Memori Jalan Kita
Setelah hujan semalam, pikiran saya melayang ke beberapa tahun silam jika lewat jalan ini. Jalan Ini adalah rawan banjir sampai sebatas jok motor bebek 4 tak. Dan itulah tantangan yg harus kita dilewati setiap pulang kerja sebelum pulang ke rumah dan beraktifitas ngaji, dll. Jika malam hari hujan.
Sebenarnya hal tsb seolah menjadi sebuah fenomena yg biasa setiap musim penghujan tiba, utamanya saat hujannya lebat sekali. Terimakasih banyak kpd penduduk desa sekitar yg saat itu selalu siaga dengan tambang ditengah jalan. Rela tanpa pamrih pada malam hari dan hujan-hujanan siap siaga demi menolong para pemotor agar tidak hanyut dan terbawa arus.
Sama seperti jalan raya Ploso yang utaranya pom bensin Ploso sampai pabrik kosmetik/pabrik mpu samporna. Dulu juga begitu kalo banjir. Kayaknya sekarang kadang-kadang masih terjadi deh. Jika hujannya lebat.
Bersyukurlah kita, dengan berbagai macam pembangunan. Kondisi saat ini lebih baik. Meski terkadang saat hujan deras masih saja ada banjir. Tapi itu tak setinggi dahulu, makanya mungkin lebih cocok disebut genangan air ya? Hahaha...
Dulu, sudahlah tinggi banjirnya. Hujan, penerangan minim, tambah jalan berlubang pula. Wah wah wah, tanpa fisik yg kuat tentu aktifitas kita akan jadi kurang maksimal di keseharian
Dan, sejak saat itu hingga detik ini. Ketika, saya bercerita raut muka pendengar sering kali nggak ada yg percaya sama sekali. Wkwkwkwk... Gak bakat jadi motivasem nih.
Maklum aja mungkin nggak mengalami jadi nggak tahu dan belum tahu. Tapi bagi yg tempat tinggalnya jauh dr peradaban kota. Harus bolak-balik 25 KM, PP 50KM dengan intensitas tinggi saat rame-ramenya agenda keseharian kita. Dengan medan jalan seperti dulu itu. Kayaknya saya harus bercerita dengan satu orang saja. Biar nyambung dan percaya. Yang lain? Cuma bisa berkomentar bla bla bla... Tidak semua orang memahami apa yg ada pada diri kita. Makanya, harus sering-sering ke rumah saya. Bisa dicatat ini sudah Syawal akhir, hanya hitungan jari teman ngopi saya yg ke rumah saya utk 'riayan'. Wkwkwkwkwk ... Semua sibuk, meski masih dalam satu kabupaten. Faktanya, jauh dimata dan dekat di WA. Hahaha
Pancen, kecap nomer satu itu yang terbaik. Dan produksi sendiri tentunya yang paling enak. Hahaha. Ngerti maksud e 'son'? Iya pahamlah. Itu si 'son' dari Korea sudah jadi orang asia pertama yg jadi top scorer di premier league. Wkwkwkwkw.... Gak nyambung!
Back to the topic. Sekarang kondisinya gimana? Alhamdulillah, jauh lebih baik. Dengan berdirinya banyak pabrik disekitar sini. Bukan tdk mungkin pusat keramaian kota akan pindah kesini nantinya. Jadi, tetap semangat ya. Meskipun jarak mobilitas keseharianmu. Mulai kerja, ngaji, dll. Jauh. Sebenarnya itu tidak jauh-jauh amat. Itu tidak lebih dr sekian mm jika dilihat dr peta. Dan masih dekat dibandingkan dengan jarak mekkah-madinah. Tapi sayangnya yang ngomong begitu adalah orang yg jaraknya 10 menit perjalanan dr rumah sampai lokasi tujuan. Haha... Ngarang!
Sudahlah kawan jangan nge.war ke teman sendiri! Kata temen saya. Jadi, Yaudah met beraktifitas semuanya. Menyelaraskan semua amanah pekerjaan, dakwah dan keluarga serta tetangga memang perlu sebuah komitmen bersama. Terlebih bagi kalian keluarga pengemban dakwah. Semoga dimudahkan semua urusan kita. Aamiin...
Apapun yang orang bilang. Faktanya adalah dunia akan selalu berubah. Jadi, dari pada dirimu ngomel-ngomel nggak jelas. Lebih baik yuk berubah! Yuk ngaji! Yuk jadi lebih baik!!! []

0 Comments:
Posting Komentar