Aku Bangga Padamu, Ayah...
Oleh: Aziz Rohman
Hari itu Boruto benar-benar marah. Untuk kesekian kalinya. Naruto, ayahnya nggak pulang tepat waktu. Akhirnya, diapun terpaksa makan malam bertiga tanpa kehadiran sang ayah hari itu.
"Dasar ayah sok sibuk. Selalu saja pulang larut malam. Padahal kan, ibu udah capek-capek masak enak. Malah nggak pulang." Gumam si Boruto di meja makan sambil di temani adhik kecilnya, Himawari.
Sambil membawa boneka kesayangannya di pangkuan. Himawari bertanya ke ibunya, "Ibu, apa ayah malam ini nggak pulang makan malam di rumah?"
"Enggak sayang. Ayah sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai hokage. Kelihatannya malam ini pulang larut malam lagi...." Jawab Hinata, ibunya. Sambil mengelus rambut Hima.
"Hokage, hokage, hokage. Menyebalkan sekali hokage itu. Apa dia lupa bahwa hari ini itu hari spesial. Ibu sudah masak banyak, malah nggak pulang." Sela Boruto memotong perkataan ibunya, sambil mengebrak meja lalu bersendekap tangan.
*****
Hm... Sobat, kalian para anime lovers, pecinta Naruto. Pasti dah tahu kan beberapa adegan dalam film anime tersebut. Yang mengisahkan hal yang kurang lebih sama seperti di atas.
Tahukan gimana rasa kesal si Boruto. Kamu pernah merasakannya? Pernah merasa sebal dengan ayahmu. Beliau sering lupa nggak nepati janji, karena sibuk bekerja. Sering pulang larut malam, nggak sempat makan malam bersama di rumah?
Sebel, kesel, pengen marah atau ....
Eits, tunggu dulu Gaes! Jangan marah dulu. Kalian tuh harus juga memahami loh. Kenapa ayah kita berbuat demikian. Itu tuh, sebenarnya adalah wujud kasih sayang beliau ke kamu. Tanggung jawab sebagai seorang ayah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, anak dan istrinya.
Biar kamu tuh, bisa makan makanan bergizi. Makanya, di bela-belain deh kerja sampai lembur-lembur pulang malam. Ngirit ongkos bensin demi kamu. Nahan lapar makan enak, mending bawa bekal seadanya. Uangnya tabung, di sisihkan. Agar kamu bisa beli buku pelajaran dan memenuhi semua kebutuhan sekolahmu.
Gaes, pernah nggak kalian pikir, gimana kerja kerasnya ayah kita. Banting tulang untuk bekerja. Pergi subuh, pulang larut malam. Desak-desakan di atas KRL, tiap hari. Rela beliau lakukan untuk bekerja. Demi mencukupi kebutuhan hidup kita, putra-putrinya.
Berangkat sebelum matahari terbit, pulang saat siang terik. Istirahat sebentar, habis itu balik lagi. Pergi bawa cangkul ke sawah sampe sore. Malam hari masih sibuk nyari pupuk kesana-kemari. Tapi, nggak juga dapat. Capek, lelah, letih. Begitulah nasib ayah kita yang jadi petani di negeri ini. Hm... Pernah nggak kalian bayangkan betapa kerasnya kerja ayah kita?
Lantas, apa pantas kita ngomel-ngomel nggak karuan. Maki-maki ayah kita, hanya karena beliau belum bisa makan malam bareng dengan kita. Belum bisa nepati janji pada kita. Karena ada urusan lain yang lebih penting, seperti bekerja. Apalagi pekerjaan yang nggak bisa di tinggal.
Duh, betapa sedihnya lihat anak nggak tahu diri! Ayahnya sibuk kerja, buat keluarga. Eh, anaknya malah ngabisin waktu untuk hal tak berguna. Mainin Tik Tok, Kiki Challenge dan sejenisnya. Hello... Bukan kamu kan orangnya?
Hayo, apa kamu sering bentak-bentak ayahmu. Sering bohongin beliau. Minta uang, buat foto kopi tugas sekolah. Eh, malah di buat beli paket internet. Habis itu main mobile legend, lupa deh sama tugas sekolah. Bukan kamu kan orangnya. Ya kan?
Kalo itu adalah kamu, kebangetan! Apa kamu nggak bisa memahami dan melihat lebih dekat gimana besarnya tanggungjawab beliau pada keluarganya. Tanggungjawab beliau terhadap pekerjaannya. Apa kamu nggak ngerti? Masak kamu kalah sama si Boruto.
*****
Kamu inget nggak, pada chapter kemarin pas waktu Momoshiki muncul mengobrak-abrik desa Konoha. Akhirnya, Boruto bisa paham dan ngerti gimana tanggungjawab Naruto, ayahnya. Sebagai seorang Hokage, pemimpin desa yang harus melindungi seluruh penduduk desa dari setiap ancaman yang ada. Hingga harus mengorbankan waktu bersama keluarganya.
Akhirnya, Boruto sadar kenapa ayahnya selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai hokage. Kenapa, selalu pulang telat hingga larut malam. Kenapa, nggak pernah makan malam di rumah. Kenapa, kalo nepatin janji kadang sering lupa.
Sebab, ayahnya sedang menunaikan tanggungjawab sebagai pemimpin tertinggi desa Konoha. Melindungi semua warga desa.
*****
Ehem, itu Boruto gaes. Film, cuma film animasi aja. Toh, dia aja bisa paham gimana tanggungjawab ayahnya sebagai Hokage. Pastinya kamu sebagai remaja muslim jaman now, harus lebih paham dong.
Apalagi jika ayahmu, juga seorang penceramah, aktivis dakwah. Wuiih, keren dong! Bangga nggak kamu sebagai putra/putrinya?
Kalo iya, jangan cemberut mulu. Kamu nggak bisa ngabisin waktu bersama sepanjang hari dengan beliau tuh. Yang sabar... Sebab beliau sedang berdakwah, menjalankan amanah langit. Meneruskan aktifitas para nabi dan rasul. Punya ayah kayak gitu kok sedih. Ya enggak layauw...
Bangga kan, kamu punya ayah pekerja keras dan seorang pendakwah? Makanya, jangan sekali-kali membuat beliau marah. Buatlah beliau bangga, sebagaimana bangganya dirimu kepadanya.
Jangan malu-maluin ayah kita. Jangan main mulu, apalagi hape-hapean seharian. Buruan banyakin belajar biar pinter, ngaji biar cerdas. Dapetin ilmu dunia dengan baik, gapai ilmu akherat dengan seksama. Sukses dunia akhirat, kenapa enggak?
Jadi, jangan sekali-kali kita mengecewakan beliau. Ingat! bahwa selain berbhakti pada ibu. Kita tuh juga harus berbhakti kepada ayah juga. Rasulullah bersabda:
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” [HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548]. []

0 Comments:
Posting Komentar