Ahlaq Yang Baik Itu...


Oleh: Aziz Rohman

Liburan telah usai, saatnya bersekolah kembali. Then, sekolah kalian pasti punya visi misi kan. Dan diantara kata dalam visi tersebut, biasanya terselip kata 'ahlaq'. Misalkan saja, visi sekolah: "Melahirkan generasi berahlaqul karimah, berdaya saing yang mengedepankan IMTAQ dan IPTEK"

Lagi-lagi kita bicara ahlaq. Maklum, pasca globalisasi hingga saat ini yang terjadi di negeri (yang katanya) mayoritas muslim ini. Degradasi moral remajanya begitu memprihatinkan. Entah, sudah berapa kali kita temui berita tentang siswa berani memukul gurunya, siswa mengajak gurunya berkelahi atau yang lebih menyesakkan dada. Adalah jika terdengar kabar seorang anak tega membunuh orang tuanya. Duh, rasa-rasanya ahlaq teman-teman kita saat ini udah berada di status yang 'gawat' bin kritis, menyedihkan.

Bukankah, sebagai seorang muslim. Kita punya teladan terhebat di sepanjang sejarah kehidupan manusia. Bahkan menurut Michael Hart, di tempatkan olehnya di daftar urutan pertama orang paling berpengaruh di dunia. Siapa lagi kalo bukan nabi kita tercinta, Rasulullah Muhammad SAW.

Lantas, apa kata beliau tentang ahlaq? Dari Abdullah bin Amir Beliau SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang paling baik ahlaqnya." (Muttafaq alaih)

Kemudian, dalam sabda beliau yang lain: "Kebaikan adalah ahlaq yang baik. Dosa adalah yang meragukan dalam dirimu dan engkau tidak suka jika manusia melihatnya." (HR. Muslim)

Kamu harus paham bahwa ahlaq itu karakter. Dan karakter wajib diatur dengan pemahaman-pemahaman hukum syara'. Why? Karena, jika syara’ berkata baik, maka itu baik. Jika buruk, maka itu buruk. Jadi, baik dan buruknya ahlaq kita standarnya adalah hukum syara', aturan dari Allah SWT. Bukan yang lain. Bukan apa kata orang, bukan pula kata teman-teman.

Jika Allah mengatakan bahwa berbuatan seperti ini sesuai hukum syara'. Maka itulah perbuatan baik, ahlaq yang baik. Jika itu melanggar hukum syara', itu perbuatan yang buruk. Itulah ahlaq yang buruk.

Sehingga, bagi seorang muslim ia harus mensifati dirinya dengan ahlaq yang baik atas dasar aqidah, perintah dan larangan Allah SWT. Bukan karena ingin dipuji, pengen banyak teman ataupun pengen mendapatkan 'label' atau stempel sebagai orang baik. Itu tidak perlu!

Dimanapun kita berada, sebagai muslim kita harus berkata jujur. Dalam artian, kita harus jujur. Karena jujur adalah perintah Allah SWT.  Bukan karena bersifat jujur itu disukai banyak teman atau karena satu alasan lain. Dan inilah perbedaan antara orang yang beriman dan tidak.

Orang beriman harus jujur, karena itu perintah Allah SWT. Orang yang tidak beriman tujuannya adalah memperoleh manfaat kebaikan dibaliknya. Misalkan, pedagang jujur karena ingin dagangannya laris.

Jadi, sejatinya degradasi moral dan kerusakan ahlaq terjadi hingga detik ini. Itu karena kita jauh dari Allah. Jauh dari aturan dan syariatNya. Jarang sholat, apalagi ngaji mungkin nggak pernah. Makanya, remaja berahlaq buruk itu berani menantang gurunya berkelahi. Berani membentak orang tuanya. Kenapa? Karena ia nggak pernah ngaji, nggak pernah tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

Sering bermaksiat dan berbuat dosa adalah ahlaq yang buruk. Sebab, ahlaq yang baik adalah yang senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Kemudian, kalo ada wacana pendidikan agama dihapuskan di sekolah bagaimana? Harus ditolak! Karena akan membuat pemahaman agama remaja semakin minim. Sudahlah ngajinya malas-malasan, ada kajian anak muda dibubarkan, pelajaran agama di sekolah ditiadakan. Lantas, gimana mau ngerti halal dan haram, pahala dan dosa, surga dan neraka.

Jadi sobat, orang yang baik ahlaqnya ialah orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Ia selalu mawas diri, takut akan dosa dan neraka. Ia selalu menjalankan perintahNya dan takut melanggar laranganNya.

Marilah, kita bertekad untuk menjadi insan yang muttaqin. Jangan takut dan jangan ragu lagi untuk berhijrah dan terus istiqomah dalam kebenaran serta ketaatan. Di cemooh orang saat berhijrah, jangan bersedih. Bisa jadi kata mereka buruk, tapi sejatinya itu baik dimata Allah. La tahzan. Insyaallah, Innallaha ma’ana. (reper/toriq)

0 Comments:

Posting Komentar