Servis Motor
Servis Motor
Motor kmrn benar-benar nggak bisa jalan. Ada sedikit problem di rem depan. Kata teman saya, itu cuma rem olinya aja, kehabisan. Bongkar sendiri bisa!
Tapi, saya merasa ini bukan persoalan Iki seret Krn kurang oli, tapi ada masalah lain.
Ya meski kmrn siang setelah teman saya ngasih komentar terkait hal ini. Di depan teman itu, saya merasa muka ini tampak bodoh krn nggak bisa mengatasi masalah ini sendiri. Saya bilang ke teman saya itu, aku gak due alat e gawe bongkar. Gak ahli juga. Haha...
Kmrn juga sempat ditawari teman ngaji. Masih muda ahli dengan catatan hidup khas orang Indonesia. Alumni sekolah bangunan, mahir perbaiki motor, kerjanya jadi operator mesin. Haha... Gak nyambung Blas! Tapi, saya sampaikan kepadanya. Gak usah mas, tak bawa ke bengkel aja biar nggak ngerepoti.
Disamping agar tdk merepotkan saya juga merasa biar nggak riwa-riwi nyari sparepart. Krn problemnya bukan sekedar butuh pelumas. Tapi ada sparepart yg harus diganti. Fiks, dugaan saya tepat. :D
Ada yang harus diganti! Salah satunya kancing di handle rem yg bermasalah. Lebih enak pergi ke bengkel aja, sekalian biar dipasang ahlinya. Lagi pula ada bbrp sparepart yg harus diganti. Fiks, keputusan ke bengkel adalah keputusan tepat.
Alhamdulillah, dr sini saya dapat pelajaran kehidupan. Untuk menyikapi sebuah masalah, sebaiknya serahkan saja ke ahlinya. Jika kamu bukan ahli di bidangnya jangan merasa sok paling jago. Karena kamu itu bukan ayam, bukan ayam jago. Eh..., Maksudnya jangan gegabah menarik kesimpulan akan sesuatu, apalagi menuduh yang lain begini dan begitu. Sampai sini dah paham kan maksudnya?
Lebih-lebih jika dirimu tidak tahu fakta sebenarnya. Bagaimana bisa seseorang yang tidak tahu detil fakta secara rinci, tidak pula memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang tsb alias bukan ahlinya. Sok-sokan menyalahkan yang lain. Merasa jadi paling ahli. Ahlinya ahli, padahal modalnya cuma copas sana sini. Astaghfirullah...
#sebuahrenungan #nasehatdiri #yukhijrah #yukngaji

0 Comments:
Posting Komentar