Di Akhir Tahun, Gadis Berjilbab itu Membuatku Terpesona
Oleh: Mas Aziz Rohman
Jika hari ini tgl 1 Januari 2021, maka kemarin adalah tgl 31 Desember 2020. Hari telah berganti, tahunpun juga berganti. Dan tanpa terasa umurpun makin bertambah. Melihat anak-anak makin besar dan makin pinter itu adalah sesuatu banget. Subhanallah...
Btw, kemarin pagi pas aku mau berangkat kerja. Si Kakak berlari dan tiba-tiba bilang, "ayah, aku mau ikut pergi ke sawah dan aku sudah menutup aurat. Kan, kalo keluar rumah harus memakai kerudung."
Deg, dan seketika itupun aku tersenyum. Masyaallah, subhanallah... Akhirnya dengan kesadaran sendiri, si cantik yang shalihah ini tergerak hatinya dengan penuh kesadaran sendiri memakai kerudung dan berjilbab saat keluar rumah. Kemanapun itu, ke sawah, ke warung, ke pasar atupun ke sekolah. Pokoknya kalo keluar rumah, sebagai seorang muslim ya harus menutup aurat. Dan seperti tulisan kemarin pagi, mungkin bagi sebagian orang hal tersebut itu biasa. Tapi, bagi kami ini adalah sesuatu yang luar biasa. Baru 5 tahun sudah bisa paham hal tersebut, lihatlah orang-orang diluaran sana. Perintah menutup aurat sudah sangat dia ketahui dan pahami masih saja diabaikan. Astaghfirullah...
Menanamkan pakaian pemahaman tentang syar'i pada anak-anak kita adalah sebuah kewajiban kita sebagai orang tua. Terlebih sebagai seorang ayah, tentu saya sangat dan harus memperhatikan dengan seksama hal tersebut. Karena sebagaimana perintahNya bahwa kita sebagai seorang ayah diminta untuk menjaga anak-anak dan isteri-isteri kita, keluarga kita dan tentu diri kita dari panasnya api neraka.
Disini aku nggak akan ngomong banyak tentang dalil kewajiban berjilbab serta menutup aurat. Pasti kalian udah pada tahu di QS. Al Ahzab: 59 ataupun QS. An Nur: 31. Namun, lebih dari sekedar tahu adalah mengamalkannya. Kanapa? Karna kita bukanlah orang bodoh! Ada perintah dari Allah SWT. Laksanakan! Tanpa tapi, tanpa nanti. Memenuhi perintah Allah SWT itu harus auto langsung, nggak usah tapi-tapian.
Sebagai generasi 90an kami sangat paham banget bahwa saat kami kami tumbuh sebagai remaja dulu. Opini negatif tentang muslimah berhijab sangatlah menyakitkan saat itu, bahkan sekedar melaksanakan kewajiban menutup aurat syar'i saja sudah dituduh macem-macem, yang pakaian terorislah, aliran sesatlah, wis pokoknya yang aneh-aneh disematkan pada yang ingin hijrah dan menutup aurat sempurna waktu itu. Waduh! Ngeri banget kan masa-masa remaja kita. Astaghfirullahaladzim...
Ya begitulah kira-kira mungkin yang dialami ibu dari gadis cantik itu. Saat keputusannya berhijab syar'i dulu ditentang semua orang. Yang dituduh radikallah, ikut aliran itulah dsb. Alhamdulillah, ujian itu dilalui dengan baik. Disikapi dengan bijak dan semua bisa memahami. Saat itu dia meneladani sebagaimana yang dilakukan para sahabiyah dulu. Saat perintah berjilbab turun, seketika tirai di rumahnya diambil untuk digunakan sebagai jilbab dan menutup aurat. Begitulah sahabiyah dan sahabat nabi dulu yang patut untuk kita teladani bersama. Saat perintah itu datang, segera laksanakan, tanpa tapi dan tanpa nanti.
Dan karena dakwah yang begitu luar biasa. Kita bisa melihat sekarang, jilbab syar'i bukanlah hal yang menakutkan sebagaimana 20 tahun lalu. Sekarang malah menjadi tren dimana-mana. Artis dan publik figur muslimah yang berhijab sudah banyak. Sehingga saat kami memakaikan jilbab kepada si kakak, semua terasa lebih mudah. Tak ada cemoohan dan ejekan sebagaimana yang dialami uminya dulu. Dan semua itu karena dakwah, bil hikmah wal mauidoh hasanah wajadilhum hia ahsan. Dakwah mengubah semuanya dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang belum paham menjadi paham. Subhanallah, begitu luar biasa apa yang dilakukan para da'i saat itu. Hingga jilbab syar'i kinipun menjadi hal yang lumrah dan biasa. Dan sudah seharusnya, sebagai seorang muslimah menutup aurat secara sempurna adalah hal yang biasa, nggak usah dianggap aneh dan dilebih-lebihkan. Karena ya begitulah kewajiban dari Allah SWT. []
0 Comments:
Posting Komentar