Kutulis

 “Kutulis”


Kutulis siapa dirimu di 2008,

di antara sepi dan harap yang belum tahu arah.

Aku hanya bermimpi tentang wajah, tentang sifat, tentang hati,

tentang seseorang yang kelak menua bersamaku.


Lalu 2013 datang, dan takdir mempertemukan kita.

Sepertinya semesta membuka lembar janji yang dulu pernah kutulis samar.

Setahun kemudian, 2014, engkau resmi menjadi rumah bagi setiap rinduku.


Kini, 2025, kita masih berjalan berdua,

bersama anak-anak tercinta yang menjadi cahaya hari-hari kita.

Sebelas tahun dalam genggaman waktu,

dan engkau masih setia menerima segala kurangku dan bahkan mengizinkan aku melangkah lagi, mengejar ilmu, mimpi, dan cita yang sempat tertunda.


Di akhir tahun ini. Selamat bertambah usia, sayangku.

Terima kasih telah menjadi rumah,

semoga aku bisa terus menjagamu,

membahagiakanmu hingga akhir hayat. []

0 Comments:

Posting Komentar