War of History


 Berbicara terkait perang dalam Islam, maka erat kaitannya berbicara tentang membunuh. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah hukumnya membunuh di dalam Islam? Apakah boleh atau tidak? Atau seperti apa?


Nah, sebelum melangkah jauh kesana. Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa setiap muslim itu terikat dengan hukum syara'. Yang mana setiap amal perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Jika benar menurut hukum syara', maka diperbolehkan dilakukan dan berpahala. Namun, jika perbuatan tersebut itu salah dan dilarang menurut hukum syara', maka hal tersebut itu dilarang. Dan setiap yang berpahala pasti mengantarkan kita ke surga, sebaliknya setiap pulang berdosa akan mengantarkan kita ke neraka.


Nah, terkait hukum membunuh di dalam Islam. Hukumnya yang saya pahami adalah tergantung. Tergantung ada alasan syar'i atau tidak. Jika membunuh tanpa ada alasan syar'i yang membenarkan, tentu dilarang. Namun, jika ada alasan syar'i yang membenarkan, seperti membela diri. Maka, diperbolehkan. Bahkan, bisa berpahala jika memang membunuh orang-orang dzalim yang melakukan pembunuhan terhadap diri kita dan kita membela diri karenanya. Persis sebagaimana yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di Palestina saat ini. Mereka membela diri dari penjajahan zionis Israel. Maka, tentu saat pejuang palestina membunuh para penjajah. Hal tersebut diperbolehkan, bahkan hukumnya wajib bagi mereka disana untuk mengangkat senjata dan berperang melawan penjajah Israel. 


Meski demikian, jika konteks tersebut di terapkan di negeri kita Indonesia untuk sekarang (Maret 2013). Maka, saya pikir kurang tepat. Sebab biar bagaimanapun Indonesia saat ini bukanlah medan perang. Dan dilarang keras melakukan pembunuhan di Indonesia atau di negeri-negeri yang lain tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh hukum syara'.


وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا  فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ  عَذَابًا عَظِيْمًا


Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya. [QS. An-Nisa': Ayat 93]


Dakwah


Sesungguhnya agama Islam itu diturunkan sebagai rahmatan lil alamiin, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu sangat tepat jika Islam itu harus disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Meski demikian, harus dipahami bahwa hal tersebut harus dilakukan dengan cara yang benar dan tidak boleh memaksa. Setiap manusia harus tersadarkan dengan kebenaran Islam dan menjadi tugas setiap kaum muslimin untuk mendakwahkan agamanya terhadap semua manusia. Sebagai wujud kasih sayang kepada mereka.


وَمَاۤ  اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَآفَّةً  لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ


Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [QS. Saba': Ayat 28]


Sejatinya kalo kita melihat sejarah bagaimana perkembangan Islam tersebar luas hingga ke negeri kita Indonesia, semuanya adalah berkat dakwah para Walisongo, para alim ulama terdahulu. Yang karena respon yang sangat bagus dari penduduk Nusantara. Maka, Islam bisa berkembang dengan baik tanpa harus melalui jalan peperangan.


Kita tidak boleh menutup mata, memang ada sebagian negeri kaum muslimin saat ini yang dulu saat Islam disebarluaskan disana harus melalui jalan peperangan. Misalkan di daerah bekas kekuasaan kerajaan Persia. Namun, harus dipahami juga bahwa peperangan yang dilakukan saat itu tidak asal perang. Namun, ada beberapa langkah dan adab-adabnya. Diantaranya sebelum berperang, pasukan kaum muslimin mengirimkan surat kepada penguasa setempat dengan tiga pilihan. Pertama; diajak masuk Islam, jika mau Alhamdulillah. Jika tidak mau maka akan ada pilihan kedua; mereka harus membayar jizyah, sebagai bukti ketundukan atas kekuasaan kaum muslimin. Dan mereka akan dilindungi jiwa dan raganya oleh kaum muslimin. Jika tidak mau maka ada pilihan ketiga; yakni diperangi. Namun yang diperangi bukan semua penduduknya. Melainkan yang diperangi hanyalah pasukan perang dan orang-orang yang menghalangi dakwah Islam. Sebab esensi sebenarnya dari dakwah dan tersebarnya Islam adalah agar mengajak mereka merdeka. Membebaskan penghambaan kepada mahluk, menjadi penghambaan hanya kepada Allah SWT saja.


Sejarah mencatat, setiap negeri yang dikuasai oleh kaum muslimin pasti akan sejahtera. Mengapa demikian? Sebab esensi sebenarnya adalah tadi agar mereka mengenal Islam dan menerapkan aturan Islam. Sehingga negeri yang dibebaskan tersebut nanti akan dikelola dan diatur dengan hukum Islam. Persis sesuai negeri asalnya, tidak dibedakan. Hal ini berbeda dengan penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang Eropa ke dunia timur di abad pertengahan dulu. Dimana mereka datang untuk mengeruk habis kekayaan negeri yang dijajahnya. Diambil semua sumber daya alamnya dan diperbudak rakyat-rakyatnya. Islam tidak demikian, Islam berbeda! Sebab setiap negeri yang di dakwahkan Islam disana pasti akan sejahtera. Seperti Nusantara contohnya atau negeri-negeri di Afrika Utara. Negeri tersebut tercerahkan oleh Islam dan makmur karenanya.


اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ  وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ  ؕ  اِنَّ  رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ


Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

[QS. An-Nahl: Ayat 125]


Jadi, yang menjadi perhatian kita paling utama adalah bagaimana agar Islam bisa tersebar luas ke seluruh penjuru dunia. Dan jika boleh berharap, saya ingin sekali agar hal tersebut bisa dilakukan dengan cara yang damai. Persis sebagaimana tersebar luasnya Islam di bumi Nusantara. Namun, jikalaupun ternyata jika ada penghalang dalam dakwah. Bukan tidak mungkin peperangan melawan kebatilan dan kedzaliman itu akan dilakukan oleh umat Islam. Meski demikian, dengan dakwah yang baik, penuh hikmah dan pengajaran yang baik. Harusnya setiap manusia bisa tercerahkan dan masuk Islam karenanya. Wallahu alam bish shawab. []

@masazizrohman

0 Comments:

Posting Komentar