Yaudah, KITA PUTUS!


Oleh: Aziz Rohman

Dahulu kala kita hidup damai dalam harmoni, tapi semua itu berubah saat negara api menyerang. Masyarakatpun tambah kacau, apalagi kalo bicara tentang interaksi pria wanita. Duh, parahnya minta ampun. Yang mereka pahami amat jauh dari Islam.

Sadar ato enggak lewat berbagai serangan di setiap lini food, fun and fashion. Umat Islam di bikin klepek-klepek, hingga ada pada satu titik. Dimana nggak ditemukan sedikitpun perbedaan antara muslim dan kafir.

Penampilanpun sama, pakaian mirip, aktifitas, gaya hidup hingga orientasi hidup. Jangan tanya, tanpa jilbab lenggak-lenggok di jalanan. Begitulah mayoritas tampilan muslimah zaman now. Nggak ada bedanya dengan yang bukan muslim. Semua merasa  biasa aja, tanpa beban. Tak merasa berdosa karenanya. Tampilan dan gaya laki-lakinya? Mayoritas sama saja! Tak ada beda, seperti hasil foto copy. Muslim dan non muslim mirip plek.

Hancur, hancur sudah tunas muda generasi umat Muhammad. Lewat makanan, film, lagu, fashion dan berbagai kesenangan duniawi tak henti-hentinya musuh umat Islam itu menyerang dari berbagai sisi. Sampai-sampai kita lupa halal haram, semua di ambil, semua di makan. Asal hati senang, perut kenyang, dosa pahala nomer sekian.

Lihatlah bagaimana produksi industri hiburan. Selalu, dan selalu aja mempromosikan yang namanya PACARAN. Hm, cinta-cintaan nggak jelas. Sebuah aktifitas pemuas nafsu sesaat, yang berlindung di balik kedok rasa kasih sayang.

Emang sih, tiap manusia tuh pasti punya yang namanya gharizah nau' (rasa suka pada lawan jenis). Cuma gimana dia menyalurkan rasa itu. Ini yang jadi catatan penting! Jika di salurkan ke jalur pernikahan, insyaallah dapat pahala. Kalo belum, ya siap-siaplah dapat kiriman dosa, jika dilampiaskan lewat jalur pacaran.

X: "Loh, kita-kita masih sekolah kak, kok disuruh nikah?"

Y: "Yaudah, PUTUS SAJA!"

X: "Tapiiii, aku masih sayang sama dia..."

Y: "Sayang apa sayang, kalo sayang ngapain diajak maksiat. Dosa tahu! Udah banyak yang bilangin pacaran haram, dosa! Eh, kamu nggak takut dosa?"

X: "Takut sih..."

Y: "Yaudah, PUTUSIN DIA!. Dah tahu dosa eh malah dicoba-coba Sakit lu ya.... Inget pesen mama: SEKOLAH YANG BENER, BUKAN CARI PACAR!" 

X: "Iya kak..."

Y: "Nah gitu dong. Baru beneeer"

Sobat... Pacaran tuh, semuanya bohong. Serba ngibul, nipu, nggombal dan nggedabrus. Tapi, nggak tau kenapa cowoknya seneng banget nge-gombal. Dan yang bikin tambah greget tuh, para cewek-cewek juga pada suka di gombalin. Huuuu....

Kita nggak lagi ngomong soal nafsu, tapi ngomong soal akal. Yes, kalian semua punya akal pasti bisa mikir dong. Kalian tahukan lagu bang haji. Kenapa yang enak-enak itu yang di haramkan, kenapa yang asyik-asyik itu di larang. Oh, oh, olala itulah perangkap setan. Umpannya ada bermacam-macam, kesenangan. Nah, itu..

Saat kalian pacaran. Kalian kira dunia ini milik berdua, lu orang bersenang-senang. Padahal mah, aslinya lagi nyebur dalam lubang hitam penuh dosa. Diawali dengan pengorbanan, di akhiri saat ada korban. Begitulah pacaran, nggak pernah mikir soal dosa. Giliran perut buncit malu satu keluarga.

Hamil, sekolah putus. Si pacar lelaki nggak mau ngakuin perbuatannya. Kabur dari tanggung jawab, pasti perempuannya jadi korban. Nangis-nangis di hadapan polisi, lapor jadi korban pencabulan. Padahal mah, aslinya... aslinya.., aduuuuh..... Capcay dech!

Yes, semua memang berubah semenjak kalian tahu ada kisah tentang hujan meteor jatuh di ladang gandum. Tiba-tiba aja Kids Zaman Now jadi pinter. Tapi, pinternya ngeselin, jengkelin dan juga keblabasan. Globalisasi yang dielu-elukan bisa memperdekat jarak antar benua dan membuat kids jadi pinter. Faktanya, malah jadi ajang transfer ilmu dosa bertitel "Gaul Bebas". Merajalelanya fenomena pacaran, disusul free sex, aborsi adalah sebuah bukti nyata gimana kekejaman negara api menyerang kita. Belum lagi kalo ngomong tentang narkoba, miras, dan seabrek kenakalan remaja. Duh Gusti, apa salah bunda mengandung. Mereka cuma pengen hidupnya berarti, sayang sistem hidup tak menjamin bisa total taat 100%.

Saat Islam di campakkan, Islam nggak di pakai sebagai sistem aturan hidup. Malah make sistem aturan buatan manusia. Kita jadi bingung nyari jalan yang lurus, yang di ridhai Allah SWT. Rasanya tuh kayak pergi ke hutan rimba, tersesat dan nggak tahu jalan pulang, terus di kejar-kejar sama beruang buas yang bakal jadiin kita santapan di hidangan pembuka. Duh, Berrrrrr.... Takuuuttt.

Itulah sobat, kenapa kita selalu ngingetin untuk ngajakin kamu-kamu ngaji. Ngaji bukan sekedar ngaji, ngaji mempelajari Islam. Memahami Islam lebih dalam. Memahami Islam sebagai sistem hidup, bukan sekedar agama ritual. Ngaji, pahami, praktikkan, dakwahkan!

PACARAN adalah aktifitas HARAM. Semua paham dan juga ngerti, tapi nggak semua remaja siap PUTUSIN PACARNYA!. Paham,  ngerti tapi nggak takut dosa. Aneh tapi nyata... Eits, tapi. Itu nggak berlaku buat kamu. Sebab setelah selesai baca tulisan saya kali ini. Kalian bakalan pengen taat dan tobat dari maksiat pacaran. Siap bilang ke dia, KITA PUTUS! [].

0 Comments:

Posting Komentar