Aku Heran...
Posted by admin
Kamis, 12 Maret 2020
Oleh: Aziz Rohman
Nggak tahu kenapa. Terkadang aku heran sama orang-orang. Mereka bilang, kalo itu kitab adalah pedoman hidup. Kalo mau ngapa-ngapain, kalo mau ini itu, begini dan begitu. Pokoknya "Ikuti aja aturannya, insyaAllah selamat dan kamu nggak bakalan celaka", Begitu tuh kata mereka. Tapi kok. Hm.... Perlakuan mereka pada itu. Bikin sesek dada ini. Tahu nggak yang dimaksud dengan "itu"? Yups, Al-Qur'an!
"Wes talah pokok'e, ikutin aja apa yang ada di dalamnya. Dijamin 1000% kalian bakalan masuk surga", Ya begitulah apa yang mereka katakan. Betul kan?
Tapi, meski begitu. Orang-orang kok begitu mudahnya ya meninggalkannya. Mereka butuh Qur'an, saat jadi mahar. Mereka butuh Qur'an, saat pelantikan jabatan. Eh, saat semua acara tersebut selesai. Al-Qur'annya ditaruh dalam lemari, ditaruh di tempat yang paling tinggi, ditutup rapat-rapat. Nggak pernah dibuka, alasannya sih katanya biar nggak berdebu dan bersih. Nggak tahunya.... Well, endingnya. Jangankan mengamalkan isinya, membacanya aja jarang atau bahkan nggak pernah. Hehehe, Bukan kamu kan orangnya?
Sobat, Al-Qur'an yang mulia itu adalah firman Allah SWT. Yang diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui malaikat jibril. Al-Qur'an sendiri itu adalah kitab yang mampu menentramkan hati dan menghidupkan jiwa. Tapi, mengapa? Sebegitu alergikah mereka denganya hingga jarang menyentuhnya, jarang membacanya, jarang memahami isinya dan jarang mengamalkan isinya. Bahkan, menolak isinya hingga pernah dijadikan sebagai barang bukti terorisme. Astaghfirullahaladzim. Mengapa ini bisa terjadi? Sudah pada titik itukah diri kita. Satu sisi mengimani, disisi lain menolak aturannya. Menyedihkan!
Masih ingatkan saat kalian sedang galau bin suntuk. Sedang susah karena banyak masalah. Kalian lari pada para ustadz, kalian tanya apa solusi Al-Qur'an. Tapi kalian nggak pernah mikir kalo masalah itu nggak akan pernah ada, kalo kalian ikuti aturan Al-Qur'an!
Kalian bertanya. "Apa status anak yang lahir dari seorang perempuan yang telah berhubungan badan dengan ayahnya. Itu 'anak' yang lahir tadi, anak kandung atau cucu?"
Fakta ini terjadi dan ada disekitar kita, bahkan sering terjadi! Hm... Giliran ada seperti ini, kalian tanya Al-Qur'an gimana menyikapinya. Tapi, apa kalian nggak pernah mikir. Andai aturan Al-Qur'an diterapkan dalam kehidupan secara nyata. Kejadian ini tuh, nggak akan pernah mungkin terjadi!
Kalian menolak keberadaannya, jarang membacanya, nggak mau menerapkan aturannya. Giliran ada masalah dan sumpek akan problematika hidup, kalian lari kepadanya. Untungnya aja, para asatidz dan asatidzah kita baik hati. Tanpa kenal lelah mereka menjelaskan pada kita hal-hal yang tak bisa kita pahami.
Nah, sobat. Sekarang ini bulan Rajab, habis itu Sya'ban, trus Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan suci, dimana Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Dan untuk memuliakan bulan tersebut, banyak diantara kita yang melakukan tilawah dan tadarusan di mana-mana.
Ramadhan, kurang sebentar lagi. Sudahkah kita bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar? Sudahkah kita memahami isinya, atau bahkan mengimplementasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari? []
