Rangking Satu
Satu waktu di awal 2000an
Setelah selesai ujian caturwulan pertama. Pernah jadi kebanggaan orang tua dan keluarga karena selalu naik panggung saat perpisahan setiap tahun. Sejak TK sampai lulus MI gak pernah absen tidak naik panggung perpisahan madrasah
Tingkat setelahnya bagaimana? Kisah itu terus berlanjut sampai lulus tingkat SMK
Selepas SMK saya memahami satu hal bahwa saya harus realistis dengan kondisi keluarga. Pilihan langsung bekerja yang dipilih
Makanya, kadang kalo ketemu teman madrasah, teman SMP kok nasibnya beda. Kerjaannya beda, gajinya beda. Ya biasa aja sih, kayak baru hidup kemarin aja...
Bener kata orang-orang, rangking 1 bukanlah jaminan untuk bisa dikatakan sukses. "Sukses" menurut standar kebanyakan orang saat ini, dimana sukses itu dilihat dari jumlah gaji dan kedudukan...
Saya dan keluarga saya memiliki standar yang berbeda, nenek saya pernah berpesan. "Dadi opo wae rapopo le, sing penting ojo lali ngaji karo sholat e!"
Ya kan, setiap orang memiliki previlage yang berbeda....
Intinya apa? Intinya jangan pernah berpuas diri. Selalu berubah dan berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi... [] @masazizrohman

0 Comments:
Posting Komentar