Milih Teman Itu Karena Iman, Bukan iPhone Ataupun Tempat Nongkrong!

 Oleh: Mas Aziz Rohman


Sobat, baru-baru ini heboh dan viral di sosmed sekelompok anak muda yang sedang ngumpul bersama di mall. Yang membuat netizen seluruh Indonesia pada sebel, geram dan marah atas sikap sombong mereka. Dalam video tersebut mereka mengaku sebagai orang kaya dan selalu nongkrong di mall mewah. 


Dalam video yang beredar salah seorang diantara mereka berkata, "Hai, Guys, selamat malem. Malam semua. Gua mau kasih tahu aja nih, kalau kita orang kaya tuh nongkrongnya di mal. Malnya mal mevah. Kalau kalian di mana? Di pinggiran ya? Aduh, kalau di pinggiran yaudah gak usah temenan sama kita. Maaf ya..."


Dalam video yang beredar lainnya, tampak sekelompok anak muda tersebut juga pamer smartphone mahal, iPhone. Dan mengatakan bahwa mereka tak berminat pada ponsel merek lainnya. 


"Minimal kameranya 3, terus iphone. Jadi kalau berbau di luar iphone kita gak bisa terima. minimal kamera 3, ada logo apple, ada airdrop. Kalau gak ada airdropnya gak nyambung," kata salah seorang dari mereka dalam video yang juga viral tersebut


"Kita anti ya sama yang di luar iphone, ya. Camkan, camkan, camkan!" kata yang lain. 


Tak ayal hampir seluruh netizen se-nusantarapun pada geram dengan kesombongan mereka. 


Dalam hati sayapun terketuk, kok bisa ya ada anak sesombong itu? Hm...

Sobat, sebagai mahluk sosial tentu manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia butuh teman, butuh bersosialisasi, butuh berteman dan beradaptasi dengan lingkungannya. Meski bersosialisasi itu penting, berteman itu juga penting. Yang menjadi renungan bagi kita semua dalam bergaul adalah kita harus selektif memilih teman. Tapi, milih teman standarnya bukanlah HP iPhone ataupun kekayaan. Yang mana semua itu hanyalah sebuah hal yang semu dan sementara di dunia ini. Apalagi, jika seandainya semua benda tersebut ternyata pemberian orang tua. 


Rasulullah Saw pernah berpesan pada kita semua agar selektif dalam memilih teman. Sebab teman yang kita pilih itu pasti akan memberikan pengaruh pada diri kita. Jika ingin sukses, maka bergaullah dengan orang-orang yang sukses. Jika ingin menjadi ahli ilmu, maka bergaullah dengan mereka yang berilmu. Jika ingin masuk surga, tentu harus banyak berteman dan bergaul dengan orang-orang shalih yang paham dan mengerti jalan menuju ke surga.


"Teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi, engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalau pun tidak, engkau tetap dapat mendapatkan bau harum darinya. Adapun pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap." (HR. Bukhari-Muslim).


Lantas, bagaimana cara memilih teman yang baik itu?


Sebelum membahas tentang itu. Saya jadi teringat pesan dari salah seorang guru saya. Beliau pernah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: ''Orang yang terpilih di antara kalian adalah orang yang mengingatkan kalian kepada Allah jika melihatnya, perkataannya menambah giat kalian untuk beramal, dan amalnya membuat kalian makin mencintai akhirat.'' (HR al-Hakim dari Ibnu Umar).


Nah, sobat. Dalam hal ini kita bisa ambil pelajaran bahwa kriteria teman yang wajib kita miliki adalah mereka yang mengajak pada jalan ke surga. Mereka yang memiliki akhlak terpuji, yang wajahnya memancarkan cahaya keimanan, sikap dan perilakunya membuat kita mencintai Allah dan RasulNya, tutur katanya menyejukkan hati dan selalu menginspirasi kita untuk meneladaninya berbuat kebaikan serta taat pada syariatNya.

Orang-orang seperti inilah yang seharusnya menjadi teman kita. Standarnya adalah iman dan taqwa, bukan iPhone ataupun tempat nongkrong! Kita harus memiliki teman yang senantiasa menasehati kita dalam keimanan, mengajak kita pada ketaatan kepada Allah SWT.  Teman yang senantiasa membersamai kita dalam suka dan duka dalam ketaqwaan. Teman surga, seseorang yang selalu ngajakin kita main bareng, ngaji bareng, ke surga bareng-bareng. []

0 Comments:

Posting Komentar