Cinta dan Benci Karena Allah
Oleh: Mas Aziz Rohman
Sobat, cinta karna Allah itu adalah mencintai hambanya Allah karna keimanannya kepada Allah dan ketaatan dirinya kepadaNya. Benci karna Allah adalah membenci hambanya Allah karna kekufuran dan perbuatan maksiatnya.
Secara teori saya mengatakan demikian, jadi cinta ataupun benci pada seseorang karena Allah. Itu dasarnya adalah perbuatan seseorang itu. Tak mudah memang dalam mempraktikkannya. Jika seseorang itu perbuatannya baik dan ia senantiasa beramal shaleh, tentu kita mencintainya. Jika seseorang itu bermaksiat pada Allah, maka kita membancinya.
Dalam suatu hadits Bukhari dari saya pernah membaca yang artinya, Dari Anas bin Malik Rasulullah Saw bersabda: "Siapapun tidak akan merasakan manisnya iman, hingga ia mencintai seseorang tidak karena yang lain, kecuali karena Allah semata."
Gaes, disini aku ngomongin cinta dalam makna yang luas loh ya. Bukan sekedar perasaan rasa suka pada lawan jenis. La terus kalo suka sama lawan jenis bagaimana? Ya jawabnya sih biasa aja. Bahwa suka pada lawan jenis itu adalah sesuatu yang fitrah alias udah bawaannya manusia itu gitu. Kemudian yang jadi soal adalah bagaimana kita mengekspresikan rasa suka itu. Jika rasa suka itu diungkapkan dalam sebuah kata, "aku mencintaimu karena Allah". Trus, dia ngajakin kamu buat pacaran. Itu sih modus! Cinta karena Allah itu adalah mencintai karena iman dan taat, persis sebagaimana yang aku singgung diawal tadi. Maka, kalo dia benar-benar suka kada kamu. Pastinya dia akan menghadap pada walimu, memintanya agar diperkenankan menikahimu. Itu baru cinta karena Allah. Ngajakin taat pada Allah, karena menikah itu bagian dari ibadah. Lha kalo ngajakin pacaran, itu sih gombal. Mana ada ngaku cinta karna Allah, tapi ngajakin maksiat pada Allah?
Cinta dan benci karna Allah itu termasuk sebuah sikap yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Dimana orang-orang yang melakukan demikian itu adalah orang-orang yang di dalam hidupnya senantiasa mengharapkan ridha Allah, mengharapkan rahmatNya, pertolonganNya dan surgaNya.
Benci pada seseorang dasarnya adalah iman, suka pada seseorang dasarnya adalah iman. Jika kita bisa meletakkan iman itu di dada dan senantiasa menjadikannya sebagai tolak ukur bagaimana sikap dan perbuatan kita. Masyaallah, tentu hidup kita bakalan lebih indah dan penuh berkah. Insyaallah...[]
0 Comments:
Posting Komentar