Menyikapi Virus Corona Dengan Bijak
Oleh: Aziz Rohman
"Corona itu mahluk Allah, kalo Allah berkehendak kita mati karenanya. Tentu semua atas ijinNya. Hidup mati kita bukan karena Corona, tapi karena Allah!" Ungkap beberapa meme dan quote yang beredar di jagad maya.
Hm... Apa kamu juga tahu quote yang berseliweran beberapa hari ini di sosmed tersebut? Gimana pendapatmu, benar atau salah? Kalo menurut aku sih, jika dipikir-pikir. Seolah-olah ungkapan itu benar, tapi sejatinya mengandung sesuatu yang membayakan.
Lho kalo begitu. Lantas, gimana nih menyikapinya? Kalem aja, santuy dan jangan bingung. Dalam perkara ini aku jadi ingat bahasan tentang qadha dan qadar yang disampaikan guru saya sekian tahun silam.
Di dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ؕ
Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. [QS. Ali 'Imran: Ayat 145]
Hm.., jika kita menemui ayat seperti diatas dan sejenisnya seolah-olah kalimat yang beredar di sosmed tadi benar adanya. Padahal kan, nggak gitu juga. Iya kan? :D
Terkadang aku heran sama orang-orang. Kenapa sih masalah beginian kok dibikin rumit. Padahal kan, sebenarnya ini mudah. Janganlah dibuat dipersulit kek gitu! Kuy, refresh kembali pemikiran kita. Utamanya, pada pembahasan qadha dan qadar. Jangan kalian terjebak dengan pendapat seperti orang-orang Jabariyah. Yang memiliki pendapat, dimana ringkasnya adalah bahwa Allah menciptakan hambaNya beserta perbuatannya. Mahluk 'dipaksa' melakukan perbuatannya dan tidak bebas memilih. Sama seperti ungkapan tadi sebelumnya? Ada Corona santuy aja cuy, ngapain takut. Kalo Allah nggak berkehendak mati ya nggak bakalan mati. Auto Pasrah? Ya nggak gitu juga bray!
Kalo kek gitu kan, kita ini ibarat seperti bulu yang diterbangkan angin kemana saja. Heran saya, kok bisa ya orang-orang terpengaruh pada pemikiran tersebut. Makanya, saat menemukan quote yang kontra dengan hal tersebut. Saya jadi tersenyum... "Singa dan Ular Cobra juga mahluk Allah. Mau sekandang sama singa / ular cobra?", Katanya. Betul nggak ungkapan yang kemungkinan besar dibuat untuk meng-counter hal tsb. tadi? Hehehe...
Makanya, kamu harus hati-hati dalam perkara ini. Harus waspada! Pun sebaliknya, kita juga nggak boleh auto pede dengan semua yang telah kita lakukan. "Udah sering minum jamu, Corona pasti nggak mempan.", Kata salah satu tokoh negeri +62. Seolah-olah semua ada dalam kendali kita. Waduh, kalo yang model gini juga nggak boleh. Nanti bisa seperti muktazilah yang berpendapat bahwa semuanya ada dalam kendali manusia, hasilnya juga tergantung manusia. Kepedean, lupa bahwa masih ada Allah Yang Maha Segala-galanya.
Kamu nggak boleh sombong gitu ya! Terlebih, dalam perkara kehidupan. Dalam hidup ini, tidak bisa semua seperti rumus matematika. Tidak bisa selalu 1 + 1 = 2. Kadang juga 1 + 1 = 1.000, juga bisa. Seperti banyak sedekah bukannya tambah miskin uangnya dibagi-bagi. Malah bikin kaya? Nggak percaya, coba aja tanya ke UYM. :D
Jadi Gaes, dalam kasus Corona ini memang kita musti harus benar-benar berhati-hati dan waspada. Karena salah penyikapan bisa salah kaprah nantinya. Selain salah penyikapan bisa merusak keimanan. Bisa-bisa kita juga terkena wabah Covid-19 ini loh, jika meremehkannya gitu aja. Idiih, aku sih enggak mau!
Fyi, perhari ini saja Menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University per Sabtu (21/3/2020) pagi, jumlah total kasus virus corona Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 271.629 kasus. Dari kasus-kasus tersebut, terjadi 11.282 kematian dengan 87.403 pasien sembuh (https://www.google.com/amp/s/wartakota.tribunnews.com/amp/2020/03/21/update-jumlah-korban-virus-corona-di-dunia-termasuk-indonesia-hingga-sabtu-2132020).
Sedangkan, di Indonesia sebagaimana rilis dari pemerintah yang terkini (21/3). 450 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus corona, 38 meninggal dunia dan 20 sembuh. (https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200321151321-20-485605/update-corona-21-maret-450-positif-38-meninggal-20-sembuh). Dan yang lebih mengerikan, jumlahnya diperkirakan terus naik. Jika tidak ada langkah yang tepat dalam penanganannya. Duh, ngeriii!
Ini kalo nggak disikapi serius, bisa punah nih masyarakat dunia. Coz penduduknya langsung auto berkurang drastis, banyak banget. Ngeri!
Maka, dalam hal ini kita musti menyikapinya dengan baik dan benar. Harus dipahami bersama bahwa memang wabah ini adalah qadha dari Allah. Ujian, yang mengharuskan kita untuk meningkatkan taqarrub kita kepadaNya. Sehingga, penyikapannya-pun harus tepat. Nggak boleh salah!
Kita nggak boleh sombong dan menyepelekan virus ini gitu aja. Ataupun auto pasrah gitu aja, seperti pendapat pertama diatas. Nggak boleh! Ini pendapat yang salah!
Dalam perkara ini kita harus mampu membedakan mana ranah manusia dan nanah ranahnya Allah SWT. Mana perbuatan yang ada di area yang dikuasai manusia, mana area perbuatan yang tidak manusia kuasai. Segala sesuatu kejadian yang terjadi pada area yang menguasai manusia, inilah yang dinamakan qadla (ketetapan Allah). Sebab Allah-lah yang memutuskan, manusia tidak akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Sedangkan qadar adalah segala hal yang menyangkut terkait khasiat sesuatu. Yang mana kita tidak dihisap terkait hal tsb.
Sehingga, dalam kasus ini kita harus jaga diri dan kesehatan kita. Berhati-hati agar tidak tertular dan menularkan virus corona ini. Ikuti dan taati prosedur dari pihak-pihak yang mengerti tentang penanganan virus ini. Mari kita berikhtiar yang maksimal mungkin disertai dengan do'a, taqarrub kepadaNya agar musibah ini segera usai. Aamiin []

0 Comments:
Posting Komentar