Pemimpin
Setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Menjadi pemimpin memang tidak mudah, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ibarat kita ingin mengajak berlari, jika yang dipimpin tidak siap. Apalah daya...
Pemimpin harus menjadi teladan. Dengan teladan yang baik dan benar tentunya.
Tidak mudah memang menjadi seorang pemimpin. Namun, bisa saja terjadi di suatu masa. Sebuah kepemimpinan diperebutkan. Banyak orang berlomba-lomba menjadi seorang pemimpin. Semua calon pandai berbicara dan bertutir kata. Namun, setelah jadi malah suka lupa diri. Ra sumbut karo omongane. Lain di mulut, lain di hati, lain pula di perbuatannya. Astaghfirullah... Ada seperti itu? Bisa saja ada dan terjadi...
Bisa juga terjadi dalam satu masa. Banyak orang yang menolak menjadi pemimpin, sebab takut akan pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Namun, orang-orang mendorong dan memaksanya menjadi pemimpin. Semua meminta, semua memaksa, semua ridha. Namun, namanya juga manusia. Dengan berbagai karakter yang dimiliki. Kadang, gaya kepemimpinannya tidak disukai oleh yang dipimpin. Aneh memang, mereka yang meminta dirinya memimpin. Giliran dipimpin malah nggak mau taat. Malah memperdebatkan gaya kepemimpinannya. Lucu? Iya. Tapi itu bisa saja terjadi. Namanya juga manusia...
Lebih aneh lagi jika ini terjadi. Ada orang tidak memiliki kapasitas kepemimpinan diangkat menjadi pemimpin. Sudah jadi, eh nggak bisa memimpin. Giliran dikasih masukan, enggak mau. Udahlah kepemimpinannya amburadul, sok paling benar pula. Waduh, angel wes. Angel. Angel tuturane...
Bisa dibayangkan berapa banyak jumlah orang yang akan 'misuh-misuh' (bahasa Jawa: berkata kotor) tentang kepemimpinan dirinya. Berapa banyak pula orang yang marah-marah pada dirinya. Astaghfirullah... Ada pemimpin seperti itu? Bisa saja terjadi. Namanya juga manusia...
Meski begitu. Yang namanya manusia, kita juga tidak boleh berpasrah diri begitu saja. Sudah seharusnya kita itu dipimpin oleh orang yang bener, memimpin orang yang bener dan dipimpin oleh sistem serta aturan yang bener. Aturan hidup dari sang Maha pencipta.
Betapa indahnya jika yang dipimpin memahami kekurangan dan kelebihan pemimpinnya. Yang memimpin juga memahami bagaimana cara memimpin yang benar dan sesuai aturan. Mereka akan saling bekerjasama dengan baik. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Semua hal yang berbeda, dikembalikan kpd aturanNya. Hukum syara', aturan hidup yang dibuat Allah SWT untuk manusia, mahluk hidup ciptaannya.
Nah, begitulah pemimpin dengan segala macam kekurangan dan kelebihan kepemimpinannya. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga diri kita dari setiap kepemimpinan yang dzalim! Menegakkan kepala kita untuk berani memberikan nasehat bagi setiap pemimpin yang salah dalam mengambil keputusan dan kebijakan kepemimpinan dirinya. Duh, betapa indahnya hidup ini jika kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan dan kebajikan. Serta saling menasehati dalam kebenaran, kebaikan dan kesabaran... []
@masazizrohman
0 Comments:
Posting Komentar