Kebiasaan Sholat Berjama'ah
Oleh: Aziz Rohman
Pagi-pagi pas matahari sudah mulai tampak terlihat, si ganteng bangun dan bertanya, "Ayah nggak ke masjid yah?"
Deg, sedikit kaget. Subhanallah, ini anak luar biasa pertanyaannya. Seolah menampar muka sendiri jika tidak sholat berjama'ah. Seketika itupun saya menjawab, "Sudah tadi. Kan, Adhik masih tidur. Tadi subuh-subuh pas Mbah Tres adzan. Ayah sudah berangkat dan sholat di masjid"
"Lho kok ayah nggak ngajak, Qays ingin sholat di masjid." Jawabnya memelas
"Ya nanti kalo ada adzan. Kita sholat ke masjid ya" Jawabku singkat
Dan seketika itu terlihat wajahnya agak cemberut pengen nangis. Nggak sampai nangis coba saya beri penjelasan, termasuk bantuan dari si sulung zia. Menjelaskan ke adhiknya bahwa waktu sholat berjama'ah telah usai. Jadi orang-orang sudah pada pulang. Nanti kalo ada adzan dari masjid, kita ke masjid sholat berjama'ah. Alhamdulillah, Qays bisa memahaminya..
Agak susah memang, namanya juga anak kecil. Pernah suatu ketika pas ditinggal sholat jama'ah ke masjid dia nangis. Akhirnya, meski jama'ah sholat telah bubar. Saya tetap harus ngajak dia ke masjid. Sampai di masjid, dia lihat sendiri orang-orang sudah pada pulang. Dia sholat sendiri dengan lucu dan gemesin. Ya, namanya juga baby 3 tahun. Selesai sholat, minta pulang.
Alhamdulillah, banyak sekali kenikmatan yang tentu harus kita syukuri. Termasuk nikmat memiliki anak-anak yang shalih. Tapi anak kan itu amanah! Iya, makanya, didiklah ia dengan pemahaman agama yang benar dan janganlah engkau biarkan dia jauh dari agama. Didik dia dengan baik, sedini mungkin. Tentu, dengan bahasa yang mudah dan bisa dia pahami dengan baik. Dan ini butuh habits, butuh kebiasaan dan butuh pembiasaan!
Saya masih ingat sekali dulu saat awal menikah. Jama'ah subuh di masjid hanya ada dua tiga orang beserta imam. Sekarang? Alhamdulillah, paling tidak ada 3 Baris shaff bapak-bapak. Satu baris maksimal 6-7 orang. Ya namanya juga masjid kecil di desa pinggir hutan. Dan tempat sholat berjama'ah satu-satunya di dusun ini. Alhamdulillah... Semua bisa seperti sekarang karena dakwah, karena edukasi, karena pembinaan dan karena kebiasaan!
Jadi gaes, sesibuk apapun dirimu. Sempatkan waktumu membersamai anak-anak, didik dan ajari mereka dengan pemahaman agama yang benar, beri mereka sebaik-baiknya teladan. Mereka adalah amanah, jangan disia-siakan. Bukan kah Rasul telah mengingatkan kepada kita semua bahwa setiap anak itu terlahir fitrah dan suci. Sedangkan orang tuanyalah yang akan menjadikan ia muslim atau yang lain.
Oke gaes, selamat berjuang! Didiklah anakmu dengan sebaik-baiknya agar mereka bisa menjadi generasi penerus, pejuang Islam terpercaya!
*Ditulis dengan santai sambil minum kopi setelah menjelaskan kepada si sulung, zia tentang asbabun nuzul QS. Al Ikhlas. []
0 Comments:
Posting Komentar