Waspadai Cerita dan Komik Porno Digital
Oleh: Mas Aziz Rohman
Sobat, ngomongin soal literasi. Agak-agaknya kalo kita biacara tentang minat baca bangsa Indonesia yang kita tercinta ini. Ini kok, rasanya sedih dan nyesek. Gimana enggak, menurut survey dikatakan bahwa bangsa kita ada diurutan nomer 60 menurut data UNESCO pada 2016. Minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Yang mana artinya adalah dari 1.000 orang, hanya ada 1 orang yang rajin membaca. (https://ekbis.sindonews.com/berita/1444945/33/tingkat-baca-indonesia-masih-rendah-sri-mulyani-gencarkan-literasi)
Eits, tapi itu dulu loh ya. Sekarang? Di era sosmed and digital. Saya pikir sudah ada peningkatan. Karena kalo menurut survey tersebut tadi, ada banyak faktor yang mempengaruhi sehingga Indonesia berada di urutan 60. Salah satunya adalah akses buku yang sulit. Tapi sekarang, banyak sekali tulisan-tulisan yang bisa kita nikmati secara online. Di play store aja, banyak berjejeran karya-karya coretan anak bangsa yang begitu menginspirasi. Belum lagi di aplikasi office semacam WPS office, dibagian paling bawah pasti ada buku-buku yang bisa dinikmati untuk dibaca secara online dan ada yang gratis juga loh.
Dunia literasi Indonesia agaknya sedang bergeliat naik. Selain mudahnya mengakses berbagai macam buku khususnya digital yang semakin mudah diakses. Banyak sekali bermunculan komunitas-komunitas menulis. Menjamur dimana-mana kalo mau nulis tinggal ikut aja. Asal punya niat tekad dan keberanian, pasti bisa nulis. Dan sebagai penulis, so pastinya kalian akan dituntut banyak-banyak membaca. Sebab membaca itu sendiri memberikan banyak sekali manfaat. Mulai dari memperkaya perbendaharaan kata, menambah wawasan baru, menemukan ide baru buat ditulis, dsb.
Nah sobat, jika saya perhatikan banyak juga sekarang blog-blog, situs dan aplikasi yang menyediakan berbagai bacaan digital. Dalam aplikasi office di android sebut saja WPS, sekarang ada WPS readernya loh. Yang berisi novel dan bacaan buku digital. Dan saat saya menyadarinya bahwa ada novel-novel yang terpampang di WPS office viewernya buanyak. Senang banget saya, ada satu novel yang viewernya saja tertulis sampe puluhan ribu, bahkan ada yang ratusan ribu dibaca. Wuih, adanya buku online apalagi dimasa pandemi seperti ini melihat minat baca yang meningkat tersebut. Saya jadi optimis pasti ada peningkatan minat baca dari bangsa kita.
Tapi, aku terkadang juga heran pas kalo lihat novel-novel yang terpampang di WPS Office kok jadi sedih hati ini. Senang tapi sedih, lho kenapa? Senang karna disitu viewer pembacanya banyak. Sedih karna saat melihat satu novel yang viewernya banyak. Deskripsinya kebanyakan selalu yang berbau dewasa dengan berbagai macam adegan dewasa katanya. Yang seperti ini nggak usah dibuka ya! Saat aku lihat-lihat daftar pilihan bacaannya. Yang paling sering dilihat disana, yang direkomendasikan di WPS reader besutan WPS office itu (di dalam keterangannya). Adalah kebanyakan novel-novel yang berbau seperti itu. Duh, kok jadi kayak gini ya? Hm... Kok bisa ya? Trus, apa nggak ada pihak berwenang yang menyisir dan menghalau bacaan-bacaan tak bermutu, yang bisa merusak moral anak bangsa? Emang sih, kita bisa memilih mana yang baik dan buruk. Tapi kan, kalo ada proteksi dari pihak berwenang pasti lebih baik.
Dan kalo yang disediakan adalah buku-buku atau daftar bacaan berbau erotis, tak bermoral dan berbagai macam hal berbau dewasa yang gak layak dibaca seorang muslim. Maka, tentu kita jadi prihatin bagaimana jadinya para pembaca itu nantinya. Apalagi jika pembacanya adalah anak muda, wuih ngeri juga. Gimana jadinya nanti dia pas dewasa? Kalo moralnya rusak, siapa yang harus disalahkan dengan ini? Yang paling bertanggungjawab siapa? Hm...
Sobat mengapa sih, kok kita harus mencermatinya? Sebab harus dipahami bahwa kualitas seseorang bisa dilihat dari bacaannya. Jika bacaannya adalah komik sinchan, kita bisa menebak bagaimana kualitas orang tersebut. Dan jika konten-konten atau buku-buku yang beredar ternyata adalah buku-buku yang nggak bener. Maka ini tentu sangat berbahaya bagi kelangsungan generasi dimasa mendatang. Karena secara tidak langsung berarti telah menyediakan atau mengkondisikan orang-orang, yang bisa jadi akan terinspirasi dengan cerita fiktif yang berdosa tersebut. Dan kalian harus tahu bahwa daya rusak dari bacaan porno itu sangat tinggi dibandingkan dengan tontonan. Sebab cerita porno itu bukan sekedar bacaan biasa. Tapi mampu menyebabkan pembacanya bisa berfantasi ria dalam hal kepornoan itu. Astaghfirullah, naudzubillah min dzalik.
Jadi, sobat! Berhati-hatilah dengan bacaan kalian. Terlebih saat ada bacaan-bacaan digital, online yang tersedia gratis. Baik yang ada di berbagai laman apapun itu. Baik blog, WPS Reader, Wattpad dsb. Ingat, selalu berpikir sebelum bertindak! Gunakan imanmu untuk menjadi standar dalam memilih dan memilah, mana yang harus dibaca dan mana yang tidak. Jadikan halal dan haram menjadi patokan. Ingat, novel dewasa yang menceritakan hal-hal berbau erotis dan porno. Haram untuk dibaca! []
0 Comments:
Posting Komentar