Kriteria Memilih Istri

 Oleh: Ust. Abu Zaid


Wahai Para Pemuda Janganlah Engkau Nikahi Wanita Wanita Ini.


Sobat Sakinah, memilih istri adalah untuk membangun keluarga sakinah dunia akhirat. Bukan hanya untuk beberapa hari saja. Juga untuk membangun keluarga bahagia bukan neraka rumah tangga. Karenanya harus memilih muslimah yang memiliki syarat syarat atau kriteria yang sesuai tujuan pernikahan. Jadi bukan sekedar mengejar cantik dan memuaskan secara fisik saja. 


Tidak semua muslimah memiliki kriteria layak untuk menjadi istri. Diantaranya adalah apa yang diungkapkan oleh Hujjatul Islam Imam Al Ghozaly dalam Ihya Ulumuddin. 


Dalam Ihya’ Ulumidiin, Imam Al-Ghazali rahimahullah menyebutkan ada enam karakter wanita muslimah yang tak layak jadi istri:


قَالَ بَعْضُ العَرَبِ (لاَ تَنْكِحُوا مِنَ النِّسَاءِ سِتَّةٌ لاَ أَنَّانَةَ وَلاَ مَنَّانَةَ وَلاَ حَنَّانَةَ وَلاَ تَنْكِحُوْا حَدَّاقَةَ وَلاَ بَرَّاقَةَ وَلاَ شَدَّاقَةَ)


Sebagian orang Arab berkata, janganlah menikahi enam wanita: annaanah, mannaanah, hannanah, haddaqah, barroqoh, dan syaddaqah.


Adapun annanah, dia adalah wanita yang banyak mengeluh dan mengaduh, dia seperti membalut kepalanya dengan perban setiap waktu. Jika wanita ini dinikahi sama saja menikahi orang sakit atau orang yang pura-pura sakit, tidak ada kebaikan bagi suami.


Adapun mannanah, dia adalah wanita yang terus mengungkit kebaikan-kebaikannya pada suaminya, ia berkata, “Aku sudah melakukan ini dan itu karenamu.”


Adapun hannanah, dia adalah wanita yang merindukan suami yang lain atau anak dari suami yang lain.


Adapun haddaqah,dia adalah wanita yang memandang tajam segala sesuatu dengan biji matanya, ia tertarik sehingga membebani suaminya dalam belanja. [Pendek kata, ia boros dan konsumtif. Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami].


Adapun barroqoh, ada dua makna dalam hal ini.


Pertama, ia adalah tipe wanita yang sepanjang hari mengilapkan wajahnya, berhias diri, supaya wajahnya berkilau, bersinar, dan itu dibuat-buat.


Kedua, ia adalah tipe wanita yang sering marah pada makanan, ia tidaklah makan kecuali sendirian, kalau makan pun hanyalah sedikit. Ini adalah kosakata Yamaniyah. Mereka menyebut istilah ini untuk anak kecil yang marah ketika makan.


Adapun syaddaqah (secara bahasa artinya: lebar sudut mulutnya), ia adalah tipe wanita yang banyak bicara, dalam hadits disebutkan, “Allah membenci orang tsartsarin (banyak cakap) mutasyaddaqin (banyak bicara).”


Sobat sakinah jika salah satu karakter wanita ini dijadikan istri maka hampir pasti tujuan keluarga sakinah akan melayang. Dan suaminya akan jatuh pada kondisi nestapa dan derita berkepanjangan. Bahkan bisa menghancurkan hidupnya dunia akhirat. Waspadalah... waspadalah.. waspadalah.


Selamat berjuang Sobat semoga selalu sakinah.

0 Comments:

Posting Komentar