Hasil Ujian Yang Bisa Bikin Ortu Kita Bangga
Oleh: Aziz Rohman (Tim Soeara Peladjar Bangkit!)
SOEARA-PELADJAR.COM - Sobat, apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata ujian, ujian nasional. Senang, ceria atau malah pasang muka sedih, cemberut bin merengut? Waduh, sama dong. Hehe
Belajar dari pagi, siang hingga malem. Nggak cukup! Di tambahi lagi ikut les dan bimbel di sana sini. Semuanya dijalanin dan rela dilakuin hanya demi satu kata, LULUS. Wow, pusing nggak tuh. Yang dipikirin cuma belajar, belajar n belajar. Sampe rela begadang semalaman. Demi apa coba? Demi dapetin predikat satu kata, LULUS.
Dapet nilai jelek takut, apalagi nggak lulus tambah ketakutan. Akhirnya, beragam carapun dilakukan demi dapatkan hasil maksimal. Mulai dari yang belajar dari pagi sampe larut malem hingga nyontek ke temen yang lebih pinter. Woiy, inget ada Allah! Lupa ya, kalo guru agama kita pernah bilang bahwa kita harus jujur, nggak boleh bohong!
Inget apa yang terjadi pada si Joko di ujian semester lalu. Pas hasil ujian di bagikan, hasilnya bikes. Bikin kesel. Gimana nggak kesel, belajar udah. Nyontek ke temen yang pinter udah. Lha kok dapetnya nilai jelek. Hayo, kenapa coba? Yups, mungkin Allah marah sama si Joko sebab dia udah nggak jujur pas ujian semester. Sedih nggak? udah sedih dosa lagi. Pengen coba? Jangan dosanya berat, kamu nggak akan kuat. Aku juga!
Makna di balik ujian
Sobat, kalian musti paham. Sejatinya ujian itu di lakukan untuk meningkatkan level diri kita. Kenapa ada ujian kenaikan kelas atau ujian kelulusan? Sebab kita akan naik ke kelas berikutnya yang lebih tinggi. Andaikan nggak ada ujian maka, kalian mah akan gitu-gitu saja. Nggak akan bisa naik level.
Pengen naik kelas tapi nggak mau ujian, emangnya bisa. Ulangan ataupun ujian sejatinya adalah batu loncatan agar kita layak naik dan berada di level berikutnya. Nggak ada cerita sekarang kelas 7 tahun depan langsung kelas 10. Pasti harus naik kelas 8,9 terlebih dulu. Baru bisa naik kelas 10. Dan di dalam proses kenaikan itu, pasti ada ujian demi ujian. Hingga kamu itu benar-benar layak jadi anak kelas 10. Ya kan.
Nilai itu penting, jujur lebih utama
Sobat, kalian harus paham bahwa ujian di sekolah itu bukan segala-galanya. Nggak usah takut nggak dapet nilai sempurna. Jangan khawatir jika nggak dapat nilai 10, trus ayah bunda bakalan sedih. Woles aja kalee. Justru, mereka lebih bangga jika kita jadi anak yang jujur. Dapet nilai murni hasil kerja keras sendiri.
Betapa bangganya mereka punya anak yang jujur. Sebuah pertanda jika kita adalah anak sholeh-sholehah. Apalagi dalam keseharian kita senantiasa rajin sholat, pinter ngaji, jago baca Alqur’an, giat berdakwah, patuh pada orang tua lagi. Subhanallah, itu yang selalu diidam-idamkan setiap ayah bunda kita. Bukan sekedar dapat nilai bagus, tapi hasil dari nyontek. Trus, kesehariannya jarang sholat, nggak pernah ngaji, nggak pernah mendo’akan orang tua lagi. Apa coba yang bisa di banggakan?
Pengen membanggakan orang tua? Jadilah anak sholeh. Sebab satu dari tiga hal yang selalu dinanti orang tua kita jika mereka telah tiada adalah do’a anak sholeh.
“Jika anak Adam meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang senantiasa berdo’a kepadanya.” (HR. Muslim)
Ujian Sesungguhnya
Sobat, sejatinya hidup ini adalah ujian. Dalam hidup kita boleh berlaku sesuka hati. Tapi Ingat! Semua akan dimintai pertanggungjawaban. Jadilah anak sholeh-sholehah kebanggan kedua orang tua. Sukses di dunia, sukses di akherat.
(sp)

0 Comments:
Posting Komentar