Khutbah IDUL FITRI 1447 H / 2026 M: “Dengan Al-Qur’an Umat Akan Meraih Kemuliaan”

IDUL FITRI 1447 H / 2026 M:

“Dengan Al-Qur’an Umat Akan Meraih Kemuliaan”

 

KHUTBAH PERTAMA

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

 

اَللّٰهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ،

صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اَللّٰهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ هَذَا الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ نَزَّلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانَ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعَامِهِ وكَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلَالِ وَاْلإِكْرَا

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ وَدَعَا إِلَى اللّٰهِ بِدَعْوَتِهِ، وَمَنْ جَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَقًّ جِهَادِهِ اِلَى دَارِ السَّلاَمِ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

 

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, wa lilLâhil hamdu.

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumulLâh.

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan seluruh alam. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabatnya, dan kepada kita semua yang berusaha mengikuti ajaran beliau sampai akhir zaman.

 

AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, wa lilLâhil hamdu.

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumulLâh.

Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang penuh kebahagiaan. Hari bahagia bagi orang-orang yang telah menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah SWT. Setelah sebulan kita menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, maka pada hari ini kita merayakan kemenangan.

 

Dalam Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika kelak bertemu dengan Allah SWT.

 

Hadis tersebut mengajarkan kepada kita semua bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Kebahagiaan saat berbuka adalah tanda bahwa kita telah menjalankan perintah Allah dengan sabar. Sedangkan kebahagiaan ketika bertemu Allah adalah balasan besar yang Allah siapkan bagi orang yang menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh. Karena itu, Idul Fitri menjadi waktu bagi kita untuk melihat kembali apakah puasa Ramadhan benar-benar membawa perubahan dalam diri kita menjadi lebih sabar, lebih peduli, dan lebih baik kepada sesama.

 

AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, wa lilLâhil hamdu.

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumulLâh.

Di antara nikmat besar yang Allah berikan kepada kita adalah hadirnya bulan Ramadhan. Bulan ini sangat mulia karena pada bulan inilah Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, yang mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah.

 

Karena itu, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ramadhan juga menjadi waktu bagi kita untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an: membacanya, memahami isinya, dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab jika Al-Qur’an kita jadikan pedoman hidup, insyaAllah hidup kita akan lebih terarah, lebih tenang, dan penuh keberkahan.

 

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumulLâh.

Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Allah SWT berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ

 

“Kami telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS. an-Nahl [16]: 89).

 

Dalam hal ini, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Al-Qur’an berisi petunjuk bagi kehidupan manusia, baik dalam urusan agama maupun kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam mencari rezeki, Allah mengajarkan agar manusia mencari dengan cara yang benar, dengan cara yang halal. Allah berfirman:

وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا

 

“Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (QS. al-Baqarah [2]: 275).

 

Selain itu, Allah juga mengingatkan kepada kita semua agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja:

كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْ

“…Agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja.” (QS. al-Hasyr [59]: 7).

 

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumulLâh.

Islam mengajarkan agar kekayaan tidak hanya dinikmati oleh orang kaya saja, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, dalam Islam ada perintah zakat, infak, dan sedekah. Tujuannya apa? agar sebagian harta yang kita miliki bisa membantu fakir miskin, orang yang kesulitan, dan mereka yang membutuhkan.

 

Dengan cara itulah harta bisa berputar di tengah masyarakat dan membawa keberkahan. Namun jika orang hanya menumpuk harta untuk dirinya sendiri dan tidak peduli kepada orang lain, maka kesenjangan akan semakin besar dan keberkahan hidup pun. Karena itu, Al-Qur’an sebenarnya memberikan petunjuk agar kehidupan manusia berjalan dengan adil, seimbang, dan penuh keberkahan.

 

Rasulullah SAW juga mengingatkan agar umat Islam selalu berpegang pada dua pedoman utama. Beliau bersabda yang artinya:

Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik).

 

Karena itulah, setelah Ramadhan berlalu dan kita merayakan Idul Fitri, semoga hubungan kita dengan Al-Qur’an tidak ikut berlalu. Semoga kita tetap membaca, memahami, dan berusaha menjalankan ajaran Al-Qur’an dalam seluruh aspek kehidupan.

 

AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, wa lilLâhil hamdu.

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumulLâh.

Sejarah menunjukkan bahwa ketika umat Islam benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, maka lahirlah kehidupan yang lebih baik: masyarakat menjadi lebih adil, lebih aman, dan lebih sejahtera. Namun ketika manusia mulai menjauh dari petunjuk Al-Qur’an, berbagai masalah muncul seperti kemiskinan, ketimpangan antara yang kaya dan miskin, korupsi, serta kerusakan moral di masyarakat.

 

Karena itu, kemuliaan umat Islam tidak akan kembali jika kita menjauh dari ajaran Al-Qur’an. Umat akan kembali kuat dan mulia jika menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan, baik dalam urusan pribadi, masyarakat, maupun dalam mengatur kehidupan bersama, bernegara.

 

Demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam khutbah pada kesempatan ini. Jika ada kebenaran dalam apa yang saya sampaikan, itu semua berasal dari petunjuk Allah dan ajaran Rasul-Nya. Sedangkan jika ada kekurangan, itu berasal dari keterbatasan saya sebagai manusia.

 

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللّٰهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

KHUTBAH KEDUA

 

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

 

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

 

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَ بَعْدَهُ

فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، تَمَسَّكُوْا بِاْلإِسْلَامِ فِيْ كُلِّ حِيْنٍ،

 وَاتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, AlLâhu akbar, wa lilLâhil hamdu.

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumulLâh.

Marilah kita berdoa, memohon dan bermunajat kepada Allah SWT. Semoga Allah mengabulkan permohonan kita. Semoga Allah memberikan kita kesabaran dan keikhlasan, menguatkan ketaatan kita, melanggengkan ketakwaan kita dan meneguhkan kita untuk tetap istiqamah di jalan-Nya.

 

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:  إِنَّ اللّٰهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَذُرِيَّاتِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

اَللَّهُمَّ حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا نَاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَامَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

 

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَ لِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَ صِغَارًا اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

اللّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا، مُوَافِقًا بِأَحْكَامِكَ وَخَالِصًا لِوَجْهِكَ

 

اَللّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَكُلَّ أَعْمَالِنَا الصَّالِحَاتِ، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاعْفُوْا عَنَّا تَقْصِرَاتَنَا وَارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِيْ الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِيْ الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِيْ الْعِلْمِ، وَبَارَكَةً فِيْ الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

 

، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَةِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَعَفْوًا عِنْدَ الْحِسَابِ

اَللّٰهُمَّ يَا مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُهْزِمَ اْلأَحْزَابِ، إِهْزِمِ الْيَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ وَصَلِيْبِيِّيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَرَأْسَمَالِيِّيْنَ وَاَعْوَانَهُمْ وَاِشْتَرَاكِيِّيْنَ وَشُيُوْعَهُمْ

 

اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

اَللّٰهُمَّ أَنْجِزْ لَنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رَسُوْلِكَ بِعَوْدَةِ دَوْلَةِ الْخِلاَفَةِ الرَّاشِدَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ، وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ لِإِقَامَتِهَا، بِإِذْنِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا واِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

وَسُبْحَانَكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰه رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 


0 Comments:

Posting Komentar