Awas Jebakan Tivi!
Oleh: Aziz Rohman
Tivi alias televisi alias tipi, benda kecil kotak serbaguna yang bisa nyulap apa saja. Doeloe, benda ini adalah barang curian favorit para maling. Why? Sebab, doeloe hanya segelintir orang yang mampu beli. Coba aja tanya bapak-ibu, kakek-nenek kamu. So, pasti kamu bakalan denger cerita bahwa tipi bener-bener langka. Di satu desa mungkin cuma ada satu-dua aja. Makanya, tipi-pun menjadi primadona masyarakat desa, jaman itu. Cling!!! Saat tipi ngeluarin cahaya, seketika itu orang sekampung langsung pada ngumpul. Luar biasa! Betapa hebat sulap dari benda itu.
Yah, Tapi itu doeloe…., Sekarang? Sama aja. Tipi masih aja jadi primadona, bahkan untuk saat ini tipi udah jadi kayak barang kebutuhan pokok. Gimana enggak, wong hamper tiap rumah sekarang punya tipi. Dan, seiring berjalannya waktupun trik sulap tipi makin hari makin berkembang. Jika doeloe tipi mampu ngumpulin orang sekampung, sekarang beda lagi. Si tipi ternyata punya trik khusus untuk meluluhkan hati pemirsanya. Tipi mampu mendidik, mengajari bahkan mengajak dan member contoh pada setiap orang. Untuk niru, ngikutin, nyontoh segala bentuk tingkah laku orang-orang yang dia tampilkan di layar kaca.
Hm… Tipi emang punya dua sisi penilaian, positif dan negatif. Perlahan tapi trik sulapnya makin hari makin sip aja. Gimana enggak coba, dia bisa jadi ortu, temen, sodara, guru keren, bahkan idola ajib yang siap di gandrungi siapa saja. Yang di suguhkanpun tak kalah membiusnya. Saat satu channel nayangin ini, tiba-tiba aja semua channel bersiap ngikuti. Wow, hebat bener nih tipi... Dia bisa buat trend!
Tipi memang hebat! bisa ngajarin remaja, nggak pake lama. Bisa membuat trend, nggak pake lama. Dan bisa menyihir orang untuk mempelototi layar kaca, nggak pake lama.
Tapi, diantara yang paling berbahaya dari sulap tipi saat ini ialah saat tipi nayangin acara berbau mistis, klenik dan perdukunan. Kenapa bahaya? Karna aktivitas dunia perdukunan yang di gambarkan bisa jadi akan di tiru dan di contoh para penontonnya. Ah, semoga aja nggak terjadi... Tapi, track record membuktikan ternyata banyak juga loh penonton yang akhirnya niru-niru tayangan di tipi. Lha, kalo yang di tiru soal ginian, kan bisa dosa besar tak diampuni alias syirik. Ih, takuuut…..
Saat ini channel-channel tipi sedang kejar tayang sinetron-sinetron bertema religi tapi berbau klenik dan mistik. Momok-momok menakutkan khas setan Indonesia ternyata laris manis dan laku di jual di pasaran. Wow….
Akhirnya, sadar ato nggak sadar, mau percaya ato tidak! Saya pikir dunia klenik bin perdukunan-pun bisa ngeksis terus. Iklan gratis lewat sinetron-sinetron tadipun akhirnya mau nggak mau juga ikut andil memasarkan bisnis dunia alam ghaib.
Sekarang, pilihan ada pada pemirsa. Jika pemirsanya nggak suka dengan tayangan tadi, maka tayangan tadi akan cepet ngilang. Tapi, jika pemirsa menggandrungi, maka sinetronpun akan laris, iklan berdatangan. Dan bisnis perdukunan yang tergambar di tipi-pun sekali lagi akan ikut teriklankan.
Lantas, sampai kapan ini harus terjadi? Sampai pada saat kamu tak lagi mau ditipu sama acara tipi yang tak baik. Sembari berharap para sineas Indonesia mampu menghadirkan tontonan edukatif dan berpahala. Yuk, mari tentukan pilihanmu mulai sekarang!. [].

0 Comments:
Posting Komentar