Awas! Game Online Bisa Merusak Masa Depanmu..

 Oleh: Aziz Rohman 


Ngomongin soal bocil-bocil jaman now. Nggak afdhol kalo nggak ngomongin soal game. Yups, game online. Mulai dari Mobile Legend, PUBG sampe Free Fire dan sejenisnya. Pasti wow banget deh... Aku sendiri juga heran. Why? Mengapa sih kok para remaja kita kalo sedang pegang HP, sinyal lancar. Khusyuk banget main gamenya. Mengapa hayo? Hm... Sadar atau enggak, nyatanya game online udah menjadi sebuah kewajiban yang harus ada di hari-hari mereka. Sehari nggak main game, rasanya gimana gitu. Pernah saya nanya sama salah satu bocil sebelah rumah. Pilih mana nggak makan seharian atau nggak nge-game seharian? Apa jawabannya, mending nggak makan seharian. Waduh, tanda-tanda nih. Udah kecanduan game. Hm...


Dalam satu kesempatan ada yang nanya ke saya, "Mas mas... Banyaknya bocil yang pada main FF khusyuk banget. Betah dari jam 7 lagi sampe 12 siang. Itu gimana mas, positif ato negatif. Satu sisi ortu seneng anaknya nggak kelayapan. Disisi lain kok jadi nge-game terus seharian?"

Hm... Sejenak saya menghela nafas panjang. Menanggapi kasus ini maka, ada baiknya kita perhatikan apa kata WHO. Itu tuh, sang badan kesehatan dunia. Yang dalam rilisnya tahun 2018 dalam dokumen ICD-11. Ternyata, menyebutkan bahwa kecanduan game itu termasuk dalam kategori gangguan kesehatan jiwa alias sebagai gangguan mental. Dan kalo udah kecanduan dampaknya bisa sangat fatal. Menurut situs theconversation.com (4/7/2018). Di Amerika Serikat Sono. Ada bapak-bapak 35 tahun yang udah punya tiga anak (mungkin masa kecilnya kurang bahagia) tewas gara-gara main game 22 jam nonstop. Ada juga di Cina, pemuda 20 tahun tewas karna main game King of Glory. Sembilan jam per hari selama lima bulan. Waduh, ngeri nggak? 


Tapi mas, itu kan di luar negeri! Tunggu, tunggu... Wait, disini juga ada loh kejadian sejenis. Tepatnya beberapa waktu kemarin. Menurut situs merdeka.com (4/3/2021) di Subang, Jawa barat. Remaja 12 tahun, sekitar kelas 1 SMP dikabarkan meninggal akibat kecanduan game. Usut punya usut, karna seringnya nge-game di HP setiap siang dan malam hari. Hingga iapun tidurnya sampai dininhati jam 03.00 pagi. Waduh... Akibatnya, syaraf teman kita itu bermasalah karena radiasi HP dan akhirnya ia meninggal. Innalilahi wa innailaihi rajiun....


Nah, ini harus menjadi pelajaran nih buat kita semuanya. Bahwasanya. Kan Eman dan sangat disayangkan jika usia muda kita. Usia produktif kita, kita habiskan hanya untuk nge-game. Dihabiskan untuk hal yang sia-sia dan unfaedah. Makanya bro! Pikir dulu sebelum bertindak. Jangan asal seneng aja, pikirin dampak dan akibatnya buat masa depanmu!


Tapi mas, game itu udah kayak sebuah kebutuhan buat teman-teman kita sekarang. Gimana dong nyikapinya? Oke games, disini saya ingin mengingatkan kembali bahwa kepribadian seseorang itu sangat dipengaruhi sama pola pikir dan pola sikapnya. Jika pola pikir dan pola sikapnya baik. Insyaallah akan menghasilkan kepribadian yang baik. Kalo ingin memiliki kepribadian yang islami gimana? Ya jelas kita harus punya pola pikir dan pola sikap yang islami pula. Itu udah otomatis! Makanya, dalam kasus beginian. Para ortu, guru dan pejabat terkait harus juga memahami bagaimana kondisi dan karakter remaja jaman now. Sehingga mampu membuat sebuah formula pendidikan dan kebijakan yang mampu mengakomodir keinginan teman-teman kita. Tetap bisa menghabiskan masa mudanya dengan cara yang menyenangkan. Tapi, tetap bermanfaat dan berpahala. Ibaratnya, mereka bersenang-senang. Tapi, tetap memiliki nilai. Gairah semangat jiwa muda mereka harus disalurkan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan berpahala. Jangan sampai energi dan potensi besar mereka tersalurkan untuk hal-hal yang nggak berguna. Hingga mengancam masa depan mereka!


Setiap pemuda harus bisa berpikir sebelum berbuat. Paham akan konsekuensi dari setiap keputusan yang akan diambilnya. Dan ini butuh sebuah edukasi dari banyak pihak. Makanya, masjid itu harus dibuat senyaman dan semenyenangkan mungkin bagi para pemuda. Agara apa? Agar tongkrongan mereka itu bukan di warnet atau cafe-cafe WiFi. Tapi, di masjid untuk ngaji dan belajar ilmu agama. Memang sih belajar agama bisa dimana aja. Namun, kita juga harus paham bahwa diantara 7 golongan yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat saat tidak ada lagi naungan dariNya adalah pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah SWT. Selalu rindu untuk hadir di majelis ilmu dan belajar tentang Islam, hingga bisa menjadikan ia layaknya seorang penghuni surga. Insyaallah...[]

0 Comments:

Posting Komentar