Anak Lanang
Melihat anak lanangku. Aku jadi teringat saat kuliah online kemarin. Saat itu disampaikan dosen bahwa ada beberapa faktor yang membentuk kepribadian seseorang. Pertama, genetik. Dan yang kedua, lingkungan
Makanya saat melihat dirinya, dalam hal ini saya harus memastikan bahwa sejak dini anak-anak harus paham siapa dirinya. Darimana dia berasal, untuk apa dia hidup dan kemana dirinya nantinya
Sejak dini anak-anak harus paham bahwa para petani Indonesia itu berada di garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. Bahkan saya ingat betul diawal kepemimpinan Presiden Jokowi di periode kedua. Bagaimana ide dan gagasan beliau dan tim untuk membawa Indonesia menuju swasembada pangan. Ya meski kemudian di akhir masa jabatan beliau, salah satu program menterinya. Yaitu food estate pernah menjadi bahan candaan netizen. Dengan kelakar nanam singkong berbuah jagung. Kata para netizen
Kembali ke judul coretan ini. Anak Lanang! Ya, saya secara pribadi menginginkan agar anak lanangku memiliki kepribadian yang baik dan benar. Baik dalam sikap dan perilaku, serta benar dalam tindakan (yang sesuai dengan aturan hidupNya)
Kalo menurut dosen saya, Bu Kristin beberapa hari lalu dalam perkuliahan perilaku organisasi. Katanya sih secara umum watak/kepribadian seseorang itu konsisten. Susah untuk dirubah, apalagi kalo dia sudah dewasa. Makanya, perlu sebuah pengkondisian yang baik dan benar sejak dini. Nah!!!
Ya kan kepribadian seseorang itu berdampak pada komitmen dia terhadap sikap dirinya. Misalkan terkait sikapnya terhadap sebuah amanah, contohnya amanah pekerjaan
Dalam sebuah pekerjaan atau saat seseorang itu bekerja. Tentu dia butuh komunikasi, yang mana komunikasi itu memudahkan seseorang untuk cepat beradaptasi dalam bekerja
Secara teori menurut Bu Kristin. Ada empat tipe kepribadian mendasar seseorang: sanguinis (optimis, aktif dan sosial), koleris (pemarah, cepat atau mudah tersinggung). Lalu ada juga tipe melankolis (analitis, bijak dan tenang), dan Plegmatis (santai dan damai)
Menurut penjelasan beliau dalam diri setiap orang, pasti tipe-tipe tersebut ada semuanya. Hanya saja umumnya yang dominan itu satu tipe.
Sehingga, hal ini membuat saya kemudian menerawang lagi nan jauh ke depan. Ini anak lanang jika saya pengen dirinya jadi begini dan berkepribadian begini. Maka saya harus mengupayakan agar dirinya seperti ini. Hm.... Beginilah tugas berat orang tua. Tapi, saya yakin bahwa dibalik itu semua pasti kita akan bangga saat anak kita berhasil. Terlebih berhasil di dunia dan akhirat.
Bismillah ya Allah. Semoga anak-anak saya dan anak-anak kalian semuanya (yang membaca coretan singkat ini). Kelak bisa menjadi anak yang sholih dan sholihah, yang bisa membanggakan orang tuanya, menjadi anak yang berguna bagi agama dan seluruh umat manusia di dunia. Aamiin ya rabbal alamin. [] @masazizrohman

0 Comments:
Posting Komentar