Kenangan Berdua
Suatu hari Bu Yadi bertanya, "Lha, sekarang istrinya masih ngajar?"
"Ngapunten, sampun resign. Nggeh. Soalipun sampun kagungan putra niki. Nopo malah niki Mbah e sakit. Jadinya nggeh, sakniki ten dalem. Jadi, ibu rumah tangga." Jawab saya saat itu
Kemudian, ditimpali sama beliau. "Iya, ibu biyen yo ngunu kok le. Mbasio podo sekolah duwur. Tapi, akhire ibu leren. Bapak e sing lanjut ngajar sampe saiki."
Jadi, ya begitulah ceritanya sehingga saya bisa bertemu dengan istri saya sekarang. Dan, tidak terasa ini sudah di tahun 2022. Seingat saya kita menikah di tahun 2014. Tak terasa sudah 8 tahun...
Pilihan sulit memang. Tapi, demi anak tiga dan ayah yang sedang sakit. Pilihan itu memang harus dipilih. Dan sebagai suami tentu saya harus bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga
Ya, sama saat saya idul fitri kemarin saat silaturahmi ke Bu Sujilah, guru SMP. Beliau bercerita banyak bahwa banyak guru kami yang akan pensiun. Kata beliau, iya sekolah butuh guru geografi. Istri dulu jurusan apa? Lulusan mana? Setelah saya jawab bla bla bla.....
Beliau berkata, "Iya pas sakjane. Opomaneh lulusan Negeri. Akeh keterimone"
Tapi, saya sampaikan. Ngapunten, mboten pun. Kondisinya demikian dan kami pikir itulah pilihan yang terbaik...
*Foto: Kenangan dulu sering menjemput istri di sini sepulang mengajar
Mas Aziz Rohman

0 Comments:
Posting Komentar