, dilempari batu, dipukul, dianiaya, diusir dan berbagai macam tindakan menyakitkan lainnya. Tidak menyurutkan beliau untuk terus berdakwah dan menyampaikan risalah Islam. Dan hijrahnya beliau ke kota Madinah adalah sebuah jawaban dari do'a-do'a yang selalu dipanjatkan Nabi Saw saat mengalami berbagai macam tekanan dalam dakwahnya di Mekkah.
وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّ اَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا. وَقُلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ؕ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku). Dan katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap." Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.[QS. Al-Isra': Ayat 80-81]
Jadi, sobat saat kita berhijrah tetaplah istiqomah dalam ketaatan. Cibiran, hinaan, persekusi dan berbagai macam tekanan yang menimpa kita. Tetaplah semangat, jangan kasih kendor! Istiqomahlah dalam kebenaran dan ketaatan. Insyaallah Allah SWT akan memberikan pertolongan kepada kita. Tahun baru hijriah kembali datang menghampiri kita. Jadikan, ini sebagai momentum berubah menjadi pribadi yang lebih baik daripada yang kemarin. Yuk hijrah, istiqomah dalam ketaatan dan kebenaran. Insyaallah..[]

0 Comments:
Posting Komentar