Madesu or Not?
Oleh : Aziz Rohman
Eh, Sob… Tahun ini kayaknya tranding topik kita ngomongin agama nih… Mulai dari habib rizieq, uus, ernest, zakir naik, inulsampe yang terbaru Ust. Felix siauw… Alhamdulillah, ghirah keIslaman teman-teman kita nggak pernah padam di tengah-tengah godaan jeratan dunia hiburan yang makin hedonis dan liberal alias bebas nggak ngenal aturan…
Ditengah jaman yang edan ini kita juga mesti kuat ni sob, agar tidak madesu (masa depan suram). Gimana nggak edan coba. Akhir-akhir ini umat Islam di beri cobaan yang nggak masuk akal. Panji Rasulullah di bilang bendera teroris, ngadain pengajian di bubarkan. Haduh, benar-benar edan… Meski gitu sebagai generasi muda kita jugamesti tau nih, bahwa biar bagaimanapun kita adalah generasi penerus. Dan sebaik-baik generasi penerus adalah mereka yang taat kepada agamanya.
Islam dan Para muda
Sobat rohimakumullah… Islam dengan seperangkat aturannya, secara alami sebenarnya telah menjaga keberlangsungan generasi. Sejak sebelum kita lahir, Islam telah memiliki seperangkat aturan agar kita menjadi anak yang bener dan nggak akan member kita celah buat jadi anak nakal. Semenjak sebelum pernikahan terjadi, proses pernikahan sampe menikah. Kemudian saat bayi itu lahir, tumbuh dan dewasa, Islam memiliki sebuah sistem yang mampu menjaga mereka agar tetap menjadi manusia-manusia taat dan berkualitas jempolan. Namun, saat Islam udah nggak di pandang sebagai sebuah Sistem Hidup. Perkembangan generasi mudanya pun makin hari semakin menyedihkan. Sekedar sholat lima waktu aja banyak di antara kawan-kawan kita yang masih bolong-bolong. Apalagi sholat jama’ah, malah sepi peminat. Masjid udah menjadi tempat yang nggak menarik lagi buat para muda. Seolah di dinding masjid tertulis (maaf), “Tempat ini hanya untuk orang tua dan orang tobat”. Ckckckc… Masjid udah kalah sama yang namanya mall dan cafĂ©. Sekedar sholat aja berat, apalagi menghadiri sebuah kajian keislaman???
Tentu ini ironis, ngeliat para muda kita jauh dari kata “Islam”. Saat mereka alergi sama Islam maka, pengajian dibubarkan seolah menjadi sesuatu yang wajar. Seolah pengajian adalah asal muasal pergaulan bebas dan rusaknya moral. Benarkah demikian??? Tentu Tidak!
Serangan Budaya Asing
Orang-orang kafir selalu nggak suka jika umat Islam bersatu dan berjaya. Mereka akan senantiasa merusak generasi muslim lewat berbagai macam cara. Food, Fun, Fashion (3F) adalah salah satu upaya mereka untuk melemahkan kita-kita, para generasi muda. Mereka paham jika serangan fisik nggak akan mampu mereka menangkan. Makanya, mereka beralih kepada _perang pemikiran (ghazwul fikri)._ Dan target empuk dari ghazwul fikri ini adalah para muda. Yang cenderung masih labil, mudah untuk di arahkan dan diwarnai, terlebih kita-kita adalah generasi penerus.
Sobat sekalian yang ku cinta, Melalui Food (makanan), mereka membuat kita gagal paham tentang konsep halal haram. Produk harampun kian marak beredar di pasaran; Fun (kesenangan), membuat kita happy sampe lupa dan terlena sama kewajiban sebagai hamba Allah. Mereka menjadikan kita lebih peduli pada hal-hal yang nggak begitu penting sebenarnya. Musik, film, pacaran, bola menjadi sesuatu yang paling sering kita bahas, dibanding dengan kondisi umat terupdate saat ini; Fashion (pakaian), mereka sengaja menipu kita dengan mengatakan bahwa pakaian adalah salah satu ajang aktualisasi diri dan gaya hidup. Bukan sebagai penutup aurat, bukti ketaatan kepada Allah SWT.
Semua serangan pemikiran lewat masuknya budaya asing ini memiliki satu tujuan, agar umat Islam jauh dari agamanya. Ketika umat Islam sudah jauh dari Al qur’an dan As sunnah, maka mereka akan mudah untuk di kalahkan. Mereka mengejar materi dan kesenangan sebagai tujuan hidupnya. Allah bukan lagi sebagai sumber kebahagiaan melainkan, sudah diganti dengan materi. Materi dijadikan sebagai sumber kebahagiaan baru yang di tawarkan orang kafir dan munafik.
Saat kenikmatan makanan lebih utama dari pada halal-haramnya, saat itulah materi sebagai sumber kebahagiaan; Saat alis sulam, operasi plastik dan segala macam bentuk fisik di ubah demi satu kata, "cantik”. Maka, saat itulah materi sudah menjadi pengganti Allah; Saat hijab syar’I di anggap kuno dan primitif serta tak menarik. Lantas membuat saudari muslimah kita berlomba-lomba berpakaian telanjang untuk menarik perhatian. Maka, ghazwul fikri sukses dan berhasil di jalankan. Dan semua ini nggak boleh dibiyarin gitu aja.Harus di lawan !!!
Saat Para Muda Miskin Teladan
Saat Syariah Islam nggak lagi di terapkan, hukum-hukum Islampun secara otomatis akan di campakkan. Kehidupan liberal serba bebaspun merebak dimana-mana, bak jamur di musim penghujan. Sekulerisme telah benar-benar memisahkan antara agama dengan kehidupan. Umat menjadi kian lalai untuk taat kepada Allah SWT. Maka, tibalah kita pada suatu masa dimana segala sesuatu akan dinilai dari penampakannya. Sukses di ukur dari uang, mobil, harta, rumah, wajah ataupun selembar ijazah. Yang pada kemudian hari menjadikan para muda mengidolakan para artis, pemain film ataupun pesepak bola. Menjadikan mereka-mereka sebagai seorang idola baru, menggeser Rasulullah SAW.
Saat sobat sekalian, sudah menjadikan seorang artis sebagai sosok idola dan teladan. Maka, peraduan para muda-mudi Islam bukan lagi di masjid tapi di arena konser. Yang hasilnya bisa dilihat sekarang, para muda bukan sekedar mengambil paham kebebasan (liberal). Justru malah menjadi pembela paham liberal. Para muda lebih suka ngundang artis ibu kota dari pada seorang ustadz ataupun Kyai… Sungguh, dunia telah terbalik.
Miskinnya pemahaman para muda untuk menjadikan Muhammad SAW sebagai sosok teladan ideal adalah sinyal bahaya!!! Jika para muda udah nggak mau menjadikan beliau sebagai suri tauladan, maka nanti para muda juga akan nggak mau di atur dengan aturan Islam. Manusia terbaik nggak lagi jadi teladan, dan aturannyapun nggak lagi berlaku buat orang hidup. Islam di tempatkan di suatu tempat, dimana orang-orang tua, para pencari tobat dan orang meninggal saja yang maudan boleh memakai aturan Islam. Jika hal ini telah terjadi, maka selamat datang di jaman terbalik! Jaman dimana saat adasekelompok umat taat kepada aturan Islam di cap sebagai pelaku teror yang membahayakan kehidupan.
Terakhir nie….
0 Comments:
Posting Komentar