Terima Kasih Ibu...


Oleh: Aziz Rohman

Sobat, apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata "IBU". Coba deh, renungkan sedikit saja tentang kata "IBU". Apa yang kamu rasakan? Bergetarkah hatimu mendengarnya, merinding ketakutan, sedih apabila tiba-tiba saja beliau meninggalkanmu?

Hm... Rasa-rasanya perasaan itu campur aduk deh. Ya kan? Jelas lah... Nggak tahu kenapa, jika kita bicara tentang ibu. Pasti bawaannya pengen nangis mulu. Gimana enggak, begitu besar pengorbanan yang telah beliau lakukan untuk kita. Sejak dalam kandungan, lahir, bayi, kecil, balita, remaja hingga dewasa. Tak akan pernah lekang kasih sayangnya pada kita semua, anaknya.

Saat, kamu sakit. Siapa yang selalu ada di sisi menemani? Ibu. Saat galau, sedang bersedih. Siapa yang senantiasa ada dan menghibur dirimu? Ibu. Saat kamu kesulitan, nggak ngerti dan kagak bisa apa-apa. Siapa yang selalu dengan sabar, telaten mendidik dan mengajari kita? Jawabnya pasti, Ibu.

Nah, yang demikian Itu. Adalah saat-saat dimana ibu, ada di sisimu selalu. Yang tentunya bakalan selalu kamu ingat. Terus, Pas waktu kalian masih kecil ingat nggak? Waktu kamu masih bayi atau pas waktu dalam perut alias dedek bayi dalam kandungan. Pernah nggak kamu berpikir gimana repotnya beliau. Beliau korbankan ini dan itu. Semuanya demi kamu ya kamu, darah dagingnya yang sangat di cintainya.

Lantas kenapa, kenapa sekarang saat kamu udah pada gedhe. Udah pada bisa bawa motor sendiri. Kok, susah banget sih kalo dimintai tolong sama ibu. "Entar ah, masih sibuk, aku banyak tugas bu...". Seribu satu alasan di buat. Agar kamu bisa kabur dari permintaan bantuan ibu.

Di suruh ke warung beli sayuran buat masak, ogah. Di suruh beli LPG, nggak mau. Apalagi kalo di suruh belajar, langsung kabur ke kamar. Masuk kamar, terus nutup pintu kamar. Bilangnya sih, belajar. Nggak tahunya di dalam malah hape-hapean. Main game, sosmed-an, browsing, dll. Waduh, begitukah kelakuan kids jaman now. Hello, kalo punya anak kayak gini. Betapa sedihnya ibumu, melahirkan anak-anak seperti ini.

Memang sih, nggak semua anak kayak gitu. Tapi, kebanyakan? Pasti tahu lah... Yups, bener banget! Sangat jarang anak kids jaman now. Kalo di mintai bantuan ibunya siap dan mau. Di suruh bersih-bersih rumah, nyapu, ngepel. Jarang banget ato mungkin nggak ada ya anak sekarang yang mau melakukannya. Apalagi masak, malah nggak bisa. Lha, nggak mau belajar pekerjaan rumah sih. Di suruh dan di ajari, malah pergi main. Maiin melulu kerjaannya, waduh.

Padahal kan, kamu itukan cewek. Suatu saat nanti juga bakalan jadi ibu. Ya kan? Pastinya. Dan kamu para cowok, pasti kamu juga bakalan jadi seorang ayah. Yang mungkin saja juga bakalan punya anak perempuan suatu hari nanti. Lha, kalo nggak bisa taat dan patuh sama ibumu. Gimana nasibmu nanti? Pengen nggak kamu diacuhkan sama anak-anakmu kelak? Enggak kan. Makanya, udah cepet minta maaf. Jangan gitu!

Lagipula. Bukankah taat kepada kedua orang tua, taat kepada ibu. Adalah sebuah kewajiban. Dan yang namanya kewajiban itu, jika tidak di jalankan maka akan mendapatkan. Mendapatkan apa? Dosa, Bener banget!

Oke sobat, langsung aja ya. Buat kamu yang sering ngomel-ngomel ato ngedumel saat di nasehati ibu. Segera deh, minta maaf kepada beliau. Yang sukanya kabur, saat di suruh bantu-bantu. Cepetan gih minta maaf, sebelum semuanya terlambat! Mumpung beliau masih ada di sisimu sekarang.

Kamu tahu nggak. Bahwa ibu adalah salah satu diantara manusia terhebat di sepanjang sejarah hidupmu. Tanpanya, dirimu bukanlah apa-apa. Beliaulah adalah cahaya matamu. Pelindung dan penghangat dinginnya malammu. Yang senantiasa ada di sisimu. Beliaulah yang telah mengajarimu, ini itu. Hingga kamu bisa menjadi seperti sekarang. Bisa merangkak, berjalan hingga berlari dan mengetahui isi dunia ini.

Subhanallah wal hamdulillah. Betapa besar jasanya kepadamu. Tak pernah lekang oleh waktu. Rasa cintanya pada dirimu.

Sama seperti kamu, akupun ingin mengatakan hal yang sama kepadanya. Sebagai bukti rasa cinta dan bhaktiku kepadanya.

Ibu, ampunilah khilaf dan salahku selama ini. Maafkanlah kami ibu, yang masih sering nakal, susah dimintai tolong, susah di nasehati. Terima kasih ibu, atas semua yang telah engkau ajarkan kepada diriku selama ini.

Mulai sekarang, aku akan berubah. Tidak akan nakal lagi. Aku nggak akan bohong lagi, janji deh. Dan aku... Aku akan senantiasa taat dan patuh kepadamu, ibu. Persis, sebagaimana pesan nabiku, dalam satu riwayat hadits.

“Ya Rasulullah, siapa yang paling
berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” [HR. Al Bukhari]. []

0 Comments:

Posting Komentar