5 Gembok Mental Penghambat Kesuksesan
Seseorang mengatakan "tidak bisa". Sebenarnya persoalannya bukan karena tidak bisa, tapi karena tidak mau. Karena dia tidak mau, maka dia menjadi tidak bisa.
Seseorang itu bertindak, berbuat dan berperilaku sesuai dengan pemahaman yang dimilikinya. Jika dia sudah berpikir bahwa dia tidak bisa, lalu tidak mau mencoba, dia tidak mau belajar. Maka, bisa dipastikan nantinya dia tidak akan bisa meraih sebuah goal/target yang ingin diraih. Bukan karena tidak bisa, tapi karena mainset atau cara pandang yang keliru. Sehingga menyebabkan dia tidak mau. Karena dia tidak mau, maka dia menjadi tidak bisa.
Ada beberapa penghambat yang seringkali membuat kesuksesan itu susah hadir pada diri kita. Ada 5 gembok mental yang menghambat kesuksesan seseorang:
1. Pikiran negatif
Saat kita ingin meraih sebuah impian atau cita-cita, maka jangan sekali-kali berpikiran negatif. Harus positif thinking, karena dengan berpikiran positif nantinya perjalan hidup kita menjadi plong, lepas, bebas dan bisa menjalani hidup tanpa beban.
Tidak akan memunculkan banyak alasan yang dibuat-buat saat menghadapi sebuah kesulitan. Tidak akan berkata oh saya jadi begini karena ini. Saya gagal karena ini dan itu. Dan semuanya diawali dari pikiran negatif. Makanya, ubah cara pandang kita. Positif thinking! Percaya bahwa Allah SWT itu telah memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Maka, jangan disia-siakan begitu saja.
2. Usia
Seringkali usia menjadi sebuah alasan untuk meraih kesuksesan. Karena sudah tua, karena tidak muda lagi makanya sulit bagi saya meraih sukses. Buang! Buang alasan itu. Jangan jadikan alasan usia menjadi tembok besar penghalang kesuksesan. Merasa sudah tua lantas membuat dirimu malas dan tidak mau untuk berjuang. Nggak boleh! Kamu harus terus berjuang untuk meraih sebuah kesuksesan. Usia hanya sekedar angka-angka, jangan jadikan sebuah alasan untuk meraih kesuksesan.
3. Kesehatan
Oh karena saya sakit, maka saya pasti kesulitan meraih kesuksesan. Oh karena saya cacat, maka saya kesulitan. Hm... Tahu nggak sih kamu! Diluar sana banyak sekali orang-orang yang terlahir dengan berbagai kekurangan, tapi mereka terus berjuang dan meraih kesuksesan. Lantas, mengapa kesehatan dijadikan alasan untuk berjuang meraih sukses? Bukankah kita masih bisa bernafas kita disebut masih hidup. Maka, teruslah berjuang semaksimal mungkin. Jangan jadikan kesehatan menjadi alasan kita tidak mau belajar. Jangan jadikan alasan kesehatan kita malu untuk belajar dan berjuang. Buang egomu itu! Terus berjuang dan raihlah kesuksesan!
4. Latar belakang pendidikan
Banyak orang yang selalu mengeluh karena pendidikannya rendah, lantas merasa buat apa berjuang toh nanti kalah dengan yang berpendidikan tinggi. Salah! Itu salah besar, pendidikan itu memang penting. Namun, bukan segala-galanya. Tidak setiap goal/target hidup itu dipengaruhi sebuah latar pendidikan yang tinggi. Ada loh orang yang lulusan perguruan tinggi, namun setelah lulus dia malah menjadi pengangguran. Tapi, ada juga yang tidak pernah sekolah, namun ternyata hidupnya sukses. Jadi, apa pelajarannya! Kesuksesan itu tidak melalu didasari oleh latar belakang pendidikan. Sehingga jangan jadikan selembar kertas ijazah sebagai alasan tidak mau belajar. Belajar bisa dimana saja dan jangan jadikan alasan latar belakang pendidikan menjadi penghambat dirimu meraih kesuksesan.
5. Nasib
Jangan sekali-kali menyalahkan nasib saat dirimu tidak sukses. Sesungguhnya jika hal itu dilakukan, maka akan membuat dirimu stagnan dan tidak mau berubah. Alasannya karena nasib, sehingga dirimu tidak mau berubah. Akhirnya apa? Dirimu akan gitu-gitu saja sampai kapanpun. Sampai kiamatpun kamu tak akan pernah sukses jika nasib kamu jadikan menjadi sebuah alasan tak mau belajar dan berkembang. Jangan salahkan nasib jika dirimu gagal. Jika gagal, terus coba lagi, coba dan coba lagi. Jika kamu bersungguh-sungguh pasti kesuksesan akan datang menghampirimu.
Buang jauh-jauh alasan nasib. Sebab karena alasan itulah kamu tidak mau berubah. Ingat! Sukses itu bukan karena kamu tidak bisa, tapi karena kamu tidak mau. Mengapa kamu tidak mau? Karena kamu menjadikan nasib sebagai pembenaran agar dirimu tidak berubah dan tidak sukses!
Please, coba kita renungkan firman Allah SWT berikut ini:
" ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ؕ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
[QS. Ar-Ra'd: Ayat 11]
@masazizrohman
0 Comments:
Posting Komentar