Sob, Apa Nih Yang Mau Kamu Banggakan?
Oleh: Aziz Rohman
Sobat, menurutmu “bangga” itu apa? Perasaan bangga itu yang gimana? Trus kenapa kita harus bangga? Dan dengan apa sih kita bisa membanggakan diri?
Hm…. Sruput teh dulu ach. Yuk mari, kita sejanak mikir kira-kira apa sih kebanggaan itu?
Menurut KBBI, bangga adalah besar hati, merasa gagah (karena mempunyai keunggulan). So, maka menurutku kebanggaan itu adalah suatu perasaan besar hati, merasa puas dengan sesuatu yang pengen di capai.
Lulus UN dapet nilai terbaik, bangga. Diterima masuk di sekolah favorit, bangga. Ulangan dapet nilai 100, bangga. Apalagi pas ditanya orang, “Bapakmu kerja apa?”. Jawab kamu, “jadi TNI pak…” (red: bangga).
Sobat, ternyata sering banget ya kita merasa bangga dengan segala karunia yang telah kita miliki. Tapi, kalo mau jujur kebanyakan dari kita tuh membanggakan diri kita dengan seabrek fakta duniawi. Yang terkadang, hal itu tak memiliki hubungan apapun dalam hal ketaatan kepadaNya. Saat ada embel-embel agama nempel pada diri kita, kadang kita merasa risih, sedih, dan merasa malu. Kenapa harus malu???
Gaes, sebagai seorang muslim harusnya kita mesti selalu pede dan bangga dengan identitas keIslaman kita. Karna disetiap detik kehidupan yang berlalu kita senantiasa mawas diri, enggan bermaksiat dan senantiasa berusaha taat.
Yups, tidakkah kita ingin membanggakan orang tua, adhik, kakak, kakek, nenek, keluarga atau bahkan anak-anak kita kelak? Lantas dengan apa kita bisa menjadikan diri kita sebagai sebuah kebanggaan? Tentu, dengan iman. Dengan Islam, bukan yang lain.
Berpegang teguh pada syariatNya, menjauhi laranganNya dan senantiasa melaksanakan perintahNya dalam taqwa. Adalah karakter khas seorang muslim.
Di uji dalam taat, di coba setiap saat bukan berarti akan melumpuhkan iman kita. Justru, itu harus membuat kita teguh dan berkembang. Bermetamorfosis menjadi sosok istimewa. Yang mengkristalkan iman dalam dada, seraya menuliskan tinta emas sejarah kehidupan. Membuat bangga diri kita beserta orang terdekat sekitar kita.
Umar bin Khattab r.a pernah berkata, “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Ta’ala memuliakan kita dengan Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah akan menjadikan kita hina dan rendah”.
Sebelum ramadhan kita sering bermaksiat, saat ramadhan kita dapet hidayah dan bertobat. Eh, giliran ramadhan pergi kita bermaksiat lagi. Lantas, apa yang mau dibanggakan dengan semua ini???
Jadi pegiat tobat sambal? Setelah kapok kepedasan ngaku nggak mau makan pedas lagi, eh besoknya makan pedas lagi. Sifat itukah yang mau kita banggakan? Tidak!!! [].

0 Comments:
Posting Komentar