Kepergianmu...
Oleh: Aziz Rohman
Mendengar namamu, memori langsung menuju ke tahun 90an, era dimana listrik menjadi barang mewah waktu itu.
TV adalah sebuah kemewahan yang sangat wah..., dimana satu desa yang memilikinya cuma beberapa orang saja.
Saat itu, di sudut surau itu banyak sekali anak2 masih giat2nya belajar mengaji. Sangat terjungkil bila dibanding dengan masa sekarang.
Ya, disitu. Teringat jelas cahaya lampu minyak menerangi surau ditengah2. Dua kentongan besar kecil menemani panggilan org2 sholat di langgar ijo, surau desa kami.
Saat itu, masih teringat jelas diriku diusia 5 tahun diantar ibu untuk diminta belajar baca alif, ba', ta' kepadamu. . .
Saat itu, engkau didik aku. Kau ajari aku dengan tekun, sabar dan keistiqomahan luar biasa.
Siang hari kau ajari kami anak-anak hingga mengerti dn paham apa itu islam.
Malam harinya masih juga kau luangkan waktumu mengajar para ibu mengaji dengan tekunnya.
Mendengar kabar engkau sakit. Begitu sakit hati ini. Seolah ingin mengganti raga kesakitan yang kau rasa. . .
Apalagi kabar kepergianmu untuk selamanya.
Hati menangis, sedih. Sampai2 tangis air matapun tak terbendung lagi mengalir deras.
Mendengar kabar wafatnya dirimu. Teringat lagi jasa-jasamu dulu. Biarpun sakit, dab kepahitanmu kau rasakan kau didik aku dari kecil hingga dewasa dengan penuh kesabaran. . .
Hidupmu kau korbankan, luangmu kau korbankan. Kau ajari aku dari alif ba' ta' sampai lancar membaca surat2Nya
Telah banyak kau hadapi kenakalan kecilku, kesabaran luar biasa tetap saja ada bersamamu.
Engkau bagai pelita di gelap malam gulita, menuntunku mengerti surat2 ilahi.
Penunjuk masa suram waktu lampau. Pemutus generasi buta huruf alqur'an.
Tak terbendung air mata ini mengalir atas kepergianmu.
Maafkanlah aku yang menyusahkanmu waktu itu. Terima kasihku untukmu ibu zubaidah atas ilmu-ilmu yang kau ajarkan.
Untaian do'a terkirim utkmu dari murid yang hina ini, "Allohummaghfirlaha warhamha wa'afihi wa'fu 'anha, waj'alil jannata matswaha. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa guru-guruku. Tempatkanlah dia di arsy.Mu yang tertinggi, Sebagaimana ganjaran atas kesabarannya yang luar biasa dalam mendidik serta mengajariku dulu"
Jazakallah khair, jasa-jasamu tak akan pernah kulupakan. Semoga Allah menempatknmu dan abah di tempat para nabi dan syuhada berkumpul. Aamiin [Jombang, 7 Maret 2015]
-Wafatnya ustzh. Zubaidah. Ba'da subuh. Sabtu, 7 maret '15
-Di makamkan di pemakaman umum Ds. Pulogedang sktr pukul 8 pg

0 Comments:
Posting Komentar