Antara Fiki Naki dan Dayana, Ayus dan Nissa Sabyan. Ada Apa Dengan Netizen Indonesia?
Oleh: Aziz Rohman
Sobat, sebenarnya aku juga heran kenapa sih beberapa hari terakhir ini sering banget media kita membicarakan tentang mereka. Dan yang nggak habis aku pikir, ituloh reaksi para netizen yang masyaallah omongannya kasar, menghina dsb. Waduh, ada apa dengan netizen Indonesia? Hm....
Btw, sebelum kita bahas lebih lanjut. Pertama, kamu nih yang baca tulisan ini. Udah pada tahu belum siapa Fiki Naki dan Dayana? Yups, betul banget! Jika kamu aktif di YouTube kamu pasti dah tahu kan gimana Channelnya Kang Fiki yang suka main ke Ome TV hingga ketemu Dayana yang asalnya dari Kazakhstan sono. Terus yang kedua, Soal Ayus dan Nissa Sabyan kalian pas udah pada kenal kan? Itu tuh, grub gambus yang sempat tranding beberapa tahun terakhir. Apalagi saat membawakan lagu Deen Assalam. Yang dimulai dengan intro, "Hmm...hm...hmmm....... Killaha Dil Art Mataqfi Masahah... Dst " Dah tahu kan kalian? Oke fiks, jadi sabyan itu nama grub ya. Bukan nama marga, soalnya ada beberapa beberapa teman aku ada yang yangka gitu. Dikiranya Ayus dan Nissa itu kakak beradik, padahal bukan.
Nah gaes, disini aku nggak mau bahas soal Fiki sama Dayana itu begini atau begitu. Ataupun soal isu perceraian Ayus Sabyan yang katanya begini dan begitu. Namun, aku mau mengingatkan beberapa hal ke kalian bahwa jika kita lihat secara cermat apa yang terjadi diantara mereka tersebut adalah berawal dari interaksi dengan lawan jenis. Oke fiks! Interaksi dengan lawan jenis.
Nah, tentang hal ini kalian musti paham bahwa sejatinya untuk kehidupan pria dan wanita itu terpisah. Dan mereka tidak berinteraksi kecuali untuk keperluan yang diperbolehkan menurut hukum syara'. Misalkan; Pendidikan, pekerjaan, haji atau jual beli.
Makanya, karena Islam itu punya aturan hidup yang super komplit. Dalam interaksi laki perempuan pun ada aturannya. Islam mengatur banyak hal agar syahwat kita ke lawan jenis nggak muncul gitu aja. Diantaranya kita harus menjaga pandangan, perempuan harus berjilbab saat di ruang umum, bagi muslimah tidak boleh bepergian sehari semalaman jika tidak disertai mahramnya, dilarang berkhalwat, dsb. Jika hal-hal tersebut diperhatikan dengan baik, maka saya pikir tidak akan ada tuduhan macem-macem antara laki dan perempuan yang bukan mahramnya.
Dan kemudian, harus dipahami juga bahwa kita ini hidup di jaman now. Yang semua serba canggih dan online onlininan. Maka, saat berselancar di dumay alias dunia maya pun kita juga musti berhati-hati. Karena tidaklah dibenarkan jika kita berselancar di dunia maya, maka kita bisa bicara apa saja dan tidak terkena dosa. Tidak! Sebab baik di dunia nyata atau maya, aktifitas kita bisa berbuah pahala dan juga dosa. Jika tidak sesuai dengan syariat Islam.
Makanya, saat bermain sosmed apapun itu aplikasinya. Kita wajib bijak dan berhati-hati. Nggak boleh sebar berita bohong alias hoax, menuliskan atau mengatakan kata-kata kotorpun juga nggak boleh. Selain itu, saat berinteraksi sama lawan jenis. Kita juga nggak boleh memuji kecantikan, merayu lawan jenis. Sebab itu bukanlah sesuatu yang dibenarkan menurut hukum syara'.
Jadi, sampe sini kamu paham kan. Dan kira-kira apa yang dilakukan oleh youtuber tersebut dibenarkan atau tidak di dunia maya? Silahkan nilai sendiri. :)
Pun demikian, interaksi kita dengan lawan jenis sudah ada tanda-tanda mengarah pada hal-hal yang tidak di benarkan dalam hukum syara'. Maka segera akhiri, jangan dilanjut karna nanti akan berujung dosa! Trus, kalo suka dengan lawan jenis bagaimana? Ya dinikahi, bereskan! Tapi dia kan sudah beristri. Ya kan laki-laki boleh menikah dengan 2, 3, maksimal 4 perempuan. Tapi kalo satu saja cukup, ya gpp.
Meski demikian, jika kita melihat dari berita-berita seputar mereka tersebut diatas. Kadang, saya ikut bersedih. Karena, sebagian besar para netizen pada sok tahu dan langsung menuduh si Fulan ini begini, si Fulanah begitu dst. Akhirnya, hal inipun mengakibatkan bencana ghibah massal di dunia maya! Astaghfirullah.... Padahal, aktifitas ini juga termasuk dosa. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)
Oke gaes. Makanya disini aku mau ngingetin kamu-kamu semuanya. Jangan suka nuduh orang kalo belum gahu fakta aslinya, jangan suka nggosipin orang dan yang lebih penting lagi bijaklah dalam berinteraksi di dunia nyata dan di dunia maya. Bijaklah kalian saat berselancar di sosial media. Pergunakanlah setiap fasilitas yang ada untuk kebaikan, jangan digunakan untuk menambah dosa! Dan yang lebih penting lagi, sejatinya banyak hal yang harusnya lebih penting dan lebih urgen untuk dipikirkan. Misalnya; seperti urusan wabah covid-19 yang nggak selesai-selesai, bencana banjir dan tanah longsor ada dimana-mana, dsb. Lha ini, ngapain kita ngabisin waktu dan energi untuk ngurusin hal yang tidak begitu urgen. Ngumpul di kolom komentar FP media berita untuk bergosip ria dan mencaci maki seseorang, ngapain? Woiy, tobat woiy. Istighfar! Astaghfirullahaladzim... []
0 Comments:
Posting Komentar