Teruslah Menulis! Karena Setiap Coretan Kisahmu Bisa Menginspirasi Setiap Orang
Oleh: Aziz Rohman
Sobat, apa sih yang kalian bayangkan jika pertama kali diminta menulis? Susah, bingung, nggak pede atau nggak bisa? Hm... Kalian pasti bingung jawabnya ya? Tenang aja, kalo gitu kamu nggak sendirian. Banyak juga loh teman-temanmu yang demikian. Tapi, sekali kamu mencoba nulis. Nanti ketagihan, suer! Nggak percaya? Coba aja. Gratis kok... :)
Bro, Kupikir saat ini Facebook masih menjadi salah satu sosmed yang cukup tinggi peminatnya. Kamu punya akun FB atau pernah buka beranda FB? Disana kamu bakalan nemuin kalimat, 'Apa Yang Anda Pikirkan?' Setelah baca kalimat tadi, pasti kamu bakal auto nulis di beranda. Nulis status, curhat atau yang lainnya... Iya kan? Ngaku aja...
Karna mungkin seperti itulah yang terjadi pada diri ini dan beberapa teman pribadi saya. Saya punya teman. Dia tinggalnya di Bangkalan, satu kota yang terdapat di Pulau Madura. Itu tuh pulau yang ada di dekatnya Surabaya, Jatim yang dipisahkan sama jembatan Suramadu yang mempesona itu. Kamu tahu kan? So pasti lah... Nggak tahu, idiih dirimu kok ya kebangetan banget kalo nggak tahu..
Nah, back to the topic! dia itu awalnya kalo nulis jelek banget (ini pendapat pribadi saya loh, setelah beberapa kali baca tulisannya. Maafin aku ya bro :D). Kenapa? Karna dia, saat itu nulis sesuatu yang menurutku tidak pas atau kurang tepat. Seolah dia itu nggak pede, menjadi orang lain. Padahal, nulis itukan harusnya menjadi diri sendiri kan, ngapain susah-susah nulis kayak orang lain. Toh, kita punya gaya tersendiri dalam meluapkan rasa dan perasaan kita dalam sebuah karya coretan pena. Hingga suatu ketika aku iseng ngasih tahu ke dia, "Eh, bro... Coba gih buat tulisan remaja. Kan, saat ini tulisan remaja jarang terlihat. Ya, daripada teman-temanmu baca tulisan unfaedah. Mending kamu bikin tulisan yang menginspirasi dan memotivasi. Bisa?"
Seketika itu wajahnya tampak bingung, tapi bibirnya berkata lain. Apa yang dia katakan? Bibirnya malah berucap, "insyaAllah, bisa mas!"
Hebat! Dalam hati kukatakan kepadanya saat itu juga.
Awalnya dia nulis susah katanya. Tapi lama-lama kok malah jadi keasyikan, akhirnya jadi ketagihan. Katanya sih udah kayak jadi kebutuhan. Nggak nulis rasanya kayak gimana gitu, ada yang kurang. W.o.w hebat!
Agak lama juga sih, nggak ketemu sama teman saya dari Bangkalan ini. Hingga suatu ketika dia ngasih kabar bahagia. Apa itu? Ternyata, sekian goresan pena yang dia buat selama ini, mampu menginspirasi teman-temannya untuk berhijrah. Subhanallah... Satu, dua, tiga, empat, lima dst. Akhirnya banyak dari teman-temannya jadi tertarik dengan Islam. Mencoba mengkaji kembali, Islam itu agama yang gimana dan seperti apa sebenarnya. Maklumin aja, mungkin saat itu mereka seperti kita pada umumnya. Kalo udah bisa sholat, bisa ngaji, puasa. Maka, itu sudah cukup sebagai seorang muslim. Padahal kan, nggak gitu juga iya kan? Karena sejatinya Islam itu bukan sekedar ajaran ritual belaka, tapi Islam itu adalah sebuah sistem hidup. Yang mengatur hubungan kita dengan Allah, hubungan kita dengan diri kita sendiri dan hubungan kita dengan sesama. Dan semua itu ada aturannya. Sebagai seorang muslim, tentu kita harus selalu dan senantiasa terikat dengan hukum syara' kapanpun dan dimanapun. Tanpa kata tapi, tanpa kata nanti.
Saya jadi ingat hadist Nabi Saw, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya. Kecuali tiga perkara, yaitu: sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do'a anak yang shalih" (Al hadits)
Jadi, sobat... Teruslah menulis, semoga bisa menjadi amal shalih yang akan memperberat timbangan amal kita di akhirat nanti. Terus menulis, sebarkan setiap ilmu kita sehingga bisa bermanfaat bagi yang lain.
Terlebih diera digital seperti saat ini, dakwah nggak melulu soal ceramah. Dakwah nggak harus ngomong ataupun bicara. Dakwah bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya melalui tulisan. Makanya, teruslah menulis! Karena selain membantu meningkatkan literasi di kalangan teman-teman remaja kita di Indonesia. Nyatanya, setiap karya kita bisa menginspirasi teman-teman kita untuk berubah. Berhijrah, berubah menjadi pribadi yang semakin taat dan shalih. []
Sobat, apa sih yang kalian bayangkan jika pertama kali diminta menulis? Susah, bingung, nggak pede atau nggak bisa? Hm... Kalian pasti bingung jawabnya ya? Tenang aja, kalo gitu kamu nggak sendirian. Banyak juga loh teman-temanmu yang demikian. Tapi, sekali kamu mencoba nulis. Nanti ketagihan, suer! Nggak percaya? Coba aja. Gratis kok... :)
Bro, Kupikir saat ini Facebook masih menjadi salah satu sosmed yang cukup tinggi peminatnya. Kamu punya akun FB atau pernah buka beranda FB? Disana kamu bakalan nemuin kalimat, 'Apa Yang Anda Pikirkan?' Setelah baca kalimat tadi, pasti kamu bakal auto nulis di beranda. Nulis status, curhat atau yang lainnya... Iya kan? Ngaku aja...
Karna mungkin seperti itulah yang terjadi pada diri ini dan beberapa teman pribadi saya. Saya punya teman. Dia tinggalnya di Bangkalan, satu kota yang terdapat di Pulau Madura. Itu tuh pulau yang ada di dekatnya Surabaya, Jatim yang dipisahkan sama jembatan Suramadu yang mempesona itu. Kamu tahu kan? So pasti lah... Nggak tahu, idiih dirimu kok ya kebangetan banget kalo nggak tahu..
Nah, back to the topic! dia itu awalnya kalo nulis jelek banget (ini pendapat pribadi saya loh, setelah beberapa kali baca tulisannya. Maafin aku ya bro :D). Kenapa? Karna dia, saat itu nulis sesuatu yang menurutku tidak pas atau kurang tepat. Seolah dia itu nggak pede, menjadi orang lain. Padahal, nulis itukan harusnya menjadi diri sendiri kan, ngapain susah-susah nulis kayak orang lain. Toh, kita punya gaya tersendiri dalam meluapkan rasa dan perasaan kita dalam sebuah karya coretan pena. Hingga suatu ketika aku iseng ngasih tahu ke dia, "Eh, bro... Coba gih buat tulisan remaja. Kan, saat ini tulisan remaja jarang terlihat. Ya, daripada teman-temanmu baca tulisan unfaedah. Mending kamu bikin tulisan yang menginspirasi dan memotivasi. Bisa?"
Seketika itu wajahnya tampak bingung, tapi bibirnya berkata lain. Apa yang dia katakan? Bibirnya malah berucap, "insyaAllah, bisa mas!"
Hebat! Dalam hati kukatakan kepadanya saat itu juga.
Awalnya dia nulis susah katanya. Tapi lama-lama kok malah jadi keasyikan, akhirnya jadi ketagihan. Katanya sih udah kayak jadi kebutuhan. Nggak nulis rasanya kayak gimana gitu, ada yang kurang. W.o.w hebat!
Agak lama juga sih, nggak ketemu sama teman saya dari Bangkalan ini. Hingga suatu ketika dia ngasih kabar bahagia. Apa itu? Ternyata, sekian goresan pena yang dia buat selama ini, mampu menginspirasi teman-temannya untuk berhijrah. Subhanallah... Satu, dua, tiga, empat, lima dst. Akhirnya banyak dari teman-temannya jadi tertarik dengan Islam. Mencoba mengkaji kembali, Islam itu agama yang gimana dan seperti apa sebenarnya. Maklumin aja, mungkin saat itu mereka seperti kita pada umumnya. Kalo udah bisa sholat, bisa ngaji, puasa. Maka, itu sudah cukup sebagai seorang muslim. Padahal kan, nggak gitu juga iya kan? Karena sejatinya Islam itu bukan sekedar ajaran ritual belaka, tapi Islam itu adalah sebuah sistem hidup. Yang mengatur hubungan kita dengan Allah, hubungan kita dengan diri kita sendiri dan hubungan kita dengan sesama. Dan semua itu ada aturannya. Sebagai seorang muslim, tentu kita harus selalu dan senantiasa terikat dengan hukum syara' kapanpun dan dimanapun. Tanpa kata tapi, tanpa kata nanti.
Saya jadi ingat hadist Nabi Saw, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya. Kecuali tiga perkara, yaitu: sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do'a anak yang shalih" (Al hadits)
Jadi, sobat... Teruslah menulis, semoga bisa menjadi amal shalih yang akan memperberat timbangan amal kita di akhirat nanti. Terus menulis, sebarkan setiap ilmu kita sehingga bisa bermanfaat bagi yang lain.
Terlebih diera digital seperti saat ini, dakwah nggak melulu soal ceramah. Dakwah nggak harus ngomong ataupun bicara. Dakwah bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya melalui tulisan. Makanya, teruslah menulis! Karena selain membantu meningkatkan literasi di kalangan teman-teman remaja kita di Indonesia. Nyatanya, setiap karya kita bisa menginspirasi teman-teman kita untuk berubah. Berhijrah, berubah menjadi pribadi yang semakin taat dan shalih. []
0 Comments:
Posting Komentar