Bertanya Biar Paham

Berilmu sebelum beramal, ya begitulah nasehat guru kami dahulu. Bahkan kalo bisa jangan segan-segan bertanya meski itu kepada mereka yang lebih muda. Ya kan belajar bisa kepada siapa saja. Jika memang tidak bisa dan belum paham, sebaiknya bertanya agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.


Hari inipun sama, tepat setelah sholat magrib dan sebelum tarawih saya mendapat telpon dari bapak. Sederhana sih, namun sangat berkesan. Ya, sekali lagi beliau mengajarkan satu hal. Pahami sebelum berbuat, berilmu sebelum beramal, jika sudah tahu akan lebih enak saat menyampaikan.


Hari ini bapak dapat amanah untuk menjadi imam tarawih di salah satu mushollah. Sebenarnya biasa saja sih, karena hampir setiap tahun biasanya beliau juga menjadi imam tarawih. Hanya saja kali ini di mushollah yang terbiasa dengan jumlah rakaat 11 raka'at, 8 raka'at tarawih + 3 raka'at witir. Biasanya sih beliau menjadi imam di mushollah yang menyelenggarakan 23 rakaat, 20 raka'at tarawih dan 3 witir. Karena baru pertama disana akhirnya beliau bertanya kepada saya. Bukan apa-apa sih, karena itu adalah tempat saya belajar ngaji dulu saat kecil. Pas sudah dewasa beberapa kali saat ramadan tiba, saya juga pernah mendapat amanah menjadi imam tarawih disana. Dan untuk ramadan 1444 H /2023 M tahun ini bapak saya memiliki jadwal untuk menjadi imam tarawih disana.


Sebenarnya bukanlah hal baru bagi beliau untuk menjadi imam sholat tarawih. Hanya saja ya itu tadi biasanya dengan 23 raka'at, sekarang akan menjadi imam dalam kebiasaan masyarakat yang 11 raka'at. Jadi, sebagai bentuk persiapan biaya bertanya kepada saya. Kebiasaan disana seperti apa, masyarakatnya biasanya suka bacaan surat yang bagaimana dan seperti apa. Jleb! Mengigatkan kembali pada diri ini. Bahwa berilmu sebelum beramal itu sangat penting sekali, memiliki maklumat/pemahaman sebelumnya itu juga penting. Agar apa? Agar yang kita lakukan itu bisa diterima oleh mereka yang menjadi target dakwah kita. Agar orang yang kita pimpin itu ridha dengan kepimpinan kita. Dan ini sangat penting sekali untuk dipahami oleh setiap imam atau pemimpin. Memahami setiap kebiasaan dari yang dipimpin, sehingga nantinya akan memudahkan dalam hal memimpin mereka. Tentu, dalam perkara kebiasaan yang dibenarkan dalam hukum syara'.


Disamping itu satu pelajaran dan nasehat yang bisa saya ambil disini adalah jangan segan untuk bertanya. Ya, jangan malu-malu bertanya. Jika memang tidak tahu dan belum paham, bertanyalah! Kepada siapapun itu, jangan malu dan jangan gengsi saat bertanya. Karena jelas, dengan bertanya tersebut kita akan memahami sesuatu dan dengan bekal itulah nantinya setiap apa yang kita lakukan, apapun itu. Pasti akan diberikan kemudahan. Insyaallah...


Jadi, terimakasih bapak. Terimakasih atas ilmu yang telah engkau ajarkan kali ini. Semoga bapak sehat terus selalu, selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan. Aamiin ya rabbal alamiin [] @masazizrohman

0 Comments:

Posting Komentar