Remaja NGOMPOL, NGOMong POLitik?
Oleh: Aziz Rohman
Berhari-hari mata kita tak pernah lelah di beritakan tentang politik. Kawan bilang, itu bukan politik tapi politikus. Politik yang melahirkan koruptor-koruptor baru. Bak tikus yang senantiasa mengerat uang rakyat, hingga rakyatpun susah dibuatnya.
Generasi jaman now, tak boleh tinggal diam dengan beritanya. Agar tahu sebab, kenapa saat dewasa kita harus menanggung beban hutang.
Pemuda adalah generasi penerus, kamu harus tahu kondisi negerimu. Sudah cukup, kita terbuai dengan Hits mode yang begitu manja. Begitu melenakan hingga lupa mempersiapkan masa akan datang.
Generasi jaman now, di tangan kitalah negeri ini akan bertaruh masa depan. Cernalah setiap berita yang tersajikan, pahami setiap fakta demi fakta.
Perhatikan dengan seksama kenapa bisa korupsi terus saja ada. Apa yang salah dengan kebijakan pemerintah? Yuk kita perhatikan!
Dalam hidup kita pasti punya cara pandang. Sebuah prinsip yang menjadi referensi mengambil sebuah keputusan.
Bangun tidur, perut lapar, pengen makan. Bagi yang beriman, makanan bukan sekedar murah dan enak saja. Halal dan toyyib mutlak harus menjadi sebuah jaminan.
Begitulah hidup, dalam setiap perjalanannya pasti dipengaruhi oleh prinsip. Dalam Islam kita menyebutnya aqidah. Membantu kita bedakan haq dan yang bathil. Menuntun kita ke surga atau neraka.
Yups, inna shalati wanusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin. Sungguh sholat, ibadah, hidup bahkan mati kita hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Sehingga dalam politikpun Allah SWT juga akan senantiasa menghisap amal perbuatan.
Dalam hal kebijakan publik, kita bisa mencerna. Jika orang tak beriman berkuasa, pasti dengan mudah lakukan korupsi dan buat kebijakan sengsara. Karna memang surga dan neraka tak pernah jadi pertimbangannya.
Jika itu terjadi, wajib bagi kita untuk mengingatkannya. Sebab Nabi SAW, telah bersabda, “Sebaik-baik jihad adalah perkataan yang haq pada pemimpin yang zalim”. Maka dari itulah penting bagi remaja untuk NGOMPOL, NGOMong POLitik. Karna setiap kebijakan, penyelewengan jabatan publik selalu berkaitan dengan politik. Di situlah kamu, hai anak muda! Harus tahu soal politik.
Dalam Islam, politik bukan sekedar unjuk gigi untuk berkuasa. Tapi jalan menuju ibadah. Riayah su'unil ummah, mengurusi urusan umat. Itulah jalan Abu Bakar menyadarkan. Jalan Umar mensejahterakan. Jalan Muhamad Al Fatih membebaskan. Mengajak umat untuk taat, bukan bermaksiat.
Bagaimana umat harus di urus, dengan Islam adalah jawabannya. Cara efektif penerapan Islam, dengan kekuasaan jawabannya. Berkuasa tapi tak menerapkan Islam, apa yang mau di banggakan. Berkuasa tapi bikin sengsara, bersiaplah dapat kiriman dosa.
Lagi pula, menurut Imam Ghazali agama dan kekuasaan bak saudara kembar, agama adalah dasar dan kekuasaan adalah pelindung. Tanpa agama kekuasaan runtuh, tanpa kekuasaan agama hilang.
Jadi, masih takut ngomong politik? Remaja NGOMPOL, NGOMong POLitik. Kenapa enggak... []

0 Comments:
Posting Komentar