Poligami itu Nambah bukan Ganti! (Serial Poligami Sakinah bagian 1 & 2)
abu zaid
Sobat Sakinah, sampai juga kita pada pembahasan yang ditunggu tunggu. Paling tidak oleh para suami... Namun para istri ga perlu kuatir. Kenapa? InsyaAllah pembahasan kali ini tak membuat serta merta para suami bergegas mau poligami, kenapa? Yah ikuti saja yah.
Poligami sakinah tentu sangat didambakan oleh keluarga muslim. Karena buat apa nambah istri kalo akhirnya malah ribut. Iya buat apa kalo maksud hati nambah istri eh malah dapatnya ganti istri karena istri pertama ribut dan gugat cerai.
Sobat, mengapa banyak poligami ujungnya ribut? Ujungnya ganti istri bukan nambah? Mayoritas karena proses menuju poligaminya yang tak standar. Khususnya biasanya dilakukan diam diam tanpa sepengetahuan istri pertama. Sehingga menimbulkan komplikasi sangat serius bila akhirnya istri pertama tahu. Kemudian nyaris seratus persen ngamuk dan berteriak, 'Mas pilih aku atau dia! ".
Poligami diam diam ini kalopun berhasil karena istri pertama menyerah maka suami berarti menjadi laki laki beruntung. Bukan suami yang layak poligami dari awal.
Maka sebelum akad nikah poligami, suami lah yang harus mempersiapkan istri pertama. Persiapan dimaksud bukanlah sekedar memberitahu istri pertama. Tapi mempersiapkan secara lahir batin. Apa saja itu?
1. Suami adalah pemimpin keluarga, maka jagalah wibawamu.
Sobat, alangkah tidak terhormat nya seorang pemimpin yang ketika hari H menuju tempat akad nikah dengan istri kedua trus ngumpet ngumpet takut ketahuan istrinya? Berbohong sama istri bahwa ada agenda kantor dll supaya bisa menyelinap ke acara akad nikahnya adalah sikap yang tak terhormat dan tak gentel. Tak layak laki laki berperilaku seperti itu. Mestinya pemimpin keluarga datang ke akad nikah nya dengan gagah. Gandeng tangan istri pertama dan diajak anak anaknya dan diajak pula ayah ibunya. Begitulah yang gagah dan layak.
Kan ga ada syarat mesti ijin istri pertama tadz? Iya yang bilang syarat siapa? Ga ada harus ijin istri pertama itu benar.
Tapi yang kita bicarakan ini adalah bagimana proses menuju poligami sakinah. Ini proses agar poligami itu nambah bukan ganti. Bahagia bukan ribut. Berwibawa bukan malah hilang muka. Bisa adil bukan malah zholim.
Maka salah satu bentuk kelayakan suami adalah sudah memberikan hak istri dengan baik sesuai kemampuan. Dengan demikian maka istri akan bisa memahami bahwa suaminya layak menjadi pemimpin untuk dua istri. Istri yakin bahwa suaminya yang jantan itu tak akan menyia nyiakan dirinya dan anaknya. Tak akan mengurangi hak sedikit pun dan tak akan menzholimi nya. Tak akan berbuat tak adil dalam giliran dan nafkah. Sehingga terbayang baginya bagaimana menjalani poligami yang sakinah dan diridhoi Allah. Bukan poligami yang membawa malapetaka rumah tangga.
Nah, nih paling penting bagi para suami, layakkan dirimu di hadapan istrimu maka poligami InsyaAllah hanya soal waktu. Jangan jadi laki laki egosi. Jadi suami bagi istri pertama saja ga becus trus mimpi poligami indah.
Bayangkan betapa ga layaknya jika seorang pemimpin bagi sebuah keluarga dengan istri dan anak trus melakukan tindakan diam diam yakni nikah lagi tanpa persiapan yang layak. Yang tindakan itu sudah dia ketahui kemungkinan besar akan menghancurkan keluarganya dan dia tetap lakukan maka suami macam apa ini namanya? Yah tak bertanggung jawab sama keluarganya, istri dan anaknya yang sudah dia miliki dengan bahagia bertahun tahun malah dengan sengaja dia hancurkan dengan tangannya sendiri.
2. Adil Sejak Awal, Semua Istri Bersurat Nikah
Proses itu sangat penting untuk menuju poligami sakinah. Poligami itu nambah bukan ganti. Bukan sekedar jadi laki laki beruntung karena istri pertama pasrah namun berusaha menjadi laki laki yang layak. Layak untuk satu istri. Layak untuk lebih satu istri.
Karena itu sangat penting proses persiapan melayakkan suami. Mengapa suami? Sebab suami lah pelaku sekaligus yang menanggung seluruh beban poligami. Istri hanya mengikuti. Jika suami layak dan bisa membuat istri aman insyaallah poligami sakinah lebih mudah diraih.
Setelah melayakkan diri, kemudian melayakkan istri maka selanjutnya adalah berbuat adil dari awal.
Proses terbuka tidak diam diam dari istri dan kelurga itu juga sangat penting. Keluarga terdekat seperti orang tua suami. Kemudian orang tua istri pertama. Orang tua istri kedua sangat penting untuk diajak sama sama mendukung pernikahan ini. Karena jika orang orang terdekat ini ga setuju kemudian melakukan sesuatu yang tidak sesuai harapan akan menjadi masalah.
Setelah semua itu maka poligami ini jangan menjadi pernikahan siri. Buatlah surat nikah untuk istri kedua sebagaimana istri pertama yakni bersurat nikah. Sama sama bersurat nikah penting untuk menghilangkan kemungkinan ada kezholiman dari pihak suami maupun istri pertama karena faktor legalitas. Juga penting agar anak yang dilahirkan juga secara legal memiliki ayah ibu. Tentu kita tidak mau jika di akte kelahiran anak hanya tertulis nama ibu. Jadi mirip anak zina kan?
Maka proses agar dapat surat nikah ini harus ditempuh. Dengan permohonan ke pengadilan agama kemudian sidang dan dapat keputusan nikah dan bisa mengurus nikah secara legal dengan surat nikah.
Wah kok ruwet? Pemimpin ga boleh segan menempuh jalan ruwet kalau memang harus.
Nah menuju poligami sakinah itulah jalan yang harus ditempuh.
Ingatlah bahwa menuju poligami sakinah tidak sekedar mengejar bahwa nikah poligami sah. Namun juga mengejar segala aspek agar poligami bisa sakinah.
Yuk ah, kalo serius dan bertanggung jawab cepetan kalo mau poligami ya poligami sakinah. Jangan menjadi pemimpin yang yang egois, tak layak dan tak bertanggung jawab... Seenaknya nikah lagi diam diam dengan resiko bubarnya keluarga sakinah yang sudah diusahakan bertahun tahun.
Bukankah keluarga sakinah anda dengan istri pertama dan anak anak sholih sholihah layak dipertahankan?
Selamat berjuang Sobat semoga selalu sakinah. Wallahu a'lam.[]
0 Comments:
Posting Komentar