Remaja Sadar Medsos, Suka Sesuatu Yang Instan dan Viral. Why?
Oleh: Mas Aziz Rohman
Nggak bisa dipungkiri bahwa medsos sudah menjadi bagian dari tumbuh kembangnya para remaja jaman now menuju kedewasaan. Mereka terus berkomunikasi melewati medsos, secara intensif. Saat mereka nongkrong gadget sulit sekali lepas dari genggamannya. Sering kita jumpai para remaja asyik dengan gadgetnya. Saat berjalan mereka asyik memainkannya, saat dikendaranpun sama. Ada kalanya saat naik motor, lampu merah menyala tangan langsung merogoh saku mengambil gadget. Update status! Bahkan, saat sedang makan gadget juga sulit lepas dari tangan mereka. Maka tak heran jika seringkali kita temui teman-teman remaja kita lebih sering menghabiskan sebagian besar waktunya di dunia maya, daripada bercengkrama bersama keluarga.
Mengapa bisa terjadi, ada fenomena apa sih pada diri para remaja ini?
Sobat, seiring dengan semakin canggihnya teknologi. Manusiapun mulai terbiasa dengan berbagai hal kemudahan yang ada. Sukanya mencari hal-hal yang instan, tanpa perlu repot-repot dan ribet. Apalagi remaja sekarang, mereka itu adalah anak-anak yang hidup dimana teknologi sudah sangat mudah. Remaja sekarang itu adalah mereka yang lahir setelah era millenium, setelah tahun 2000. Jadi, sejak lahir mereka sudah melihat berbagai macam kemudahan yang ada. Awal tahun 2000an adalah tahun dimana televisi sudah bukan barang mewah lagi, hampir semua rumah punya. Setelah itu sepeda motorpun mengalami hal yang sama, bukan sesuatu yang mewah lagi. Hampir semua penduduk memiliki di rumahnya masing-masing, tentu dengan berbagai macam merk dan jenisnya. Dan saat mereka besar, melewati masa-masa remaja. Mereka mengalami satu masa dimana gadget bukanlah barang yang 'wah' atau mewah lagi. Sejak setelah lahir para remaja jaman now, itu sudah terbiasa dengan teknologi yang mudah dan instan. Maka, nggak heran jika tingkah laku mereka itu berbeda dengan remaja jaman dulu. Remaja jaman now itu sadar media sosial, suka sesuatu yang instan dan berburu sesuatu yang viral.
Jiwa muda yang bergejolak dengan rasa ingin tahu yang menggebu-gebu. Pengen dikenal, pengen diperhatikan, pengen unjuk gigi menunjukkan siapa dirinya. Akhirnya remaja sekarangpun suka menghabiskan suka menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial. Agar cepat terkenal, cepat viral, mereka berlomba-lomba bermain media sosial secara terus-menerus, hingga lupa akan kewajibannya. Lupa waktu sholat, lupa pekerjaan rumah, tugas sekolah dsb. Memang sih tidak semua remaja seperti itu, tapi kebanyakan yang saya temui ya seperti itu. Mereka lebih mudah dan celat hafal lagu-lagu di tiktok daripada pelajaran sekolah
Mereka bermain media sosial untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi dirinya. Awalnya mungkin untuk bersenang-senang, supaya bisa terkenal, dsb. Tapi, ketika popularitas itu didapat kadang disitulah terjadi perubahan dari diri mereka. Media sosial seolah memaksa mereka untuk terus dan terus ditemani, seolah mereka hidup itu di medsos. Satu hari tidak bermain gadget, hidup terasa hampa. Kata sebagian dari mereka yang pernah saya tanya.
Saya pun pernah juga bertanya dengan pertanyaan lainnya. Kamu pilih mana, nggak makan seharian atau nggak pegang gadget seharian? Jawabannya kompak, nggak makan seharian. Asal ada gadget, kuota unlimited, nggak dapat uang makan nggak masalah. Widih, heran juga saya. Kok bisa ya? Hm...
Dan itulah kenyataan yang terjadi pada adhik-adhik, remaja kita. Mungkin tidak semua begitu, tapi hampir sebagian besar seperti itu. Maka, disini perlu menjadi perhatian kita bersama. Agar setiap potensi, waktu dan tenaga para remaja itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Maka kiranya mereka perlu diberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi dengan bijak. Kita tidak bisa menghentikan laju perkembangan teknologi, karena teknologi itu makin hari makin berkembang. Tapi bagaimana kita menyikapi perkembangannya itulah yang harus kita cermati.
Saya tidak melarang anak remaja memegang atau memiliki gadget, namun mereka wajib untuk bisa paham bagaimana menggunakannya dengan bijak. Harus tahu waktu, harus tahu mana skala prioritas dalam hidup ini. Sehingga, gadget dan kuota yang ada digenggaman itu tidak serta merta melenakannya untuk berbuat hal-hal yang tidak berfaedah.
Tidak mudah untuk mengikuti challenge-challenge yang sedang viral, tanpa tahu itu baik atau tidak. Itu berpahala atau berdosa, bisa menghantarkan ke surga atau neraka. Remaja sadar medsos itu berarti remaja mereka tahu bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Tidak menghabiskan 24 jam waktunya hanya untuk bermain media sosial. Sehingga melupakan kewajibannya dan tugas-tugas sekolah, tidak mau membantu orang tua, atau bahkan menjadi malas beribadah karena lebih suka berselancar di dunia maya.
Maka disinilah pentingnya para remaja itu ngaji, memahami bahwa setiap aktifitasnya itu selalu terikat dengan hukum syara'. Allah SWT senantiasa mengawasinya kapanpun dan dimanapun dia berada. Setiap ketikan jarinya pada gadget ditangannya itu bisa saja melenakannya. Makanya, mereka wajib tahu tentang hal itu semua dan itu hanya bisa diketahui jika mereka mau hadir di majelis-majelis ilmu. Sehingga kemudahan teknologi yang ada tidak serta merta membuat dirinya terlena. Wallahu'alam bish shawab. []
Nggak bisa dipungkiri bahwa medsos sudah menjadi bagian dari tumbuh kembangnya para remaja jaman now menuju kedewasaan. Mereka terus berkomunikasi melewati medsos, secara intensif. Saat mereka nongkrong gadget sulit sekali lepas dari genggamannya. Sering kita jumpai para remaja asyik dengan gadgetnya. Saat berjalan mereka asyik memainkannya, saat dikendaranpun sama. Ada kalanya saat naik motor, lampu merah menyala tangan langsung merogoh saku mengambil gadget. Update status! Bahkan, saat sedang makan gadget juga sulit lepas dari tangan mereka. Maka tak heran jika seringkali kita temui teman-teman remaja kita lebih sering menghabiskan sebagian besar waktunya di dunia maya, daripada bercengkrama bersama keluarga.
Mengapa bisa terjadi, ada fenomena apa sih pada diri para remaja ini?
Sobat, seiring dengan semakin canggihnya teknologi. Manusiapun mulai terbiasa dengan berbagai hal kemudahan yang ada. Sukanya mencari hal-hal yang instan, tanpa perlu repot-repot dan ribet. Apalagi remaja sekarang, mereka itu adalah anak-anak yang hidup dimana teknologi sudah sangat mudah. Remaja sekarang itu adalah mereka yang lahir setelah era millenium, setelah tahun 2000. Jadi, sejak lahir mereka sudah melihat berbagai macam kemudahan yang ada. Awal tahun 2000an adalah tahun dimana televisi sudah bukan barang mewah lagi, hampir semua rumah punya. Setelah itu sepeda motorpun mengalami hal yang sama, bukan sesuatu yang mewah lagi. Hampir semua penduduk memiliki di rumahnya masing-masing, tentu dengan berbagai macam merk dan jenisnya. Dan saat mereka besar, melewati masa-masa remaja. Mereka mengalami satu masa dimana gadget bukanlah barang yang 'wah' atau mewah lagi. Sejak setelah lahir para remaja jaman now, itu sudah terbiasa dengan teknologi yang mudah dan instan. Maka, nggak heran jika tingkah laku mereka itu berbeda dengan remaja jaman dulu. Remaja jaman now itu sadar media sosial, suka sesuatu yang instan dan berburu sesuatu yang viral.
Jiwa muda yang bergejolak dengan rasa ingin tahu yang menggebu-gebu. Pengen dikenal, pengen diperhatikan, pengen unjuk gigi menunjukkan siapa dirinya. Akhirnya remaja sekarangpun suka menghabiskan suka menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial. Agar cepat terkenal, cepat viral, mereka berlomba-lomba bermain media sosial secara terus-menerus, hingga lupa akan kewajibannya. Lupa waktu sholat, lupa pekerjaan rumah, tugas sekolah dsb. Memang sih tidak semua remaja seperti itu, tapi kebanyakan yang saya temui ya seperti itu. Mereka lebih mudah dan celat hafal lagu-lagu di tiktok daripada pelajaran sekolah
Mereka bermain media sosial untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi dirinya. Awalnya mungkin untuk bersenang-senang, supaya bisa terkenal, dsb. Tapi, ketika popularitas itu didapat kadang disitulah terjadi perubahan dari diri mereka. Media sosial seolah memaksa mereka untuk terus dan terus ditemani, seolah mereka hidup itu di medsos. Satu hari tidak bermain gadget, hidup terasa hampa. Kata sebagian dari mereka yang pernah saya tanya.
Saya pun pernah juga bertanya dengan pertanyaan lainnya. Kamu pilih mana, nggak makan seharian atau nggak pegang gadget seharian? Jawabannya kompak, nggak makan seharian. Asal ada gadget, kuota unlimited, nggak dapat uang makan nggak masalah. Widih, heran juga saya. Kok bisa ya? Hm...
Dan itulah kenyataan yang terjadi pada adhik-adhik, remaja kita. Mungkin tidak semua begitu, tapi hampir sebagian besar seperti itu. Maka, disini perlu menjadi perhatian kita bersama. Agar setiap potensi, waktu dan tenaga para remaja itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Maka kiranya mereka perlu diberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi dengan bijak. Kita tidak bisa menghentikan laju perkembangan teknologi, karena teknologi itu makin hari makin berkembang. Tapi bagaimana kita menyikapi perkembangannya itulah yang harus kita cermati.
Saya tidak melarang anak remaja memegang atau memiliki gadget, namun mereka wajib untuk bisa paham bagaimana menggunakannya dengan bijak. Harus tahu waktu, harus tahu mana skala prioritas dalam hidup ini. Sehingga, gadget dan kuota yang ada digenggaman itu tidak serta merta melenakannya untuk berbuat hal-hal yang tidak berfaedah.
Tidak mudah untuk mengikuti challenge-challenge yang sedang viral, tanpa tahu itu baik atau tidak. Itu berpahala atau berdosa, bisa menghantarkan ke surga atau neraka. Remaja sadar medsos itu berarti remaja mereka tahu bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Tidak menghabiskan 24 jam waktunya hanya untuk bermain media sosial. Sehingga melupakan kewajibannya dan tugas-tugas sekolah, tidak mau membantu orang tua, atau bahkan menjadi malas beribadah karena lebih suka berselancar di dunia maya.
Maka disinilah pentingnya para remaja itu ngaji, memahami bahwa setiap aktifitasnya itu selalu terikat dengan hukum syara'. Allah SWT senantiasa mengawasinya kapanpun dan dimanapun dia berada. Setiap ketikan jarinya pada gadget ditangannya itu bisa saja melenakannya. Makanya, mereka wajib tahu tentang hal itu semua dan itu hanya bisa diketahui jika mereka mau hadir di majelis-majelis ilmu. Sehingga kemudahan teknologi yang ada tidak serta merta membuat dirinya terlena. Wallahu'alam bish shawab. []
0 Comments:
Posting Komentar