Tiga Sikap Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Pengemban Dakwah
Oleh: Aziz Rohman
Dakwah memang sudah menjadi kewajiban syar'i. Dakwah adalah aktifitas yang mulia dihadapan Allah SWT. Seruan dakwah adalah sebaik-baiknya seruan. Bahkan umat terbaik adalah mereka yang senantiasa mengemban dakwah, yang senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar. Begitulah pujian yang diberikan oleh Allah SWT dalam QS. Ali Imran: 110.
Dakwah bukan hanya kewajiban para ulama saja. Tapi, dakwah adalah kewajiban semua kaum muslimin. Tak terkecuali kita sebagai remaja. Ditengah mewabahnya virus corona yang menghantui kita, peran aktif kita dalam menghambat laju penyebaran atau bahkan dalam memberantas wabah ini sangat-sangat diperlukan. Sebagai salah satu contoh. Misalnya, anjuran untuk sosial distancing atau menjaga jarak dan interaksi dengan #DirumahAja memang sangat urgent untuk dilakukan. Dan, ikut serta mengkampanyekan hal tersebut adalah juga wujud dari dakwah. Mengingatkan sesama agar tetap #DirumahAja sehingga penyebarannya Covid-19 ini bisa terhenti.
Karena dakwah adalah wujud kasih sayang kita kepada sesama. Makanya, dakwah itu nggak boleh berhenti! Seperti darah dalam tubuh kita, dakwah harus tetap mengalir dan berjalan. Nggak boleh berhenti! Jika aliran darah berhenti, maka kematian yang akan tiba. Jika dakwah dihentikan, maka akan banyak manusia yang akan tersesat dari jalanNya. Maka dari itu dakwah wajib dilakukan, every where and every time.
Dan beberapa sikap yang harus dimiliki oleh pengemban dakwah adalah sikap ikhlas, sabar dan Istiqomah.
• Ikhlas, sikap ini harus dimiliki oleh setiap para pengemban dakwah. Sebab ikhlas akan sangat mempengaruhi amal seseorang. Jika seorang manusia melakukan sebuah amal, tapi tidak ikhlas. Maka amalnya bisa-bisa akan tertolak. Dan pengemban dakwah yang memiliki sikap ikhlas, ia akan selalu termotivasi untuk terus berdakwah dan berdakwah. Mendedikasikan hidupnya hanya untuk dakwah. Berbagai hal terkait kehidupan duniawinya akan ia sinkronkan dengan dakwahnya. Ia harus sekolah dimana, bekerja dimana dan bagaimana, atau bahkan menikah dengan siapa nanti. Akan ia pikirkan agar dakwahnya tidak terhenti. Ia akan ikhlas dengan berbagai hal yang akan dipilihnya karena dakwah.
Karena sikap ikhlas, motivasinya bukanlah duniawi tapi akhirat. Ia akan berdakwah bukan untuk tujuan biar bisa menjadi kaya ataupun terkenal. Tapi semata-mata untuk memenuhi seruan Allah SWT. Dengan ikhlas, ia tak akan terkecoh oleh iming-iming duniawi. Karena ia tahu bahwa sholatnya, ibadahnya, dakwahnya, bahkan hidup dan matinya hanyalah untuk Allah semata.
• Sabar, sikap ini laksana sebuah benteng yang kokoh. Apapun cobaan yang datang menghantui, ia akan tetap tabah menghadapinya. Dakwah bukanlah aktifitas sekali, dua kali, lalu berhenti. Bukan! Dakwah bukanlah aktifitas sesaat, dakwah itu aktifitas terus-menerus! Persis saat kamu ngingetin orang-orang untuk stay at home alias #DirumahAja saat wabah Covid-19 melanda. Nggak bisa dilakukan sekali, dua kali. Butuh waktu berkali-kali mengingatkannya agar orang-orang bisa tersadar.
Sabar juga akan membuat pengemban dakwah tak takut apapun. Ancaman, hinaan, celaan dan berbagai macam cobaan yang datang menghampiri tak akan pernah membuatnya bersedih. Nggak boleh keluar rumah karena ada virus corona. Pengemban dakwah akan sabar menghadapinya, akalnya nggak akan berhenti. Ia akan terus berdakwah meskipun keadaan memaksanya harus stay di dalam rumah. Dengan sosial media, video call ataupun dengan sarana yang lainnya akan tetap ia upayakan semaksimalkan agar dakwah tetap bisa berjalan.
Apapun keadaannya, ia akan tetap sabar dan tidak akan bersedih karenanya. Persis sebagaimana Rasulullah Saw, meskipun dicela, dilempari kotoran, bahkan percobaan pembunuhan juga datang menghampiri beliau. Tapi, rasul tetap sabar menghadapinya. Sehingga, penting sekali bagi kita semua agar tidak ngambek ataupun berhenti berdakwah jika kesulitan dalam dakwah datang menghampiri.
• Istiqomah, menurut perkataan mayoritas sebagian besar orang-orang diluaran sana. Istiqomah itu mudah diucapkan, tapi susah dilakukan. Bener nggak? Sebagian besar pasti akan menjawab benar. Meski begitu, kalian harus memahami bahwa sikap untuk tetap Istiqomah adalah mutlak harus dimiliki oleh setiap pengemban dakwah. Susah? Iya, karena surga itu penuh dengan berbagai kenikmatan yang tiada tara. Sehingga, untuk menggapainyapun pasti tidaklah mudah.
Karena dalam berdakwah membutuhkan sebuah konsistensi yang luar biasa. Maka, setiap pengembannya harus siap dengan berbagai macam resiko yang akan dihadapi. Ia harus tetap konsisten menyampaikan kalimatul haq, istiqomah menyampaikan kebenaran apapun resikonya. Ia harus berani mengedukasi, melakukan kritik dan menyampaikan kebenaran. Ia harus siap dengan segala resiko yang akan dihadapinya. Meski itu harus mengorbankan nyawa, pasti akan ia lakukan jika itu demi dakwah.
Nah, sobat.. itulah tiga sikap yang harus dimiliki oleh seorang pengemban dakwah. Semoga kita semuanya diberikan kemudahan dalam dakwah ini. Hingga Allah SWT memberikan pertolong dan kemenangan, agar Islam kembali berjaya dan memimpin peradaban dunia. Allahu Akbar! []

0 Comments:
Posting Komentar