RENUNGAN AKTIVIS
*Pengemban dakwah harus kaya agar dakwah bisa diterima masyarakat khususnya tokoh tokohnya?* *benarkah?*
(catatan seorang aktivis dakwah)
By abu zaid.
Kadang kita dengar atau baca aktivis dakwah yang belum kaya atau setengah kaya atau ngebet kaya berargumentasi seperti di atas.
Bahwa dakwahnya belum banyak berhasil di daerahnya khususnya terhadap tokoh masyarakat karena dia belum kaya. Bisakah alasan tersebut diterima? TIDAK, SEKALI LAGI TIDAK!
Mengapa?
*Pertama*, dakwah itu menyampaikan kebenaran (al haq) menyampaikan risâlah Islam sebagaimana yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Tidak ada kaitan sama sekali dengan kekayaan dan kedudukan seseorang. Tidak terkait sedikitpun dengan diterima atau ditolak baik oleh masyarakat secara umum maupun tokoh tokohnya. Mau diterima atau ditolak itu bukan urusan Anda. Anda hanya sekedar menyampaikan saja. Tak lebih tak kurang. Asal sudah Anda sampaikan dengan baik dan benar. Cukup.
Yang dibutuhkan hanyalah seberapa lurus, bersih dan besar niat Anda menyampaikan al haq dan berapa baik tingkat Anda menguasai dan memahami al haq. Itu saja.
Begitulah para nabi dan rasul alayhimus salam berdakwah menyampaikan al haq dari Allah SWT. Tidak sedikit diantara mereka, para nabi dan rasul itu yang miskin dan mayoritas pengikutnya juga golongan miskin.
*Kedua*, jika masyarakat dan tokoh tokohnya menolak dakwah Anda karena Anda miskin atau dianggap tidak selevel dengan mereka maka itu murni kesalahan mereka. Asal Anda sudah menyampaikan al haq dengan baik dan benar. Sudah Anda sampaikan dengan sopan, dengan cara terbaik dan penjelasan yang gamblang tanpa alasan apapun lagi untuk ditolak. Nah jika sudah demikian maka Anda sudah menjalankan kewajiban sedangkan mereka menolak untuk melaksanakan kewajiban mereka. Apa ruginya bagi Anda? Tidak ada. Insyaallah ridho Allah atas usaha Anda. Sementara murka Allah atas mereka. Tidakkah ini cukup bagi Anda? Kenapa Anda berkhayal bahwa andai Anda kaya tentu mereka akan menerima ajakan Anda?
Padahal para nabi dan rasul saja ada yang sama sekali tidak ada pengikutnya? Ada yang hanya beberapa orang pengikutnya? Padahal mereka alayhimus salam pastinya telah berdakwah dengan cara terbaik dan pastinya lebih baik dari cara Anda dari sisi manapun? Atau, apakah Anda merasa lebih baik dakwah Anda daripada para nabi dan rasul itu? Sehingga Anda merasa bahwa dakwah Anda harus diterima sementara dakwah para nabi dan rasul alayhimus salam tidak? Na'udzubillaahi min dzalik jika demikian.
*Ketiga*, jika terbersit sedikit saja dalam benak Anda, bahwa jika Anda kaya maka dakwah Anda akan diterima maka Anda telah melakukan kesalahan besar dan fatal. Apa itu? Inilah yang disebut oleh al Allamah Syaikh Taqiyuddin An Nabhany rahimahullaahu ta'ala anhu sebagai bahaya ideologis (khothor mabda'iy) yakni tuntutan masyarakat agar Anda begini atau begitu yang bertentangan dengan karakter dakwah Islam sehingga dakwah Anda akan gagal karena mengikuti selera dan tuntutan masyarakat. Misalnya jika saat ini Anda memenuhi keinginan masyarakat agar Anda fokus pada solusi problem ekonomi masyarakat misal sembako murah dan kesehatan murah maka Anda telah gagal.
Ini namanya Anda telah kalah sebelum bertanding. Gagal sebelum mulai. Fatal bukan?
Andai ada tokoh tertentu yang mengatakan bahwa dia akan mau terima Anda jika Anda datang dengan mengendarai mobil kelas tertentu atau Anda orang kaya maka jangan sekali kali Anda memenuhi tuntutannya. Kenapa? Berarti dia telah menerima Anda, andai benar dia mau menerima dakwah Anda, bukan karena al haq tapi karena kekayaan dan kedudukan Anda. Dan hal seperti ini sangat berbahaya bagi dakwah dan tidak berguna sama sekali. Semakin Anda Ikuti selera rendah semacam ini maka Anda akan semakin jauh dari tujuan dakwah. Semakin terjauh dari al haq. Dan Anda pasti gagal.
*Keempat*, apakah jika Anda tidak pernah kaya berarti Anda tidak akan pernah berdakwah? Ataukah Anda akan dakwah sekenanya saja dengan alasan Anda belum kaya sehingga pasti gagal berdakwah? Jika demikian maka Anda telah tertipu. Tertipu oleh syetan. Berarti pula Anda belum faham al haq ini. Anda belum mengerti karakter Islam dan para pengemban nya. Karena kejahilan Inilah Anda masuk perangkap syetan sehingga Anda gagal dunia akhirat. Anda gagal faham terhadap Islam.
Karena itulah Anda harus berusaha keras untuk memahami karakter Islam dan pengemban nya. Sehingga Anda tidak akan tertipu lagi kedua kalinya.
*Kelima*, hal seperti ini menyalahi uswah hasanah kita Nabi Muhammad SAW dan para sahabat radhiyallahu anhum. Tidak ada dalilnya...ini hanya akal akalan logika sempit manusia dan jebakan syetan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpikir seperti Anda. Bahkan tidak seornagpun sahabat beliau berpikir seperti Anda.
Adakah nash nya baik al Quran maupun hadits bahwa Anda harus kaya baru Anda sukses dakwah? Tidak sama sekali bukan?
Apakah jika Anda benar benar kaya suatu saat apakah ada jaminan bahwa dakwah Anda pasti akan lebih baik dari sekarang? Tidak.
Maka sikap paling tepat adalah berdakwahlah karena Allah SWT. Fahami al haq dengan sesempurna mungkin dan sampaikan lah kepada siapa saja dengan cara terbaik sesuai kemampuan Anda. Maka Allah lah yang akan membuka kan hati hati yang bersih. Hati hati yang rindu kepada ridho Allah SWT. Hati hati yang rindu kepada Islam. Rindu kepada kejayaan dan kemenangan Islam. Rindu kepada kesejahteraan hidup manusia dimuka bumi ini tanpa kezhaliman para penjajah dan Antek-Anteknya.
Berdakwah lah pada waktunya setiap hari. Dan bekerjalah pada waktunya juga setiap hari. Andai Allah SWT akhirnya membuat Anda kaya maka Anda tetap pengemban dakwah kepada al haq bukan karena Anda kaya atau miskin. Jika Anda istiqomah maka Allah SWT akan menolong Anda dan meneguhkan kedudukan Anda.
Selamat berjuang PARA PEJUANG, SESUNGGUHNYA HARI KEMENANGAN ITU MAKIN DEKAT. HARI DIMANA ORANG MUKMIN BERGEMBIRA DENGAN TEGAKNYA KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWAH. ALLAAHU AKBAR!
Hasbunallaahu wani'mal wakil ni'mal mawla wa ni'man Nashir
Lasem, jumadil akhir 1441 H.
(catatan seorang aktivis dakwah)
By abu zaid.
Kadang kita dengar atau baca aktivis dakwah yang belum kaya atau setengah kaya atau ngebet kaya berargumentasi seperti di atas.
Bahwa dakwahnya belum banyak berhasil di daerahnya khususnya terhadap tokoh masyarakat karena dia belum kaya. Bisakah alasan tersebut diterima? TIDAK, SEKALI LAGI TIDAK!
Mengapa?
*Pertama*, dakwah itu menyampaikan kebenaran (al haq) menyampaikan risâlah Islam sebagaimana yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Tidak ada kaitan sama sekali dengan kekayaan dan kedudukan seseorang. Tidak terkait sedikitpun dengan diterima atau ditolak baik oleh masyarakat secara umum maupun tokoh tokohnya. Mau diterima atau ditolak itu bukan urusan Anda. Anda hanya sekedar menyampaikan saja. Tak lebih tak kurang. Asal sudah Anda sampaikan dengan baik dan benar. Cukup.
Yang dibutuhkan hanyalah seberapa lurus, bersih dan besar niat Anda menyampaikan al haq dan berapa baik tingkat Anda menguasai dan memahami al haq. Itu saja.
Begitulah para nabi dan rasul alayhimus salam berdakwah menyampaikan al haq dari Allah SWT. Tidak sedikit diantara mereka, para nabi dan rasul itu yang miskin dan mayoritas pengikutnya juga golongan miskin.
*Kedua*, jika masyarakat dan tokoh tokohnya menolak dakwah Anda karena Anda miskin atau dianggap tidak selevel dengan mereka maka itu murni kesalahan mereka. Asal Anda sudah menyampaikan al haq dengan baik dan benar. Sudah Anda sampaikan dengan sopan, dengan cara terbaik dan penjelasan yang gamblang tanpa alasan apapun lagi untuk ditolak. Nah jika sudah demikian maka Anda sudah menjalankan kewajiban sedangkan mereka menolak untuk melaksanakan kewajiban mereka. Apa ruginya bagi Anda? Tidak ada. Insyaallah ridho Allah atas usaha Anda. Sementara murka Allah atas mereka. Tidakkah ini cukup bagi Anda? Kenapa Anda berkhayal bahwa andai Anda kaya tentu mereka akan menerima ajakan Anda?
Padahal para nabi dan rasul saja ada yang sama sekali tidak ada pengikutnya? Ada yang hanya beberapa orang pengikutnya? Padahal mereka alayhimus salam pastinya telah berdakwah dengan cara terbaik dan pastinya lebih baik dari cara Anda dari sisi manapun? Atau, apakah Anda merasa lebih baik dakwah Anda daripada para nabi dan rasul itu? Sehingga Anda merasa bahwa dakwah Anda harus diterima sementara dakwah para nabi dan rasul alayhimus salam tidak? Na'udzubillaahi min dzalik jika demikian.
*Ketiga*, jika terbersit sedikit saja dalam benak Anda, bahwa jika Anda kaya maka dakwah Anda akan diterima maka Anda telah melakukan kesalahan besar dan fatal. Apa itu? Inilah yang disebut oleh al Allamah Syaikh Taqiyuddin An Nabhany rahimahullaahu ta'ala anhu sebagai bahaya ideologis (khothor mabda'iy) yakni tuntutan masyarakat agar Anda begini atau begitu yang bertentangan dengan karakter dakwah Islam sehingga dakwah Anda akan gagal karena mengikuti selera dan tuntutan masyarakat. Misalnya jika saat ini Anda memenuhi keinginan masyarakat agar Anda fokus pada solusi problem ekonomi masyarakat misal sembako murah dan kesehatan murah maka Anda telah gagal.
Ini namanya Anda telah kalah sebelum bertanding. Gagal sebelum mulai. Fatal bukan?
Andai ada tokoh tertentu yang mengatakan bahwa dia akan mau terima Anda jika Anda datang dengan mengendarai mobil kelas tertentu atau Anda orang kaya maka jangan sekali kali Anda memenuhi tuntutannya. Kenapa? Berarti dia telah menerima Anda, andai benar dia mau menerima dakwah Anda, bukan karena al haq tapi karena kekayaan dan kedudukan Anda. Dan hal seperti ini sangat berbahaya bagi dakwah dan tidak berguna sama sekali. Semakin Anda Ikuti selera rendah semacam ini maka Anda akan semakin jauh dari tujuan dakwah. Semakin terjauh dari al haq. Dan Anda pasti gagal.
*Keempat*, apakah jika Anda tidak pernah kaya berarti Anda tidak akan pernah berdakwah? Ataukah Anda akan dakwah sekenanya saja dengan alasan Anda belum kaya sehingga pasti gagal berdakwah? Jika demikian maka Anda telah tertipu. Tertipu oleh syetan. Berarti pula Anda belum faham al haq ini. Anda belum mengerti karakter Islam dan para pengemban nya. Karena kejahilan Inilah Anda masuk perangkap syetan sehingga Anda gagal dunia akhirat. Anda gagal faham terhadap Islam.
Karena itulah Anda harus berusaha keras untuk memahami karakter Islam dan pengemban nya. Sehingga Anda tidak akan tertipu lagi kedua kalinya.
*Kelima*, hal seperti ini menyalahi uswah hasanah kita Nabi Muhammad SAW dan para sahabat radhiyallahu anhum. Tidak ada dalilnya...ini hanya akal akalan logika sempit manusia dan jebakan syetan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpikir seperti Anda. Bahkan tidak seornagpun sahabat beliau berpikir seperti Anda.
Adakah nash nya baik al Quran maupun hadits bahwa Anda harus kaya baru Anda sukses dakwah? Tidak sama sekali bukan?
Apakah jika Anda benar benar kaya suatu saat apakah ada jaminan bahwa dakwah Anda pasti akan lebih baik dari sekarang? Tidak.
Maka sikap paling tepat adalah berdakwahlah karena Allah SWT. Fahami al haq dengan sesempurna mungkin dan sampaikan lah kepada siapa saja dengan cara terbaik sesuai kemampuan Anda. Maka Allah lah yang akan membuka kan hati hati yang bersih. Hati hati yang rindu kepada ridho Allah SWT. Hati hati yang rindu kepada Islam. Rindu kepada kejayaan dan kemenangan Islam. Rindu kepada kesejahteraan hidup manusia dimuka bumi ini tanpa kezhaliman para penjajah dan Antek-Anteknya.
Berdakwah lah pada waktunya setiap hari. Dan bekerjalah pada waktunya juga setiap hari. Andai Allah SWT akhirnya membuat Anda kaya maka Anda tetap pengemban dakwah kepada al haq bukan karena Anda kaya atau miskin. Jika Anda istiqomah maka Allah SWT akan menolong Anda dan meneguhkan kedudukan Anda.
Selamat berjuang PARA PEJUANG, SESUNGGUHNYA HARI KEMENANGAN ITU MAKIN DEKAT. HARI DIMANA ORANG MUKMIN BERGEMBIRA DENGAN TEGAKNYA KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWAH. ALLAAHU AKBAR!
Hasbunallaahu wani'mal wakil ni'mal mawla wa ni'man Nashir
Lasem, jumadil akhir 1441 H.
0 Comments:
Posting Komentar