Anak Shalihah

Oleh: Mas Aziz Rohman


Pagi ini(30/12/2020) ada cerita menarik tentang ananda

Setelah bangun tidur, si kakak ke kamar mandi untuk membasuh muka trus mengambil air wudhu

Setelah berwudhu, bersiap memakai mukenah

Eh, tiba-tiba "duuttt". Terdengar bunyi suara merdu dengan bau yang sangat khas itu. Otomatis batal kan, jadi harus wudhu lagi


"Mi, kalo nggak wudhu gimana?" Tanya si kakak dengan polosnya

"Kakak, kalo mau sholat itu harus suci. Makanya wudhu dulu. Kalo batal, ya wudhu lagi.  Biar suci, baru kemudian sholat."


Tiba-tiba saja dia nyeletuk, "Lha berarti kemarin aku nggak sholat magrib..."

Uminya pun kaget dan heran. Kan kemarin ikut sholat berjama'ah di masjid. Umipun bertanya sambil keheranan, "Kenapa kok tidak sholat?"


"Aku kemarin pas sholat magrib kentut dan tidak wudhu. Jadi kan batal, berarti aku nggak sholat." Jawab si kakak dengan polosnya


Dan umipun tersenyum mendengarnya.... :)

Terus berkata, "Besok jangan diulangi lagi ya. Kalo batal, ya harus wudhu dulu..." 


Alhamdulillah, ternyata diusia 5 thn ini si kakak sudah mengerti akan kewajiban sholat, syarat sah sholat. Masyaallah Tabarakallah...


Sebagai seorang ayah tentu saya sangat senang dengan apa yang ananda sampaikan tersebut. Bagaimana tidak, setelah belajar di rumah sejak juni tahun 2020 ini praktis yang mengajar dan menjadi gurunya adalah umi dan ayahnya. Sehingga, ada rasa kepuasan dan kebahagian tersendiri saat ananda bisa memahami hal tersebut.


Mungkin bagi sebagian orang pemahaman yang dimiliki ananda adalah hal biasa, saat ananda sudah surat hafal An-Naba' di usia 5 tahun bagi sebagian orang mungkin juga hal biasa. Namun, bagi kami saat ananda memahami dan menjadi seperti saat ini. Ada kepuasan batin tersendiri, kenapa? Karena dididik dan diajari oleh orang tuanya sendiri.


Kita berjibaku mencari, menentukan berbagai macam uslub dan cara terbaik agar ananda bisa menjadi anak shalihah. Duh, serasa kita punya sekolahan sendiri. Bikin silabus, narasi pembelajaran, dll. Subhanallah, uminya luar biasa!


Jujur saja bahwa anak adalah amanah, maka sebagai orang tua kita wajib mendidiknya dengan sebaik-baiknya. Terlebih seorang anak itu bisa akan menjadi pemberat dan penolong bagi kita di hati akhir nanti.


Rasulullah Saw bersabda jika kita telah meninggal dunia maka akan terputus semua amalnya kecuali tiga hal; sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang senantiasa mendo'akan orang tuanya. [] 

0 Comments:

Posting Komentar