Karnaval Desa
Setelah mengamati dari berbagai tempat untuk karnaval yang katanya adalah dalam rangka memperingati kemerdekaan. Saya pikir ada beberapa hal yang harus diperhatikan semua pihak, terutama bagi mereka yang mengaku beriman kepada Allah SWT:
1. Terkait Makup dan penampilan. Apakah itu termasuk tabarruj? Apakah hijabnya sudah sebagaimana tuntunan syariat? Lalu, secara umum jika kita tahu fakta di lapangan. Coba bertanya bagaimana dengan sholat mereka? (untuk karnaval yg dimulai jam 13.00 wib. Waktu Jawa timur)
2. Tentang banyaknya laki-laki yang berperilaku dan berpakaian layaknya perempuan. Yang sama kita pahami bersama hal tersebut itu tidak diperbolehkan dalam Islam. Meski mungkin hanya untuk bercanda atau hiburan. Pertanyaan, apakah boleh melakukan hal demikian? Apakah pantas dilakukan?
3. Terkadang juga ada penampilan full musik, seringkali dangdut koplo dan full disko. Terkadang ada perempuan yang berjoget-joget, mirisnya kadang ada yg berkerudung. Coba dilihat fakta di lapangan. Apakah hal tersebut pantas jika dilakukan di sebuah acara yang diselenggarakan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan?
4.
5. Dst.. silahkan ditambahkan sendiri
Dan yang lebih penting lagi untuk bahan renungan kita semua adalah bagaimana cara terbaik sesuai syariat dalam mengekspresikan wujud syukur terkait nikmat kemerdekaan? Lalu, bagaimana cara terbaik dalam mengisi kemerdekaan? Dan yang tidak kalah penting adalah apakah kita sudah benar-benar merdeka? Meski secara fisik kita sudah merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang di masa lalu. Tapi, apakah benar kita sudah merdeka?
Demikian semoga bisa menjadi renungan kita bersama... 🙏🙏🙏
Mas Aziz Rohman

0 Comments:
Posting Komentar