Terima kasih untuk dirinya
Ini cerita tentang dirinya, yang katanya orang kurang berada
Dialah orang yang selalu siap dan selalu ada, saat teman dan keluarga membutuhkan bantuan tenaga
Orang miskin, nggak pernah pasang muka. Pas ketemu dimarahin sampai disumpain seribu kata
Kalo orang kaya sibuk dengan bisnisnya, semua akan menerima seribu alasan yang diberikannya
Tidak sedang curhat, hanya menuliskan fenomena di sekitar kita
Gak peduli itu komunitas ini itu dan sebagainya, masyarakat kita tampaknya sama saja
Yang ada di garda terdepan dan selalu ada, sedia dan ready setiap saat selalu ada
Itu hanyalah mereka, yang secara ekonomi ada di bawah rata-rata
Mereka tak pernah melihat sesuatu dengan perhitungan angka-angka, setiap dia tahu bahwa dirinya berguna ia akan selalu ada disana
Kadang dia nggak peduli dengan bisnisnya atau pekerjaannya, pokoknya saat saudaranya ada keperluan dia selalu ada disana
Dia yang datang paling awal dan pulang paling akhir dari rumahnya, dia bukan seperti dirinya
Dirinya yang datang saat acara puncak, sambil tebar wajah ganteng dan baju klimis mempesona
Dirinya yang datang lalu menyapa dan makan bersama, setelahnya pulang begitu saja
Beda dengan dia, dia datang paling awal dan pulang setelah membantu membersihkan semuanya
Ini bukan soal kaya dan miskin di kehidupan kita, tapi fenomena yang ada begitulah adanya
Kadangkala mereka yang katanya kurang berada, selalu ada dan ready setiap saat membantu semuanya. []
@masazizrohman
0 Comments:
Posting Komentar