Peradaban Pasar Vs Peradaban Masjid
Oleh: Mas Aziz Rohman
Sobat, tahu nggak sih bahwa saat ini yang namanya peradaban pasar itu ternyata lebih menarik daripada peradaban masjid. Lebih banyak diantara anak muda yang lebih enjoy dan asyik kalo pergi ke pasar/mall daripada ke masjid. Nongkrong ke cafe sambil ngobrol ngarol-ngidul, kesana kemari lebih asyik daripada hadir di majelis ilmu membicarakan bagaimana kondisi umat Islam saat ini.
Saya jadi teringat salah satu perkataan guru saya. Bahwa menurut beliau, Nabi Saw pernah bersabda: "Barangsiapa bangun di pagi hari, tapi tidak memikirkan nasib kaum muslimin, maka dia bukan termasuk golonganku."
Nah teman-teman sekalian, saat ini ngajak anak muda ngomongin tentang kondisi umat itu rasanya gampang-gampang susah. Hampir sebagian besar dari mereka lebih asyik ngomongin tentang pasar dengan segala pernak-perniknya, daripada masjid dengan segala kondisi umatnya. Mereka lebih enjoy bicara tentang berbagai macam kesenangan duniawi daripada ngobrol dan membicarakan urusan akhirat.
Musik, fashion, K-Pop dan pernak-perniknya lebih mereka pilih untuk dibahas. Daripada saudara seiman yang entah hari ini sudah makan atau belum.
YouTube, IG, tiktok dan sosmed yang lainnya lebih senang mereka temani daripada Al-Qur'an, hadits dan kitab-kitab para ulama yang membahas tentang agama.
Duh, nggak tahu deh kenapa hampir sebagian besar teman-teman kita jadi begitu. Apakah ini memang sudah takdir, sudah jamannya begini atau karna kelalaian kita dalam berdakwah. Hm...
Mungkin salah satu kesalahan kita dalam berdakwah, kita nggak secara maksimal menasehati mereka dengan baik. Ajakan ke pasar-pasar dan tempat-tempat hiburan seolah lebih menarik, daripada ajakan datang pergi ke masjid. Seolah ada anggapan bahwa masjid itu hanyalah tempat orang-orang tua yang mau mati, tempat bertobat dan meningkatkan amal ibadah. Tempatnya anak muda ya di cafe-cafe, mal, bioskop dan berbagai tempat hiburan lainnnya. Kata sebagian dari mereka, anak muda kok ke masjid ya nggak banget deh. Hm...
Sobat, tahu nggak sih kalian bahwa ada beberapa golongan yang mendapat naungan Allah SWT di hari kiamat, saat tak ada lagi naungan selain dariNya. Diriwayatkan oleh Abu Huraira ra, dari Nabi sallallaahu 'alaihi wa sallam, bersabda:
"Ada tujuh orang yang akan Allah naungi di Naungan-Nya pada Hari ketika tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya; seorang pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Agung, seorang pria yang hatinya melekat pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak berzina oleh wanita cantik dan berposisi tinggi tetapi dia menolak dan mengatakan: 'Saya takut kepada Allah', seseorang yang memberi amal dan menyembunyikannya, hingga tangan kirinya pun tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya dalam amal; dan seseorang yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata."
Di hari kebangkitan itu matahari benar-benar dekat dan kebanyakan dari manusia tenggelam dengan keringatnya, karena saking panasnya matahari yang sangat dekat itu. Dan diantara golongan yang tergolong dihari itu adalah pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah SWT dan juga seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Persis sebagaimana yang beliau sabdakan dalam hadits diatas.
Nah, teman-teman sekalian. Kini saatnya bagi kita untuk bicara, harus berdakwah! Kita ajak teman-teman kita agar merubah kondisi ini. Mengajak mereka pada kebenaran Islam, menumbuhkan kembali peradaban masjid. Menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. Menjadikan masjid sebagai tempat yang paling asyik dan menyenangkan bagi para pemuda untuk membahas ilmu pengetahuan dan agama. Yang pastinya akan menolong kehidupan mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Insyaallah... []
0 Comments:
Posting Komentar