Suami Idaman, adakah?

 abu zaid


Sobat, seorang wanita pastinya ingin mendapatkan suami idaman, suami dambaan. Sholih, ganteng, gagah, kaya, romantis, imam yang tangguh, perhatian, berpendidikan, karir bagus, penyayang, suka bantu tugas istri, perhatian sama anak dan keluarga. Nah ada lagi?  Pokoknya sempurna lah. 


Namun faktanya, tidak ada laki laki yang sempurna. Kecuali Rasulullah Muhammad SAW. 


Tidak ada laki laki sempurna Sobat. Yang ada adalah paketan. Paketan laki laki dengan  karakter plus dan minus. Yang harus diambil satu paket itu tak bisa dipilih bagusnya saja. Yang ada misalnya:


Paket 1, laki laki yang sholih, tampan, gagah, pintar, berpendidikan, tapi miskin. 


Paket 2, laki laki sholih, kaya, kurang gagah, agak kerempeng, romantis, tapi kurang cerdas. 


Paket 3, laki laki sholih, kaya, kurang tampan, kurang romantis, dan wataknya keras. 


Paket 4, kurang sholih, gagah, romantis, cerdas, kaya tapi mau menang sendiri. 


Paket 5, dst


Itulah paket paket laki laki yang ada di muka bumi ini. Jika demikian, lalu bagaimana seorang muslimah harus memilih suami? Bagaimana kriteria nya? 


Jika demikian adanya maka ada kriteria paling penting yang harus ada pada seorang laki laki yang akan dipilih sebagai suami:


1. Paling pokok harus sholih. Baik agamanya. Bukan sekedar seiman. Tapi harus yang baik agamanya. Kewajiban agamanya seperti sholat, puasa, zakat, berbakti pada ibu bapak, menuntut Ilmu, dll. Tak lagi jadi soal dalam hal meninggalkan yang haram seperti minum khomr, berjudi, berzina, menipu, apalgi syirik macam ke dukun dan pesugihan. Ini syarat yang ga bisa ditawar tawar oleh siapapun. 


2. Bertanggung jawab, yakni bisa melaksanakan kewajiban sebagai suami tanpa diminta. semisal mendidik agama istri, menafkahi istri, menjaga kehormatan istri dll


3. Mampu menafkahi artinya punya penghasilan berapapun gaji atau penghasilannya. Karena yang paling penting dia bisa menafkahi sesuai kemampuan nya. 


4. Penyayang. Menyayangi istri dan keluarga karena Allah. Tidak menyia nyiakan istri dan keluarga sehingga membiarkan semua lalai dalam mentaati Allah. 


5. Kekurangan yang bersifat teknis  bukan maksiat maka itulah yang kita Terima. Kita tolerir. Kalo bisa diubah alhamdulillah. Ga bisa kita sabar. Misal suami yang kurang romantis dan kaku. Kurang perhatian. Dll yang sifatnya teknis. Bukan maksiat maka diupayakan diperbaiki jika bisa. Jika tidak makan bersabar. 


Inilah kurang lebih sosok suami idaman. Sekali lagi tak ada laki laki sempurna. Juga tak ada perempuan yang sempurna. Maka tak ada keluarga sempurna. Yang ada adalah laki laki sholih. Yang ada perempuan sholihah. Dan keluarga sakinah. 


Surat Al-Baqarah Ayat 216 كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ Arab-Latin: Kutiba 'alaikumul-qitālu wa huwa kur-hul lakum, wa 'asā an takrahụ syaiaw wa huwa khairul lakum, wa 'asā an tuḥibbụ syaiaw wa huwa syarrul lakum, wallāhu ya'lamu wa antum lā ta'lamụn Terjemah Arti: Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.


Allah berfirman Surat Al-Baqarah Ayat 216


 كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ


"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."


Kekurangan kekurangan suami yang kita rasakan bisa jadi merupakan pelengkap dari kekurangan istri sehingga menjadi perpaduan yang cocok dalam keluarga sakinah. []

0 Comments:

Posting Komentar