Berbuat Baik Kepada Ibu

Oleh: Aziz Rohman

Sobat, kalian pasti udah pada tahu bahwa ibu adalah sesosok yang luar biasa, yang dihadirkan oleh Allah SWT dalam hidup kita. Tanpa beliau kita bukanlah apa-apa. Kita bisa makan, berdiri, berjalan dan mampu melakukan berbagai hal dasar dalam hidup ini. Hampir semuanya atas berkat didikan ibu.

Bahkan saat kita susah, sedih ataupun sakit. Barangkali hanya ibulah satu-satunya manusia yang setia dan sabar menemani kita. Menemani malam-malam kita yang penuh dengan kegelapan dan kedinginan. Membuat kita tersenyum saat kita berada dalam kesulitan.

Duh, kalo udah ngomongin tentang ibu. Air mata ini rasanya ingin menetes dan menangis. Terlebih jika membuka kembali kisah bagaimana bhakti seseorang anak sholih yang hidup dijaman nabi, Uwais Al Qarni. Seseorang yang disabdakan oleh Rasulullah Saw adalah seorang penduduk langit. Karena apa? Karena saking besarnya bhakti dan cintanya pada ibunya. Semua hal tentang kebahagiaan dirinya dikesampingkan, baginya ibu adalah nomer satu. Hingga suatu ketika ibunya yang catat dan tua itu mengungkapkan satu keinginan.

Perlu diketahui bahwa tidak ada satu keinginan dari ibu Uwais yang pasti tidak akan pernah dibantah. Selalu dituruti dan tak pernah dibilang tidak oleh Uwais. Pasti dilaksanakan!

"Wahai anakku, ibu sudah tua. Jika diberi satu kesempatan. Ibu ingin pergi haji", Ungkap ibu Uwais

Bak disambar petir, Uwais diam seribu bahasa. Bingung menjawabnya, Yaman Ke Mekkah bukanlah tempat yang dekat, jauh. Jauh sekali... Jaman sekarang saja mungkin butuh sekitar 2-3 jam lebih naik pesawat. Lha itu jaman itu, jaman belum ada pesawat. Coba bayangkan jika dirimu ada diposisi Uwais. Apa yang akan kamu lakukan? Mengiyakan atau menasehati ibumu agar memupus satu keinginannya itu.

Tapi, Uwais tidak begitu. Meski ia bukanlah seorang yang kaya raya. Ia hanyalah pemuda miskin penggembala kambing dari negeri Yaman yang tandus itu. Namun, karena bhaktinya ke ibunya. Permintaan itupun dipenuhinya. Setelah berbulan-bulan latihan naik turun bukit dengan menggendong anak sapi hingga dewasa. Uwaispun merasa bahwa ia telah siap. Siap menunaikan satu permintaan ibunya tercinta.

Uwaispun bersiap menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah untuk melakukan tawaf di ka'bah. Dan saat berada disana, ia bertemu salah seorang sahabat Nabi, Abdullah bin Umar dan berkata kepadanya, "Aku telah menggendong ibuku dari negeri Yaman menuju Mekkah. Bertawaf di ka'bah ini. Sudahkah aku membayar jasa ibuku?"

"Bahkan satu hentakan nafaspun, ketika melahirkanmu belum terbayar" Jawab Abdullah bin Umar

Maka, Uwais selesaikan tawafnya. Setelah selesai, dibawa ibunya ke maqam ibraim dan iapun berdo'a disana, "Ya Allah ampunkanlah ibuku. Ampunkanlah ibuku ya Allah. Masukkan ia ke surgamu ya Allah."

Ibunya berbisik, "Cukup anakku, mintalah ampunan untuk dirimu dan surga untukmu".

"Wallahi wahai ibu, Allah ampunkan engakau dan Allah memasukkan engkau ke surga. Itu sudah cukup bagiku. Ridhamu yang aku butuhkan wahai ibu." Jawab Uwais

Nah sobat, tidakkah kita bisa mengambil satu hikmah dan pelajaran dari bagaimana bhakti Uwais kepada ibundanya? Terlebih Rasulullah Saw telah bersabda kepada kita semua,

"Sesungguhnya Allah berwasiat 3X kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat" (HR. Ibnu Majah, shahih dengan syawahid-nya).

Nah sobat, apakah yang akan kalian lakukan saat ibumu memintamu pergi untuk belanja ke warung dekat rumahmu. Akankah engkau langsung melaksanakan perintah ibumu? Ataukah kamu abaikan permintaannya  begitu saja. Karena kamu lebih asyik dengan game dan sosial media dilayar gadgedmu? []

0 Comments:

Posting Komentar