Rutinitas Orang Berkecukupan

 



Orang cukup Krn saat butuh buat ini, uangnya ada dan pas. Cukup. Gak ada lebihnya. Malah yang sering kurang. Wkwkwkwkwk


Kata salah satu teman kapan hari dulu. Untuk menghadapi gelombang resesi yang bisa aja datang nanti, sebaiknya nabung emas biar harganya stabil. Melalui ucapan, saya katakan. Iya. Dalam hati, boro-boro nabung. Punya simpenan aja langsung dipakai yang lain. Hahahahahahahaha...


Rutinitas hari Ahad, 6/11/22


05.00-06.30: Prepare para bocil, mulai dr sarapan, mandi, dll.

06.30-07.30: Otw antar istri pengajian di tempat temannya (Jarak sktr 23 KM dr rumah)

07.30-12.30: Habis ngantar istri dan anak-anak. Pergi ke kampus (10 menit dr lokasi pertama tadi)

12.30-14.00: Ngerjain tugas kuliah, biar gak numpuk2. Istri tak minta pulang bareng temannya, yang bisa dibarengi. Alhamdulillah, ada aja jalan

14.00: Otw pulang 23 KM dr kota ke rumah. Habis itu istrirahat sejenak, Isoma, sebelum lanjut lagi

15.30-17.30: Prepare dan live IG bareng Knime. Setelahnya sholat magrib

18.00-19.00: ke tujuan berikutnya. Sktr 7 KM dr rumah. Menunaikan amanah yg harus ditunaikan

19.00-19.30: perjalanan ke tempat berikutnya sejauh 14 KM dr lokasi tadi. Kalo dr rumah saya dg rute berbeda lokasi kedua sejauh kurleb 15 KM. Sholat isya' diperjalanan.

Sampe sana, belum sempat makan malam.


Acara sejatinya jam 19.30-22.00: Alhamdulillah, saya sampai disana 19.15. Sampai sana, langsung makan dapat Rizki bungkusan sebelumnya. Hehehe...


Dan spt biasa kan. Krn tujuan terakhir ini adalah teman baik. Maka, saya hadir paling awal dan pulang sebelum yg terakhir. Saya harus cepat pulang, besok pagi-pagi hatus menyelesaikan semua pekerjaan rumah yg numpuk sebelum berangkat kerja ke kota lagi di hari Senin.

Akhirnya, pulang dan sampai rumah hampir jam 23.00an. Wkwkwkwk...


Dan begitulah cerita hari Ahad pekan kemarin. Belum termasuk rutinitas sebelumnya dan setelahnya...


Ya begitulah hidup saya ini. Pembagian waktu emang sangat-sangat penting. Agar semua amanah satu, dua, tiga, empat. Semua bisa tertunaikan...


Kata teman yang lain, kan masih bisa gini gitu. Iya, kamu bisa. Saya enggak. Sak jungkir walik olehku polah. Gak semudah dirimu memperolah Rizki. Ya kan, tiap orang beda-beda rizkinya. Ada yg kerja sehari bisa buat biaya hidup sebulan. Tapi, saya nggak bisa gitu. Soalnya ilmunya ecek-ecek. Wkwkwkwkwkwk...


Nah, lantas ini maksudnya apa mas? Maksudnya adalah wes nglakoni kayak ngene wae enek sing durung pas. Enek sing isih, nggremeng, dll. Sopo mas? Anak e. Podo nggremeng gak diajak dolan. Hahahaha..... Ngunu arep wayoh. Ra sempet mikir. Sadar diri dgn kondisi yg ada. Hahahahahahahaha....


Mari bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan. Insyaallah, semua akan indah pada waktunya. Yang terpenting kita bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Menyelaraskan target hidup kita di dunia dengan target akhirat kita. Kemana? Kembali ke surganya....


@masazizrohman

0 Comments:

Posting Komentar