Jama'ah Masjid Yang Tak Sedikit Lagi

Oleh: Aziz Rohman

Aku nggak tahu harus mulai dari mana. Namun, yang jelas saat melihat jama'ah masjid di dekat rumah. Hati ini rasanya bahagia dan berbunga-bunga. Bagaimana tidak, masjid yang dulunya sepi itu. Kini hampir setiap jam waktu sholat tiba, selalu penuh. Bahkan terkadang jama'ah sampai meluber. Subhanallah, dahsyat sungguh luar biasa. Amazing!

Kadang masih suka teringat jelas keadaan 5 tahun lalu. Saat adzan berkumandang. Hanya ada satu, dua, tiga orang saja yang datang ke masjid guna memenuhi panggilan untuk sholat berjama'ah. Namun, tahun ini berbeda. Ya, hari-hari ini telah tiba. Bagaimana, pemahaman orang-orang tentang keutamaan sholat berjama'ah kini berubah. Nggak heran memang kalo selalu penuh. Sebab masjid tersebut adalah satu-satunya masjid di desa ini. Andai separuh saja lelaki dewasa sholat berjama'ah, pasti deh auto full masjidnya. Sayangnya itu hanya pengandaian. Tapi, pengandaian 5 tahun lalu itu. Kini telah menjadi sebuah kenyataan.

Teringat jelas dalam benak diri ini. Saat pertama kali datang dan diminta menjadi imam. Sebenarnya, diri ini merasa nggak enak. Sebab masih banyak yang lebih tua dan lebih pantas. Lha aku? Siapa aku, cuma pemuda yang barua aja menikah. Anak baru kemarin sore yang baru pindah. Namun, karena sebagian besar jama'ah meminta. Ya sudah, aku iyakan saja permintaan mereka. Dan setelah sholat, dzikir dan do'a selesai. Aku ditanya salah seorang jama'ah. Beliau bercerita panjang lebar tentang kondisi pemahaman agama masyarakat. Yang pada intinya adalah disini, sebagian besar masyarakatnya masih awam soal agama.

Kamipun bicara panjang lebar, ngalir ngidul. Hingga terucaplah satu pertanyaan dari beliau tadi, "Gimana ya, caranya agar orang-orang mau berubah. Mau datang ke masjid gituloh mas. Gimana caranya agar masjid bisa jadi rame?" Kata bapak tadi

"Pak, orang bersikap dan berperilaku berdasarkan pemahaman yang dimilikinya. Kalo pemahamannya benar, pasti ia akan bersikap benar. Pun sebaliknya, jika pemahamannya salah. Otomatis perilakunya juga bakalan salah." Jawabku seketika

Kemudian, akupun melanjutkan ucapanku, "Makanya yang paling penting adalah nasehati mereka. Ubah minset dan pemikirannya. Bahwa sholat berjama'ah itu lebih utama daripada sholat sendirian. Pahalanya 27 derajat. Jika untuk sekedar ngopi bareng aja bisa lama berjam-jam. Lantas, mengapa sekedar sholat berjama'ah yang nggak sampe satu jam tiap waktunya. Masak sih nggak bisa?"

Suasanapun jadi hening sejenak. Lalu dari bibir beliau keluar sebuah jawaban.

"Inggih, insyaallah bisa mas." Jawab bapak-bapak tadi

Karena kalo ingin merubah manusia, maka cara pandang mereka harus berubah. Pemahamannya harus diubah. Jika pemahamannya menjadi baik dan benar. Insyaallah, sikap dan perilakunya akan benar dan mengikuti pemahamannya yang benar tadi.

And then... Singkat cerita, setelah obrolan ringan tadi. Beberapa waktu setelahnya orang-orang mulai bersemangat mengajak para tetangganya untuk ikut menunaikan sholat berjama'ah ke masjid. Satu dua orang diantara para jama'ah berkeliling ke rumah-rumah sekitar masjid. Mengetuk tiap pintu yang ditemui begitu suara adzan terdengar. Mengajak para lelaki muslim dalam rumah untuk segera bergegas ke masjid, ikut sholat berjama'ah. Subhanallah... Betapa indahnya Islam jika amar ma'ruf nahi mungkar itu ditegakkan. Mengajak mereka dalam ketaatan, tanpa menunggu nanti, tanpa kata tapi. Langsung, bergegas menasehati mereka sebagai wujud kasih sayang kita pada tetangga/orang terdekat kita.

Dan dalam waktu yang tidak begitu lama. Hanya beberapa bulan setelah itu, kemudian keajaiban itu tiba. Masjid auto full, penuh dengan jama'ah saat sholat lima waktu tiba. Subhanallah, Alhamdulillah Wa La illa ha illallah, Allahu Akbar! Lahaula Wa La Quwwata Illa Billah...

Memang sih, awal penuh itu karena bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Namun, alhamdulillah luar biasanya itu. Jama'ah yang begitu besar di ramadhan saat itu. Bisa dipertahankan di bulan-bulan berikutnya. Hingga hari kemarin, jama'ah masih membludak dan banyak. Meskipun bukan di bulan suci ramadhan.

Ada banyak sekali keutamaan-keutamaan dari sholat berjama'ah di masjid. Banyak hal tersebut disampaikan dan didakwahkan dengan baik penuh hikmah di setiap pintu-pintu rumah penduduk. Maka tak heran, ketika saya menyaksikan perubahan di masyarakat ini itu luar biasa.

Dan melihat fenomena ini. Akupun jadi bersyukur dan seketika pikiranpun melayang. Mengingat salah satu firman Allah SWT dalam QS. Al Imran: 133

وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ  وَالْاَرْضُ ۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ 

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa"

Subhanallah, begitulah karakter orang-orang mukmin. Saat diseru pada kebaikan, mereka akan bergegas dan bersegera melaksanakan syariatNya. Tanpa kata tapi, tanpa menunggu nanti. Langsung segera dilaksanakan.

Saat dipanggil kepada Allah dan rasulNya. Maka, mereka akan menjawab, "Samikna wa atho'naa". Kami mendengar dan kami taat.

Jika terkait sholat berjama'ah saja bisa. Tentu dalam aspek syariat Islam yang lainnya juga pasti bisa. Oleh karena itu, wahai kaum muslimin. Jangan lelah dan jangan pernah berhenti berdakwah, sedetikpun. Dakwahkan dan sampaikanlah risalah Islam itu seluruh, jangan pilih-pilih. Dakwahkan hingga Islam bisa benar-benar tegak dimuka bumi ini secara kaffah diseluruh aspek kehidupan. Sehingga islampun bisa menjadi rahmat bagi sekalian alam. Wallahu'alam bish shawab. []

0 Comments:

Posting Komentar